JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Trofeo Persija 2015 – Cermin Untuk Skuad Persija, Sesuai Harapankah?

JakOnline – 11 Januari 2015, Trofeo Persija yang dijadikan sajian rutin klub guna mengenyangkan ribuan JakMania yang lapar akan performa skuad “Macan Kemayoran” sudah dihelat. Arema Cronus Indonesia dan Sriwijaya FC beserta rombongan fans fanatik masing-masing menjadi tamu yang baik di perhelatan yang sudah berumur empat tahun ini. Namun, apakah suporter kenyang dengan sajian utama ini? Tiga hasil seri 3 x 45 menit yang dimainkan ketiga klub papan atas Indonesia, walau saling mengalahkan tetap saja mengernyitkan dahi para penikmat sepakbola, “Ada apa?” Ketiga nya Nampak bermain dibawah ekspektasi akan gol – gol yang dinantikan setiap mata di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Para tamu memiliki “tukang gedor” berlabel pemain nasional yang memiliki kualitas mumpuni, mulai dari Ferdinan Sinaga, Titus Bonai, dan Patrich Wanggai milik Sriwijaya FC ataupun Cristian Gonzales dan Samsul Arif dari Arema Cronus. Ditambah attacante impor kedua tim yakni Cristian Vaqueiro dan Yao Rudy yang masih mandul. Apalagi untuk tim tuan rumah, Evgeni Kabaev dan sang legenda hidup, Bambang Pamungkas juga nihil di muka gawang Dian Agus Prasetyo ataupun Achmad Kurniawan. Menilik lebih dalam untuk Persija, ini adalah ujicoba kedua mereka di 2015 setelah sebelumnya menang melawan Martapura FC 2 – 1 di tempat yang sama.

Review Pertandingan – Alternatif formasi Rahmad Darmawan untuk musim depan
Entah harus memulai darimana, untuk ikut angkat bicara soal permainan Persija baik melawan Sriwijaya FC maupun Arema Cronus. Namun, setidaknya kritik membangun coba saya tuangkan disini. Saya melihat formasi 4 – 4 – 1 – 1 dalam starting line-up Persija kala menghadapi Sriwijaya FC di pertandingan perdana kurang memuaskan. Kembalinya sang legenda hidup Bambang Pamungkas sedikit mengangkat mentalitas tim, naming “BePe” hadir dengan peran baru di 2015 ini. Bermain lebih ke dalam, Bambang seolah menjadi pelayan bagi striker anyar asal Rusia, Evgeni Kabaev. Ini berbeda dengan peran yang dimainkan Bambang di Pelita Bandung Raya ataupun Persija di beberapa musim ke belakang, sebagai goalgetter murni. Di pertandingan ini juga, duet Martin Vunk dan Alan Aciar di lini belakang juga tidak terlalu mengesankan. Vunk seperti tidak terlihat ketika dimainkan di posisi ini, berbeda dengan perannya sebagai gelandang tengah di pertandingan kedua melawan Arema Cronus.

Di pertandingan kedua, Rahmad Darmawan memainkan pola 4 – 5 – 1 dengan menampilkan beberapa muka baru seperti Rendi Irawan dan Novri Setyawan di lini serang Persija, mendampingi Kabaev sebagai alone striker di depan. Lini tengah Persija lebih hidup di pertandingan kedua karena posisi Martin Vunk yang kembali ke posisi aslinya bermain lebih lugas untuk mematahkan serangan lawan dan mengalirkan bola ke Ramdani, Rendi, maupun langsung ke Kabaev. Melihat dua pertandingan diatas, nama Syaiful Indra Cahya menjadi “Man Of The Tournament” di mata saya. Gesit dan lincah untuk “naik-turun” membuat saya yakin posisi utama di sisi kiri akan permanen untuk pemain bernomor punggung 4 ini. Cepat atau tidak sosok Dany Saputra ataupun Leo Saputra dapat tergantikan di benak Jakmania. Permainan khas dari sayap juga tetap ada dalam tim tahun ini. Kembalinya M. Ilham nampak memberikan kepercayaan lebih sendiri, stok sayap juga akan berlimpah musim ini. Ramdhani Lestaluhu mungkin akan menjadi sosok utama, dapat dimainkan di kiri maupun di kanan, 2 x 45 menit yang dilakoninya kemarin seakan menjadi bukti sahih Ia akan permanen di starting line-up musim ini. Peran baru mungkin akan dimiliki Alfin Tuasalamony, kendati bagus sebagai pemain sayap kanan (baik mengantikan Ismed yang bisa dibilang sudah uzur maupun diplot sebagai ban serep Ramdhani) Ia juga terlihat tak canggung dengan posisinya di tengah. Namanya mungkin menjadi ancaman serius bagi Amarzukih, muka lama yang bahkan hanya mencicipi menit bermain yang sedikit di turnamen hari ini.

Performa Tiga Pemain Asing
Alan Aciar, bek jangkung asal Argentina menjadi nama yang bersinar di turnamen ini. Hadir sebagai pemain seleksi terakhir, namanya tak menjadi media-darling namun memberikan kualitas yang mumpuni. Eks pemain Racing Club salah satu raksasa Argentina ini tak hanya lugas dalam duel bola-bola atas, namun juga lincah dan dapat menjadi komando di lini belakang. Sosoknya mungkin dapat disandingkan dengan mantan kapten Persija, Fabiano Beltrame.

Gelandang gaek asal Estonia, Martin Vunk menjadi sosok yang tepat, jika Rahmad Darmawan memainkannya di sektor yang tepat. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dirinya seolah invisible ketika pertandingan perdana melawan Sriwijaya sore kemarin. Seperti bermain dengan 10 orang, Persija lumayan kewalahan dengan aksi Ferdinan Sinaga dan kawan-kawan. Namun, itu semua berubah 180o ketika menjadi sosok kunci di lapangan tengah Persija. Di awal-awal pertandingan melawan Arema Cronus, Vunk bahkan sempat mengirimkan satu long-direct pass ke Kabaev, nampaknya chemistry keduanya lebih baik ketimbang Kabaev dengan pemain tengah lainnya seperti Dirga Lasut dan Alfin Tuasalamony. Maka, baiklah kalau coach RD memainkan Vunk tidak terlalu jauh dengan Kabaev. Punggawa timnas Estonia ini juga memiliki mind-set sebagai penjaga tempo pemainan, walau bukan seorang playmaker. Ia seakan butuh pemain bertahan di belakangnya untuk sekedar memperlambat tempo bukan seorang kiper. Di akhir-akhir laga melawan Arema bahkan Vunk dapat mengirim back-header jauh langsung ke Andritany karena merasa aman dengan bek-bek Persija yang sudah ada di posisi masing-masing, kemudian Andritany mendistribusikannya ke Aciar dan permainan berjalan kembali. Coba bayangkan jika insting itu disalahgunakan ketika Vunk bermain sebagai bek, back-header itu bisa saja berbuah own-goal.

Satu sorotan untuk Evgeny Kabaev yang nampaknya belum juga menemukan keberuntungannya di Indonesia. Sejumlah rekor yang diberitakan di media sedikit membuat keraguan, akankah Ia seperti Ivan Bosnjak? Atau bahkan lebih buruk! Melihat dua pertandingan yang dilakoni Kabaev, Ia nampak malas untuk menjemput bola atau sekadar membuat jarak passing antara gelandang dan striker tidak terlalu jauh. Memang kontrol bola dan tembakan jarak jauhnya cukup mumpuni seperti yang ditunjukan kala melawan Sriwijaya. Kabaev pun nampak lebih nyaman dengan umpan lambung ketimbang passing-passing cepat dan datar dari Ramdhani ataupun sayap-sayap Persija lainnya. Jika melihat sosok pekerja keras seperti Ivan di musim lalu, kali ini Persija nampaknya tidak mendapatkan seorang striker yang mau berjuang mati-matian. Permainannya lebih santai dan classy. Namun, ini yang tidak dilihat dengan jelas para Jakmania di lapangan ketimbang yang menonton di televisi. Gestur egois Kabaev. Tak hanya membawa bola sendiri dan keeping ball selama beberapa detik sembari melakukan tembakan ketimbang mencari kawan, Kabaev sering sekali kecewa dengan beberapa pemain yang tidak memberinya bola seperti ketika kemelut yang diciptakan M. Ilham ketika melawan Sriwijaya FC dan Novri ketika melawan Arema Cronus. Kabaev terlihat membentangkan tangan dan seolah berteriak: “Give Me! Seharusnya Kamu oper Aku!”. Jika dilihat dari dua peluang tersebut mungkin sudut sempit yang membuat M.Ilham dan Novri terburu-buru untuk mengeksekusi tendangan, apalagi posisi Kabaev yang ada di blind side, bukan tidak mungkin jika M.Ilham memberikan chip ataupun Novri memberikan back-heel kepada Kabaev, eks striker Sillamäe Kalaev ini dapat menceploskan bola ke gawang lawan. Jadi siapakah yang harusnya beradaptasi? Kabaev ataukah gelandang-gelandang Persija.

Kerangka yang belum lengkap
Jika melihat kekurangan yang ada sepintas, seorang playmaker segera dibutuhkan Persija. Stefano Lilipaly yang menjadi misteri tersendiri di bursa transfer mungkin bisa menjadi solusi. Eks pemain FC Utrecht ini mungkin akan memberikan warna baru di lini tengah, apalagi Fano sudah mencicipi atmosfer sepakbola Eropa, sehingga Ia tak kesulitan memberikan servis kepada Bambang Pamungkas ataupun Evgeni Kabaev. Adapun sosok sentral di lini belakang harus segera di tentukan sebelum SCM Cup 2015 nanti. Sosok Alan Aciar mungkin akan menjadi pilihan utama, ketimbang Saido Madi yang mungkin “belum terlihat” di mata para JakMania. Sebagai komparasi, para pemain Afrika cenderung kerap melakukan tindakan indisipliner dan kurang menjaga fisik mereka ketimbang pemain Amerika Latin yang “hanya bermasalah” dengan emosi yang kerap meledak-ledak. Stok sayap berlimpah kadang bisa juga menjadi blunder, jika Alfin (yang pada turnamen ini di plot ke tengah) kerap kembali ke sisi sayap, lubang di tengah akan dapat dengan mudah dicecar musuh, sekali lagi komunikasi antar lini perlu dibangun. Kita juga belum menyaksikan kebringasan Greg Nwokolo. Apakah pemain naturalisasi ini akan dipasang di sayap kiri? Atau justru menjadi duet Bambang Pamungkas?

Berikut formasi ideal yang pantas dicoba Persija musim ini dengan catatan jika transfer Aciar dan Lilipaly terkabul. Persija akan ideal menggunakan 4 – 3 – 1 – 2. Andritany sebagai sosok portiere utama akan dibantu oleh Ismed Sofyan, Ambrizal, Alan Aciar dan Syaiful Indra Cahya untuk menjaga lini belakang skuad. Pengalaman Ismed dan Ambrizal akan membantu tim, terlebih perform bagus Aciar dan Indra sepanjang Trofeo kemarin. Ramdhani Lestaluhu di plot sebagai sayap kanan, Martin Vunk di sentral permainan, kedatangan Lilipaly sebagai playmaker dapat dioptimalkan dari sisi kiri. Bambang Pamungkas yang kini memiliki peran lebih ke dalam nampaknya akan cocok sebagai penyerang lubang mendampingi Greg Nwokolo dan Evgeni Kabaev. Adapun alternatif 4 – 4 – 2 juga dapat dipakai. Posisi Greg bisa menempati posisi Lilipay di sisi kiri, sehingga duet Vunk dan Lilipaly akan konsentrasi pada permainan di tengah lapangan sementara duet Bambang Pamungkas dan Evgeni Kabaev sebagai attacante utama.

Demikian ulasan singkat saya, kritik dan saran sangat saya hargai. Ini semua demi Persija yang lebih baik kedepannya. #GuePersija!

Penulis : Steven Danis



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru