JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Ditempa Serupa Mental Jakarta

JakOnline – Mental Jakarta, mungkin kalimat ini masih asing ditelinga sebagaian orang. Makna yang terkandung pun masih dipertanyakan. Lantas apakah makna “Mental Jakarta” yang belakangan ini sering disebut para pencinta Persija? Setiap orang pastinya memiliki persepsi masing-masing, maka saya mencoba memaknai kalimat ini dengan pandangan saya.

Mental Jakarta mungkin sebutan atas gambaran hirup-pikuk kehidupan Ibu Kota. Seolah kota yang tak pernah tidur dari kegiatannya. Dipagi hari yang buta suara klakson sudah berbunyi dari berbagai penjuru tempat, tak lama kemudian jalan raya Ibukota pun sesak padat oleh kendaraan. Para pekerja berlomba menaiki kendaraan umum, sementara supir dan kenek tak mau kalah satu sama lain menaiki penumpang yang tak jarang dapat di temui disembarang tempat. Belum lagi jika hujan turun, genangan air atau pohon tumbang akan menjadi pekerjaan tambahan luar biasa. Maka tergambar sudah mental Jakarta di pagi hari. Dan hal yang sama kembali dijumpai pada sore menjelang malam, disaat sebagian orang justru baru memulai hidupnya. Ya, mereka baru saja akan bersiap melakukan aktifitasnya mengarungi kerasnya Ibukota.

Jakarta, kota ini seolah menyimpan sebuah janji bagi siapapun. Tingkat urbanisasi di kota ini cukup tinggi sehingga membuat kita tak jarang bertemu orang sekitar dengan logat bahasa yang beragam. Tingginya tingkat urbanisasi tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja, maka tak jarang kita temui kasus kejahatan yang alasannya sama, untuk menyambung hidup di Ibukota. Atau mereka yang memanfaatkan kolong jembatan untuk tempat tinggalnya, dan memanfaatkan anak kecilnya untuk mendapatkan belas kasihan dilampu merah. Sekeras itu kah mental Jakarta sehingga mereka rela baku hantam dan tetesan darah yang keluar demi sebuah tempat yang mereka sebut “uang dan kekuasaan”?

Hal diatas adalah gambaran kecil dari semua yang tersedia didalam Ibu Kota.
Mental Jakarta mungkin mengajarkan “Kamu gak boleh cengeng, kamu harus kuat, kamu bisa melewati semua ini. Jakarta memang terlihat “keras”, tapi dibalik itu ada sebuah bentuk solidaritas yang tidak pernah terputus.

Tepat satu minggu yang lalu, peristiwa memilukan terjadi dan menimpa salah satu rekan Jakmania Cikampek bernama Yoga. Kecaman, kekecewaan, amarah, datang dari berbagai pihak. Darah yang keluar dan luka yang membekas lagi-lagi dari teman-teman Oren Outsider.

Bagi para outsider bukan perkara mudah melakukan perjalanan ke Jakarta disaat Persija bertanding. Hujan yang turun bukan hanya air tapi terkadang benda keras yang tak jarang melukai. Keringat yang keluar bukan lagi bening, ia bisa saja berwarna merah. Tapi mereka tidak pernah mengadu secara berlebihan di media sosial apalagi kepada petinggi daerah.

Korban jatuh dalam perjalanan, mungkin ini bagian dari resiko. Namun sampai kapan resiko itu bertebus nyawa? Hampir 3 tahun saya sempat merasakan “perjalanan” outsider. Jujur saja menjadi outsider itu tidak mudah. Selain segala hal yang bisa terjdi dalam perjalanan, biaya perjalanan yang dikelurkan untuk menyewa kendaraan, membeli tiket, dan belum lagi jika kendaraan yang disewa mengalami kerusakan, mau tidak mau ya harus menggantinya.

Jika dipikir dengan logika, mungkin ini adalah sebuah tindakan konyol. Ya konyol, karena yang di Jakarta saja belum sepenuhnya mendukung Persija, sementara itu dari luar daerah rela datang ke Ibu Kota mendukung Persija kembali pulang. Mungkin ini yang dikatakan cinta, ini praktek dari ucapan cinta tak butuh alasan dan logika.

Tetap semangat outsider.
Ditempa serupa mental Jakarta. Ditempa dengan rasa sakit, air mata, kecewa yang diterima tapi ini semua melatih kita untuk lebih kuat dan lebih Persija. Bukan menjadi lemah, cengeng, atau angkuh ketika kembali ke daerah asal. Tapi kedewasaan menjalani kehidupan yang tak selalu aman.

Penulis : Elke



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru