JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Apa Kabar Persija?

JakOnline – Kisruh sepak bola Indonesia terus belanjut layaknya sebuah sinetron yang terus bersambung. Rasanya bukan hal yang mengagetkan, nyatanya inilah kaca sepak bola Indonesia. Tak ada yang patut disenangi sebenarnya jika melihat kondisi ini, namun anehnya malah tetap dan selalu menjadi kebanggaan bagi sebagian orang. Contohnya tim Ibu Kota Persija Jakarta. Awalnya biasa saja bahkan tidak ada yang menarik. Namun semua berubah ketika ketertarikan dan cinta itu bersatu menjadi rasa bangga. Maka saya senang menyebutnya tim sepak bola Persija Jakarta tim kebanggaan saya. Tapi sekarang………

Apa kabar Persija? Rasanya sudah lama tak berjumpa. Masih ingat pertemuan terakhir kau berikan luka? Ya, luka kekalahan yang seolah membuat saya ragu. Siapkah kamu berkompetisi? Nyatanya liga sebentar lagi bergulir, jika terus begini untuk menaruh harapan saja saya takut. Takut kecewa atas mimpi yang terlalu tinggi.

Apa kabar Persija? Membaikah keadaan internal mu? Sudah sehatkan kondisi “tubuh” mu? Jika belum segeralah berobat tapi bukan pergi ke dokter. Coba tengoklah sejarah mu, akar mu, dan berbagilah pada “ibu” mu. Saya yakin ibu yang “melahirkan” mu tidak akan membiarkan mu sakit dan sendiri, tapi ingat kamu harus tau diri kepadanya. Berbaktilah, setidaknya jangan berkeras diri dan hati. Usia mu memang tak muda lagi, tapi kamu masih membutuhkan sosok yang membatasi langkah mu. Ingat pertama kali kamu merangkak, belajar berjalan, dan terjatuh. Kini saat kamu sudah bisa berlari jangan pernah lupakan orang- orang dibalik semua itu.

Ibu yang baik adalah ibu yang mampu mendukung anaknya demi kemajuan bersama. Tentunya dengan saling mengerti dan melengkapi. Terkadang sang ibu tak berani mengambil sebuah keputusan yang menurutnya beresiko, bahkan ia melarang hanya karena takut kehilangan. Perkembangan jaman suka tidak suka mengajak kita untuk beradaptasi tanpa melepaskan begitu saja sebuah tradisi.

Bukankah maju itu kedepan? Dilema memang, nyatanya dikehidupan sering terjadi debat dan ribut kecil yang tak bisa di hindari. Hanya karena ego dan gengsi masing- masing. Tak perlu takut bu, Ini demi kemajuan kita bersama, bukan hanya sekedar aku (Persija). Ada sebuah istilah jika kuku panjang potonglah kukunya bukan jarinya, maka jika terjadi perdebatan potonglah ego bukan hubungannya. Pada nyatanya hal tersulit dalam hidup ini bukanlah melampaui orang lain, tapi melewati ego dan diri kita sendiri.

Apa kabar Persija? Masih tersisakah makna loyalitas, rasa bangga, dan keluarga didalam tim mu? Jika lupa, ingatlah yel-yel dari Jakmania ini “bermain dengan bangga penuh rasa percaya demi lambang monas di dada”. Sekarang sudah ingat atau masih pura-pura lupa? Ya memang saya tahu loyalitas tidak membuat kenyang, apalagi mampu membiayai keluarga. Tapi loyalitas bukan sekedar menghasilkan materi, tapi rasa bangga, kepuasan, kebahagiaan secara batin bagi mereka yang merasakannya. Sekarang, apakah kalian merasa bangga menjadi bagian dari keluarga Persija ini?

Masalah memang selalu ada, tak usah kaget layaknya seperti orang baru di sepak bola Indonesia. Nanti bila semua berjalan dengan lancar, disitu kalian baru terheran. Disini saya tidak membenarkan tapi tidak juga menyalahkan. Yang saya tahu mereka yang bergabung di Persija semua adalah macan. Bukan hanya sebutan macan tapi juga bermental layaknya macan!

Terkikisnya rasa bangga hanya karena nama besar? Sejatinya Persija tidak terlalu membutuhkan pemain dengan nama besar, karena itu saja tidak cukup mengantikan kabar juara ke Jakarta. Kebanggaan akan tim, kemampuan bermain, dan nama besar. Rasanya menjadi hal langka untuk menemui mereka di jaman seperti ini. Dengar-dengar badai cidera sedang menghantui kamu? Saya harap ini hanya sekedar isu. Liga sebentar lagi bergulir, kebersamaan dalam bermain saja belum telihat, bagaimana kedepannya nanti?

Kritikan datang menghujani manajemen, pelatih, dan pemain. Semata-mata karena saya dan mereka sayang kepadamu. Kami memang terlihat “keras”, tapi percayalah tak selamanya cinta itu efektif dengan kelembutan. Harus ada pacuan, cambukan, bahkan jika perlu dengan makian. Saya rindu mendengar kabarmu yang baik. Sebuah kemenangan, pemain dalam keadaan baik. Bahkan kalau bisa kabar juara, Bukan kalau tapi harus! Tapi juara itu kata kerja, harus ada perlakuan, bukan sekedar teriakan. Tampilkan saja permainan mu yang maksimal, raihlah kemenangan atau jangan kalah di setiap aksimu, dan tidak perlu terlalu banyak bicara. Percayalah proses tidak akan mengkhianati hasil yang didapatkan.

Layaknya sebuah perjalanan disebuah lautan lepas, pada akhirnya nakhodai perahu bersandar tepat di dermaga. Walaupun ombak tajam senantiasa menghadang jangan lantas membuat goyang dan tenggelam. Lalu, siapkah kamu Persija? Apabila ditanya kembali tentang kabarmu, tentunya kamu siap menjawabnya dengan sebuah perkataan dan hasil, juara!

Penulis  :  Elke



One Comment

  1. Avatar

    Rani

    March 14, 2015 at 16:43

    Kami rindu akan juara :’)

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru