JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Menghapus Stigma Negatif

JakOnline –  Supporter. Bagi kita semua kata tersebut tak asing, bahkan beberapa dari kita menjadikan beberapa huruf tadi menjadi jadi diri dan jalan hidup. Menurut Oxford Dictionary, Supporter berarti“A person who approves of and encourages a public figure, political party, policy, etc.” yang kurang lebih berarti “seseorang yang secara setuju (sadar) mendukung dan mendorong sebuah figure publik, partai politik, kebijakan” dan tentu saja Sepakbola.

Tapi, pernahkah anda coba mendengar apa yang orang lain katakana tentang supporter? Tanpa menjelaskan definisi, orang awam akan langsung melemparkan jawaban “rusuh”. Bukan tanpa alasan, bahkan portal sebesar Wikipedia berani menjelaskan alasan yang sering menjadi penyebab kerusuhan adalah kondisi hidup yang buruk, penindasan pemerintah terhadap rakyat, konflik agama atau etnis, serta hasil sebuah pertandingan olahraga. Cukup menyudutkan? Memang.

Menurut Teori Faktor Kelompok, Individu cenderung membentuk kelompok dengan mengedepankan identitas berdasarkan persamaan ras, agama atau etnik. Identitas kelompok inilah yang cenderung dibawa ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Benturan antara identitas kelompok yang berbeda sering menjadi penyebab kekerasan.Ya, Supporter identik dengan kekerasan.istilah hooliganisme bahkan telah digunakan setidaknya sejak pertengahan 1890-an-ketika digunakan untuk menggambarkan nama geng jalanan di London-kira-kira pada waktu yang sama dengan geng jalanan di Manchester, yang dikenal sebagai “Scuttlers” telah mendapatkan ketenaran.

Sebagai kota heterogen, Perbedaan menjadi hal lumrah. Ribuan kegiatan menyangkut berbagai macam kepentingan terjadi di kota ini, Namun saat salah satu klub kota ini berlaga, semua menjadi homogen dan kompak menutup telinga serta mengumpat tentang Persija serta pendukungnya The Jakmania seakan pepatah “don’t judge the book by its cover” tidak berlaku sama sekali. Tidak arif memang, namun suka atau tidak, tiap orang di berikan hak berpendapat dan diatur oleh undang-undang dasar.

Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk menghilangkan stigma tersebut? Sherif (Sarwono, 1998) mengungkapkan bahwa pemecahan konflik bisa dilakukan dengan beberapa cara di antaranya adanya pemunculan tujuan bersama, artinya tujuan individu-individu bisa disubstitusikan pada tujuan bersama yang lebih besar untuk kepentingan bersama. Hal tersebut berarti kemampuan semua warga Negara dari berbagai lini untuk saling menghargai pandangan, perasaan dan respon orang lain akan menumbuhkan kebersamaan.

Ribuan anak Jakarta menghabiskan waktu dengan cara mereka masing-masing, termasuk pergi ke stadion untuk menyaksikan tim kesayangan berlaga. Walaupun vulgar, teori “Lu Asik Gue Nyantai, Lu Ngusik Gue Bantai”memiliki poin yang jelas bagi mereka yang melihat kita sebagai supporter dan disisi kita melihat mereka sebagai kalangan awam.menghapus pandangan buruk memang tidak semudah mengambil satu batu di bawah kaki lalu dilemparkan, namun dengan perbuatan dan kesungguhan. Berikan border yang jelas saat kita menjadi bagian dari masyarakat dan saat mendukungPersija, walaupun keduanya kadang tercampur aduk.

Bagi mereka yang kini membaca tulisan ini dan dari kalangan non pecinta sepakbola, setiap orang punya prioritas. Memang muluk saat kami bilang Persija sebagai top priority kami. Mohon hargai.Untuk saudaraku sesama supporter, kita boleh satu warna rambut, Mari posisikan diri, saat kita berseragam kemasyarakatan dan berjersey sepakbola.Di Eropa, para ultra bahkan tak hanya berteriak mendukung tim kebanggaan tapi menjadi agen control kebijakan politik.

Mari wujudkan “Jakarta Kota Gue” yang benar-benar “gue”, kota yang tidak antipasti terhadap warna oranye, Mari bangun dan sinergikan Jakarta, kota kita tanpa adanya stigma negatif. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak mengubah apa apa yang ada pada diri mereka.

#PersijaSelamanya

Penulis : Rafi Fauzan



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru