JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Hari “Kalahnya” Stadion Menteng

JakOnline – Pagi hari Rabu, tepat di tanggal 26 Juli 2006, sebuah stadion tua sudah mulai bersiap untuk menerima ‘kekalahannya’. Kalah? Apa stadion itu ikut bermain sepak bola? Apa stadion itu semacan setan yang bisa bergerak? Ohhh, bukan saudaraku, stadion itu menerima kekalahannya untuk tetap ada dan berdiri diantara megahnya pembangunan Ibu Kota bernama Jakarta.

Lalu, kenpa dengan stadion itu? Apakah stadion itu semcam tempat skate park sehingga harus terus ada? Oh bukan juga sebagai tempat skate park, tetapi stadion itu punya kenangan hebat bagi sebagian orang. Jika penasaran dengan namanya, stadion itu punya nama Stadion Persija. Sebuah rumah dimana tim sepak bola Persija berteduh dan bermain.

Jakarta memang sebuah kota yang berkembang maju dan tidak pernah sepi dari jaman Engkong kita punya Engkong lagi. Sebuah kota yang ramai akan lalu lalang orang, plus terjadinya perputaran ekonomi membuat sebagian besar penghuninya memakai adat ‘yang kuat yang bertahan’.

Coba lihat, saat ini berapa banyak populasi orang asli Jakarta, dalam artian etnis Betawi dan orang-orang non Betawi yang sudah turun temurun tinggal dan buang aer besar di Jakarta sejak jaman dahulu? Kini, Jakarta sudah mulai berganti generasi penghuninya. Beberapa penghuni lama sudah mulai melangkahkan kaki ke pinggiran demi tetap bisa bertahan hidup. Mereka meninggalkan warisan yang mereka punya sejak kecil atau jauh sebelum mereka lahir.

Begitu pula dengan sarana olah raga, khususnya lapangan sepak bola. Stadion-stadion tua kini tinggal cerita atau lebih tepatnya benda mati yang meninggalkan cerita. Itu masih beruntung kelihatan wujudnya. Coba lihat Taman Menteng, dan tanyakan zaman dahulu taman itu berwujud apa sama anak-anak muda yang sekarang duduk-duduk . Bisa jadi pria muda klimis, dan berjenggot model masa kini seperti ‘Wak Doyok’ akan gelagepan menjawabnya.

Pastinya, Stadion Persija alias Menteng sudah agak banyak yang melupakannya. Bahkan tak jarang tidak tahu sama sekali bahwa Taman Menteng dulu sebuah lapangan sepak bola. Mereka-mereka tidak salah, karena mereka pasti tidak mendapat pelajaran tentang sejarah Persija. Namun, sangat disayangkan jika ‘orang-orang’ besar yang bersinggungan langsung dengan kota Jakarta dan Persija juga ikut-ikutan lupa atau sengaja menutupi sejarah kotanya. Broh…. sengaja melupakan sejarah atau menutupinya, itu benar-benar bahaya buat generasi di bawah, brooh.

Sebetulnya, apa sih itu Stadion Persija atawa Stadion Menteng?

Stadion Menteng adalah salah satu stadion tertua di Jakarta. Stadion Menteng awalnya bernama Viosveld yang dibangun pada tahun 1921. Pertama kali dirancang mengikuti rancangan awal kawasan Menteng oleh PAJ Moojen, dan diteruskan oleh arsitek bernama FJ Kubatz.

Selain membangun kawasan elite Menteng di Batavia, FJ Kubatz juga tak lupa membangun lapangan sepak bola. Kebetulan klub Vios (Voorwarts Is On Streven) bermukin di kawasan elit tersebut, maka jadilah lapangan itu bernama Viosveld atau lapangannya Vios.

Seiring kemerdekaan Indonesia, lapangan Menteng beralih fungsi menjadi lapangan untuk Persija. Pemberian Menteng untuk Persija diberikan langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Dari Stadion Persija di Menteng itu, Macan Kemayoran mampu melahirkan pemain-pemain hebat dalam sejarah sepak bola Indonesia. Soetjipto Soentoro, Kwee Tek Liong, Yudo Hadiyanto, Surya Lesmana, Iswadi Idris, Oyong Liza, Anjas Asmara, Andi Lala, Sofyan Hadi, Adityo Darmadi, Tonny Tanamal, hingga Bambang Pamungkas besar di stadion tengah kota ini.

Beberapa pertandingan-pertandingan penting Persija maupun kompetisi nasional kerap hadir di Stadion Menteng. Tak hanya tempat bertanding, Menteng pada jaman jayanya menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar Persija, baik itu pemain, pelatih, pengurus klub anggota, sampai pendukungnya.

Sedangkan Menteng di zaman Persija susah, juga menjadi tempat para penikmatnya bersenda gurau atau sekedar bernostalgia dengan atmosfir Menteng, sekaligus melihat tunas-tunas muda Persija memainkan si kulit bundar, seperti zaman mereka dahulu.

Soerjadi Soerdirja Pertahankan Menteng

Nasib tinggal di Jakarta, tentu tak lepas dari ancaman penggusuran. Tahun 2006, setelah Persija kehilangan warna Merah-nya, surat kepemilikan Stadion Menteng secara ajaib menjadi milik Pemeritah Porvinsi DKI Jakarta. Stadion pemberian Ir Soekarno kepada Persija itu, kemudian resmi menjadi milik pemeritah kota setelah Persija dikuasai oleh rezim gubernur Sutiyoso.

Pernah suatu ketika Stadion Menteng diincar pengusaha untuk mendirikan sebuah pusat perbelanjaan atau yang kita kenal dengan mall. Akan tetapi, proposal penawaran tersebut, ditolak mentah-mentah oleh gubernur saat itu, Soerjadi Soedirja. Alasannya adalah, Stadion Menteng itu menjadi daerah resapan air, lalu untuk evakuasi VVIP jika negara dalam bahaya, dan untuk pendidikan khususnya sarana olah raga.

Bahkan dalam surat kabar Kompas pernah dituliskan bahwa penolakan Soerjadi itu sangat jelas, yakni Jakarta butuh lapangan sepak bola. Jika Menteng dirubuhkan dan dijadikan pusat perbelanjaan, maka satu lapangan sepak bola tertua di Jakarta akan hilang. Maka di era Soerjadi, gagal pula pihak pengembang menyulap Stadion Menteng menjadi Mall.

Menteng yang Dilepas Sutiyoso

Hari berganti hari, tahun berganti tahun dan kini Honda pun sudah mengeluarkan varian baru seperti Brio dan Fredd. Namun, pesan Soerjadi Soedirja yang ingin mempertahankan Stadion Menteng, seperti tinggal pesan saja. Karena di tahun 1997 saat gubernur penerus Soerjadi dilantik, arah untuk merubah identitas Persija sudah mulai dirintis. Gubernur baru Jakarta itu akhirnya menyulap Stadion Menteng nan legendaris itu menjadi sebuah taman.

Bukan tanpa pertentangan, jika Menteng akhirnya rata dengan tanah. Beberapa hari sebelum penggusuran. Para tokoh teras Persija, seperti Biner Tobing, Sjahril Gani, Kasdiono, sampai Bambang Soetjipto pun turun untuk mempertahankan Stadion Persija dari hadangan aparat-aparat pemerintah kota Jakarta.

Pemerintah kota DKI Jakarta berdalih bahwa penggusuran Stadion Menteng harus dilakukan karena terdapat beberapa pelanggaran. Misalnya, beberapa kios yang disinyalir menjadi kepentingan pribadi, lalu lorong-lorong stadion yang dijadikan tempat tinggal beberapa keluarga sampai keinginan pemerintah membuat lahan parkir yang nanti dananya masuk ke kas kota Jakarta.

Hal tersebut juga ditentang oleh warga Menteng. Banyak yang tidak setuju kalau lahan Stadion Persija akan dijadikan gedung parkir, karena akan membuat semacam polusi suara yang meraung-raung dari erangan mobil dan juga motor.

Tetapi apalah daya, pertahanan para pejuang Menteng pun tumbang juga. Tepat tanggal 26 Juli 2006, Persija kehilangan salah satu rumah terbaiknya dalam sejarah. Ironisnya, Pembina Persija yang juga gubernur DKI, Sutiyoso mengacuhkan pesan Soerjadi Soedirja agar tidak melepas Stadion Menteng. Stadion Menteng, harus runtuh di tangan Pembinanya sendiri.

Pukul 7.30, dipimpin Walikota Jakarta Pusat, Muhayat dan wakilnya, Dadan Effendy plus Kepala Dinas Trantib Jakarta, Haryanto Bajuri mulai melakukan ‘pembredelan’ Stadion Menteng. Dengan mengerahkan 1000 petugas Trantib, 250 petugas kantor Walikota Jakarta Pusat, dan 450 petugas Pemprov DKI Jakarta, akhirnya keperkasaan Menteng rubuh juga.

Ribuan kenangan mendadak hilang dan menjadi hingar bingar petugas menghancurkan kayu-kayu serta tembok stadion. Stadion yang di era 1960-1970an tergolong elit ini, pasrah menghadapi kehancuran yang dilakukan oleh ‘orang besar’.

Kini, Stadion Menteng sudah beralih fungsi. Bekas stadion pun sudah tidak terlihat lagi dan telah berubah total menjadi tempat berkumpulanya warga Jakarta. Meski demikian, kenangan akan Stadion Menteng membekas di hati para pencinta Persija. Karena tidak akan mudah menghilangkan nostalgia Persija di stadion yang kurang lebih 45 tahun menemani perjalanan Macan Kemayoran. (Legendary1928/JO)

Selamat jalan, Stadion Menteng…

*untuk semua kenangan sepak bola yang pernah hadir di Stadion Menteng.



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru