JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

PSG dan Persija Memperlihatkan Kemiripan Prancis dan Jakarta

Kota Jakarta dan Paris di Prancis ternyata memiliki kemiripan. Percayakah Anda?

JakOnline – Kota Jakarta dan Paris di Prancis ternyata memiliki kemiripan. Percayakah Anda? Pasti banyak yang meragukan pernyataan ini. Bagaimana mungkin Paris yang dikenal sebagai kota teromantis sedunia berkat keindahannya disamakan dengan Jakarta yang semrawut?

Dalam hal tata kota dan kondisi wilayahnya, hal itu tidak bisa disangkal. Tapi, dalam situasi situasi sosial kultural masyarakatnya, Paris dan Jakarta memang mempunyai kesamaan.

Keberadaan dua klub sepak bola di masing-masing kota bisa menjadi salah satu tolok ukur. Jakarta memiliki Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini merupakan salah satu klub elite di Indonesia. Nama besarnya selalu diperhitungkan dalam sepak bola negeri kita.

Paris tidak mau kalah. Mereka memiliki Paris Saint-Germain yang kini menjadi klub bergelimang uang. Berkat itu, PSG mampu mengumpulkan para pesepak bola bintang seperti Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani di dalam timnya. Tak heran, akhir-akhir ini, Les Parisiens mendominasi Ligue 1 di Prancis.

Akan tetapi, di balik kemilau dan nama besarnya, Persija dan PSG ternyata belum sanggup memaksimalkan potensi dalam segi jumlah pendukung. Lihat saja, PSG dan Persija bukanlah klub dengan jumlah suporter terbesar di negeri masing-masing.

Hasil survei Ifop pada 2009 bisa menjadi rujukan kondisi di Prancis. Ifop menemukan bahwa klub sepak bola yang paling didukung di sana adalah Olympique Marseille. PSG hanya berada di tempat kedua.

Sementara itu, di Indonesia belum pernah ada survei mendalam tentang jumlah dukungan terhadap sebuah klub sepak bola. Namun, terlihat jelas bahwa klub-klub lain seperti Persib Bandung, Arema Cronus, dan Persebaya Surabaya memiliki jumlah pendukung yang tak kalah besar dibanding Persija Jakarta.

Untuk menentukan kepastiannya memang harus dilakukan riset mendalam. Tapi, dukungan untuk Macan Kemayoran terlihat tidak maksimal jika melihat potensi penduduk yang ada di Jakarta. Ingat, Jakarta adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Seharusnya hal itu bisa membuat suporter Persija jauh lebih besar dibanding klub-klub sepak bola lain di Indonesia.

PSG ternyata bernasib sama seperti Persija. Paris adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Prancis. Itu semestinya juga dapat menjadikan Les Parisiens sebagai klub dengan jumlah pendukung terbesar di Negeri Menara Eiffel. Tetapi, kenyataan yang terjadi tidak demikian. PSG dan Persija belum bisa menjadi klub sepak bola bersuporter terbesar di negara masing-masing.

Ikatan Emosi Penduduk Minim

Ada beragam hal yang melatarberlakanginya. Tapi, ikatan emosi penduduk dengan tempat tinggalnya yang minim bisa menjadi jawaban persoalan Persija dan PSG.

Jakarta dan Paris sama-sama berstatus sebagai ibukota negara. Jakarta menjadi pusat segalanya bagi Indonesia. Sementara itu, meski tidak sesentral Jakarta bagi Indonesia, Paris juga krusial bagi Prancis.

Kedua kota itu akhirnya bagaikan gula bagi para semut. Paris dan Jakarta menarik orang untuk datang mencari penghidupan. Mereka akhirnya juga tinggal di sana. Namun, di mata kaum urban tersebut, Jakarta dan Paris bukanlah “rumah”. Mereka masih cenderung terikat dengan daerah asalnya masing-masing.

Les Miroir des Sports pernah memberikan ulasan menarik tentang kondisi Paris. Mereka menuding Paris sebagai kota yang ramai tapi tidak punya ikatan. “Paris sekarang hanya menjadi pusat konsentrasi orang-orang dari kota kecil. Paris sudah kehilangan karakternya sendiri,” tulis mereka.

Kondisi di Jakarta tidak jauh berbeda. Orang tetap sering menyatakan diri berdasar daerah asal dibanding domisilinya. Simpel saja, mudah ditemui seseorang yang ditanya berasal dari mana di Jakarta. Padahal, dia sudah jelas-jelas tinggal di sana.

Situasi seperti ini tidak menguntungkan bagi Persija dan PSG. Meski punya kemampuan besar yang dibutuhkan menjadi sebuah klub bersuporter terbesar di negeri masing-masing, mereka belum bisa melakukannya. Ikatan emosi yang minim antara penduduk dan kota yang ditinggalinya menyulitkan perkembangan maksimal suporter Macan Kemayoran dan Les Parisiens.

Penulis : Asis Budhi Pramono
Sumber : nationalgeographic.co.id
Foto : istimewa



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru