JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Patung Selamat Datang

JakOnline – Selamat siang Ibukota negara dengan segala kerumitannya, selamat siang kota Jakarta dengan segala kelemahan dan kekuatannya, selamat siang Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta dengan segala torehan prestasi dengan lambang monas di dada. Jakarta punya banyak cerita di bulan November ini, cerita untuk Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Persija Jakarta.

Teringat dengan Patung Selamat Datang yang berdiri dengan gagahnya di bundaran HI, Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Sukarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarsno. Dimana filosofi pembuatan patung atau tugu ini di atasnya terdapat patung berbentuk sepasang cewek dan cowok yang sedang melambaikan tangan. Maksudnya, mereka memberikan ucapan selamat datang buat para pelancong.

Ada yang datang dan ada yang pergi itu merupakan hal yang lumrah. Tapi, sampai bulan November 2013 ini terlalu banyak yang pergi untuk sebuah tim mentereng dengan segala kelemahan dan kekuatan yang ada bernama Persija Jakarta. Mereka pergi bukan karena mereka tidak cinta dengan Persija Jakarta, mereka pergi bukan karena suasana kota Jakarta yang semakin padat dengan segala keruwetannya, sederhananya mereka pergi karena mereka tau ini bukanlah Persija Jakarta yang sebenarnya. Membela sebuah klub yang merupakan simbol perlawanan terhadap kolonial pada masa penjajahan adalah suatu kebanggaan yang nyata dan mereka yang pergi pasti paham akan hal tersebut

Begini Bapak Ferry Paulus yang terhormat, kami tekankan disini Persija Jakarta yang kami punya adalah sebuah KLUB bukan sebuah Franchise. Dualisme kepempinan merupakan cerita usang, kini gaya kepimpinanmu yang kami anggap sudah usang. Terima kasih telah membidani Persija Jakarta dengan segala carut marutnya, bahkan saking carut marutnya kami supporter Persija Jakarta tetap setia mendukung Persija berlaga, tak sampai jua kami meminta dengan paksa agar dibiayai tour tandang , karena kami hanya meminta supaya bapak Ferry Paulus mencintai Persija sama seperti kami cinta Persija.

Ayolah, kita saling bertegur sapa, toh kami yakin bapak juga manusia yang punya rasa iba dan punya rasa bangga membidani klub sebesar Persija Jakarta. Kami tidak mau mengingat masa lalu, sekalipun dengan kepimpinan seorang Sutiyoso, karena terlanjur gagah dengan sejarah kami yang dibuat oleh para pendahulu.

Dengan penuh semangat kami mengibarkan bendera, paling tidak setinggi sepuluh kaki dengan semboyan-semboyan yang menyatakan kesetiaan abadi kami kepada sebuah klub bernama Persija Jakarta, kami habiskan berminggu-minggu untuk mengarang lagu baru yang akan kami pakai untuk mengejek lawan, menjagokan pemain favorit dan yang lebih penting menyerukan sebuah sejarah besar bernama Persija Jakarta. Dari merah kami berganti oranye, dari Menteng yang digusur kapitalisme Ibukota, dari 40 orang pendiri The Jakmania dan kini sampai tersebar ke seluruh penjuru negeri.

Patung Selamat Datang hanya untuk orang-orang yang tidak pernah berkeluh kesah, orang-orang yang tidak punya mental pengeluh, orang-orang yang siap berbahagia untuk tinggal di Jakarta. Jika bapak Ferry Paulus bukan merupakan bagian dari orang-orang itu, sederhananya tidak ada lagi ucapan “Selamat Datang” dari kami tetapi ucapan “Selamat Tinggal” yang sekiranya cukup pantas kami sematkan. Persija Jakarta layaknya Patung Selamat Datang dengan segala kekokohan dan kebanggaanya. (@mas23dimas/JO)

Ada yang datang dan ada yang pergi, kami tetap disini Persija Selamanya!



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru