JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Keheningan Dalam Keramaian (Stadion Utama Gelora Bung Karno)

JakOnline – Sabtu, 25 Juli 2015 nanti Indonesia khususnya Jakarta kedatangan AS Roma, dalam rangka “tur asia” secara umum menyebutnya, Kita mengetahui dalam pemberitaan di media sebelumnya AS Roma sudah berencana menghadapi Persija, namun hal itu batal karena adanya sanksi FIFA.

AS Roma datang dengan paket full-team dengan skuad 32 pemain bahkan diluar skuad utama pun dibawa ke Jakarta. Dengan tajuk #ASRomaDay2015 kedatangan mereka bagi Pecinta AS Roma jelas sebagai hiburan,tetapi bagi mereka yang merindukan klub lokal mungkin bisa menjadi kecemburuan sosial. Bagaimana tidak gemuruh di Gelora Bung Karno yang terakhir kali dirasakan pada saat Indonesia U-22 tampil di kualifikasi Piala Asia U-22 pada Maret silam. Saat ini justru hadir dengan keramaian tanpa tim lokal.

Terlebih, bagi pecinta Persija tentu ingat terakhir kali Gelora Bung Karno sangat penuh oleh atribut oranye tentunya pada laga melawan Persib 10 Agustus 2014 lalu yang berakhir dengan hasil “kacamata”. Sejujurnya saya jarang menonton Persija secara langsung, lebih tepatnya terakhir kali menonton Persija pada Maret 2010 (melawan Persipura) di GBK. Terakhir datang ke Gelora Bung Karno pun pada laga pra-musim Juventus melawan ISL All-Star pada Agustus tahun lalu yang penuh dengan chant ala Italia dan flare yang berkobar.

Jika ditarik kembali menyaksikan timnas Indonesia bertanding pada laga resmi FIFA pada Juni 2013 (vs Belanda). Karena praktis setelah laga (Friendly Game) melawan Belanda pada 2013, Indonesia yang pada saat itu terkena larangan mengadakan pertandingan tanpa penonton di Kualifikasi Piala Asia 2015 karena flare dipertandingan melawan Arab Saudi.

Seolah Gelora Bung Karno mempunyai tempat untuk tim luar tetapi tidak untuk tim lokal, mungkin itu yang ada dibenak mereka yang merindukan atmosfer Persija maupun Indonesia. Kita tidak bisa melarang siapapun untuk menggunakan Gelora Bung Karno, bahkan mereka yang diluar sepakbola pun berhak menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (sesuai prosedur penggunaan yang ditetapkan).

Stadion Gelora Bung Karno selalu hangat ketika menyambut siapapun termasuk tim sepakbola luar yang datang untuk bertanding di sini. Karena dalam sejarah, Gelora Bung Karno dibangun sebagai kelengkapan sarana dan prasarana Asian Games 1962 dan dalam perkembangannya menjadi stadion nasional yang selalu menjadi tempat menjamu tamu yang hadir untuk bertanding maupun menghibur.

Kedatangan AS Roma mempunyai banyak sisi, dalam sisi bisnis ini adalah ‘keharusan’ mereka (AS Roma) sebagai sebuah brand untuk menyerap pasar yang ada yaitu fans AS Roma di Indonesia. Sisi olaharaga, anggap ini hiburan sebagai pelepas dahaga akan atmosfer Sepakbola khususnya di Jakarta. Meski bukan Persija atau tim Indonesia yang bertanding.

Satu yang harus kita ketahui, Jakarta dan Stadion Gelora Bung Karno akan selalu hangat dalam menyambut tamu. Karena di Ibukota ini lah tolak ukur bangsa Indonesia dilihat. Karena dalam industri sepakbola saat ini, sangat lazim tim luar mengadakan pertandingan diluar negara nya tanpa harus tim tuan rumah ikut dalam pertandingan. Mungkin kita yang belum terbiasa dengan hal tersebut

Jadilah tuan rumah yang hangat untuk tamu dari luar, meski harus hening dalam keramaian. Sambil membayangkan suatu saat Olimpico di Roma penuh dengan orang-orang Indonesia.

Selamat Datang di Jakarta dan Gelora Bung Karno II Capitano (Fransesco Totti) dan kawan-kawan.

Ini Kandang Kita!
Salam.

Penulis : Yudhistira Haryo Nurresi Putro
Foto : Nine Sport



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru