JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Surat Terbuka Untuk Pak Ahok

Yang Terhormat, Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M

Saya hanya satu dari sekian puluh ribu Jakmania suporter Persija Jakarta. Izinkan saya membahas beberapa perkataan Pak Ahok dibeberapa media mengenai Persija dan Jakmania menjelang dan pasca Final Piala Presiden.

Dari hal yang mungkin paling mudah bisa dilakukan oleh seorang Gubernur, terlebih pemimpin daerah sebuah Ibukota dimana semua aktifitas ekonomi ada disini. Bis Persija, bapak bilang dalam sebuah kutipan media online dibawah ini :

http://news.detik.com/berita/3047226/sekjen-jakmania-diamankan-polisi-ini-reaksi-ahok

Ahok meminta kepada Jakmania untuk bisa mengambil hal-hal positif dari kedatangan Persib Bandung semalam. Setidaknya Ahok merasa ‘tersentil’ dengan memiliki bus sendiri untuk mengangkut tim asal Bandung tersebut.

“Harusnya anak-anak muda remaja Jakmania kalau lihat Persib gitu hebat, saya lihat dia lewat gitu ya ‘Wah hebat banget nih Persib, busnya semua (milik mereka)’. Saya sebagai Gubernur Jakarta juga mendambakan ada bus yang hebat (milik) Persija dong,” kata dia.

Sekali lagi, saya garis bawahi “Saya sebagai Gubernur Jakarta juga mendambakan ada bus yang hebat (milik) Persija dong,” kata dia. Pak Ahok yang saya hormati, jika memang bapak menginginkan Persija Jakarta memiliki alat transportasi sendiri (BIS), kenapa tidak di fasilitasi? Maaf jika saya sok tau, tapi menurut nalar saya Pemprov DKI bisa berperan disini. Bukan hanya sekedar mendengar ataupun membaca ocehan bapak saja di media, kami (Jakmania) sesungguhnya butuh hal nyata yang bisa kami lihat dengan mata kepala kami sendiri.

Kenapa saya bilang Pemprov DKI bisa berperan dalam pengadaan BIS Persija? Berapa banyak Perusahaan-Perusahaan Bis, Travel ataupun transportasi darat yang memiliki usaha di Jakarta? Apa bapak tidak bisa langsung mengajukan satu aja dari sekian banyak perusahaan tersebut untuk bisa memberikan bis untuk Persija. Tentunya dengan perjanjian kerjasama yang menguntungkan juga buat perusahaan bis tersebut.

Masih mengenai Bis Persija, Desember 2011 kami (Jakmania) pernah menggagas sebuah program pengumpulan dana untuk perbaikan Bis Persija. Memang pada awal kami memulai tersebut Pak Ahok belum menjadi pejabat di DKI, tapi setidaknya ada usaha yang kami lakukan ketimbang hanya berbicara saja yang mungkin sudah bisa dilakukan anak ketika memasuki usia 3-4 tahun. Aktifitas ini pun pernah kami sampaikan pada saat bertemu Pak Ahok di Balaikota, 26 Desember 2012. Kala itu saya kebetulan juga hadir.

Video 26 Des 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama menerima Jak-Mania

Kegiatan ini memang belum sesuai dengan harapan, tidak begitu banyak yang bisa dikumpulkan. Total Rp.4.500.000 hingga Februari 2015 uang tersebut kami tarik untuk diberikan kepada salah satu rekan kami Jakmania Cikampek yang mengalami musibah (tentunya dengan kesepakatan bersama). Meskipun belum sukses, sekali lagi kami sudah berkarya nyata pak.

Selanjutnya, ada pernyataan Pak Ahok yang cukup mengejutkan saya dan juga teman-teman Jakmania, seperti di kutip dalam salah satu portal media online dibawah ini :

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/10/18/16151441/Kecewa.dengan.Persija.Ahok.Ajak.The.Jakmania.Bentuk.Jakmania.FC
Harusnya anak muda di Jakarta, kalau Persija enggak beres, kita bikin Jakmania FC bila perlu,” kata Basuki lagi.

Saya mungkin agak sedikit mengerti arah pernyataan Pak Ahok di berita tersebut. Kita sama-sama ketahui manajemen Persija tidak berjalan baik, beberapa kali terjadi penundaan pembayaran kewajiban kepada pemain. Sampai pada ujungnya Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta ingin mengelola Persija langsung di bawah Pemprov DKI. Wacana mengemuka ditunjuklah PT. Jakarta Propertindo untuk bisa mengambil alih kepemilikan Persija Jakarta yang di pegang Ferry Paulus sebagai Presiden Klub sekaligus pemegang saham mayoritas PT. Persija Jaya Jakarta.

Waktu demi waktu berjalan, rencana hanya tinggal rencana sampai tulisan ini rilis keinginan Pak Ahok tidak jua terlaksana. Saya yang juga mengikuti perkembangan wacana akuisisi ini pun cukup memahami kesulitan ataupun keenganan Pak Ahok mengambil alih Persija dengan harus membayar kewajiban utang senilai 76 M. Sebuah angka yang sangat fantastik memang.

Tapi bukan itu fokus saya, lebih kepada kalimat ajakan Pak Ahok untuk membentuk Jakmania FC. Perlu bapak ketahui, sejarah terbentuknya Jakmania berdiri karena Persija Jakarta, bukan yang lain. Siapapun dan apapun nama klubnya di luar Persija Jakarta, tentu bukan Jakmania pendukungnya. Pak Ahok pahami dasarnya itu dulu baru bisa berbicara lebih lanjut.

Bapak tentu masih ingat ketika dalam masa kampanye sebelum menjadi DKI 1-2 kala itu bersama Pak Joko Widodo sebelum menjadi Presiden. Ada salah satu dari sekian banyak janji kampanye yang disampaikan, salah satunya pembangunan Stadion BMW yang bisa digunakan Persija Jakarta sebagai kandang. Dari rencana tahun 2012 hingga saat ini di 2015, mana pak Stadionnya?

Memang membangun stadion tidak bisa dilakukan sehari semalam seperti yang dilakukan Sangkuriang kala membuat Tangkuban Perahu. Beragam masalah menghantui termasuk yang paling rumit adalah pembebasan tanah. Dalam perkembanganya pun, saat Pak Ahok masih menjadi Wagub ataupun sudah menjadi Gubernur, janji tersebut masih terus mengemuka terutama celotehan Pak Ahok di media. Kami tak butuh itu pak, yang penting Stadion tersebut berdiri dan bisa di gunakan Persija Jakarta dalam aktifitas sepak bola. Selayaknya janji seorang lelaki terlebih Pak Ahok adalah pemimpin tentu saja haruslah ditepati apapun dan bagaimanapun Pak Ahok mewujudkannya. Lelaki hanya berbicara sekali dan perkataan sekali ada janji.

Karena bagaimana bisa terlihat prestasi yang di inginkan (yang kerap kali Pak Ahok utarakan di media) jika sarana dan prasana pendukungnya tidak ada. Satu hal, disini kita sebagai suporter Persija tidak merengek-rengek untuk dibuatkan stadion baru, karena sebenarnya kita hanya menuntut “rumah” yang dulu pernah ada dan hilang.

“Stadion BMW Riwayatmu Kini” http://jakonline.asia/2013/11/08/stadion-bmw-riwayatmu-kini/

Sebagai penutup, saya hanya ingin menghitung mundur masa jabatan Pak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jika tidak ada perubahan 2017 akan ada pemilihan orang nomor satu di Ibukota. Saya memang tidak begitu mengerti politik, tapi pergerakan Pak Ahok (meskipun mungkin bukan langsung dari Pak Ahok langsung, dan belum ada pencalonan resmi) sudah mulai terlihat. Kegiatan “KTP Gue Buat Ahok” menjadi “kampanye” yang secara tersirat mulai mengusung mendukung Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M untuk bisa kembali menjadi Kepala Daerah di DKI Jakarta.

Lalu apa hubungannya? Berbuatlah sesuatu karya nyata Pak Ahok untuk Jakarta dan Persija tidak hanya sekedar . Jadi jikapun nantinya terpilih lagi ataupun tidak, ada sesuatu yang Pak Ahok tinggalkan untuk warga dengan KTP DKI Jakarta terutama Jakmania yang bisa dibanggakan. Dari sekian banyak hal yang bapak bangun. Cukup wajar jika Pak Ahok melupakan hal semacam ini. Tapi bagi kami, ini adalah segalanya. Kami hanya mengingatkan, jika orang-orang disekitar bapak alfa dalam mengingatkan.

Penulis : Zani
Foto : SportSatu.com



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru