JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Persija itu Macan!!

Saya marah!
Saya kecewa!
Saya sedih!
Saya sakit hati!

JakOnline – Mungkin beberapa kalimat tadi adalah sebagian kecil dari sekian banyak testimoni pendukung Persija yang kecewa atas kepemimpinan para wasit yang (seharusnya) menjadi pengadil pada pertandingan 8 besar Piala Jendral Sudirman yang mempertemukan team Persija Jakarta melawan Mitra Kukar, sabtu pekan lalu.

Bukan tanpa alasan, jakmania pantas kecewa karena beberapa keputusan wasit yang dianggap.. Oh, maaf, bukan di anggap, mungkin lebih tepatnya SANGAT merugikan Persija Jakarta. Berawal ketika gemuruh Jakmania di stadion manahan yang “dipaksa” di berhentikan oleh wasit, karena mereka menganggap goal Emanuel Pacho Kenmogne yang membuat manahan “gempa bumi” tadi sudah berada dalam posisi offside.

Padahal, dilihat dari tayangan ulang televisi, jelas posisi Pacho masih JAUH di belakang pemain kedua terakhir mitra kukar saat Pacho menghajar bola muntah tepisan penjaga gawang Mitra Kukar hasil tendangan placing Aldi Al-Achya.

Dan saya yakin, bahkan Ayu Ting Ting yang tidak mengerti sepakbola pun pasti tau bahwa Pacho tidak sedang berada dalam posisi offside saat menceploskan bola ke jala Mitra Kukar.
Huft.. Dasar kamu, Sit.

Jika ada yang berkata, “seandainya goal Pacho ngga di anulir juga Persija tetep kalah 3 – 2”.
Hey, Teman. Ini sepakbola!
Drama dimana emosi akan meluap tanpa diminta,
Drama dimana pecundang bisa menjadi seorang pejuang,
Dan drama dimana kuatnya mental bisa hancur dalam seketika.
Sepakbola bukan hanya tentang kekuatan fisik dan hebatnya kaki, sepakbola juga tentang isi kepala yang tidak berhenti berkonsentrasi, dan pertahanan mental yang menjaga kekuatan sesungguhnya, yaitu hati.

Sebenarnya faktor “kalah mental” pun harusnya tidak bisa dijadikan alasan atas kekalahan Persija.
Dari segi animo penonton, jelas warna orange terlihat jauh lebih dominan di deretan tribun stadion Manahan Solo malam itu. Teriakan dan nyanyian yang menggema di stadion jelas milik Persija sepenuhnya.
Tapi faktanya, sekali lagi kami harus menerima macan kami di tundukan.
Taring macan hilang di Stadion Manahan.

Bisa bayangkan bagaimana remuknya hati kawan-kawan Jakmania yang ada di Manahan malam itu?
Mereka yang tak pernah lelah meneriakan PERSIJA JAKARTA sepanjang pertandingan!
Mereka yang tidak pernah membiarkanmu berjuang sendirian!
Mereka yang rela menempuh ratusan kilometer meninggalkan ibukota demi berada disampingmu!
Persija, buatlah kami bangga. Jangan mau dikalahkan!
Kalian itu macan, kalian itu macan, kalian itu macan!!

Masih ada 2 pertandingan di babak 8 besar, harapan itu masih ada.
“Bertanding jangan main-main, karena kami mendukung tidak pernah main-main.” -Jakmania-
Berikan yang terbaik untuk kami dan Jakarta. Kami saja bosan melihat seringnya kalian dikalahkan, apa kalian yang dikalahkan tidak merasa bosan? Jangan bicara juara jika menang saja malas, jangan bicara prestasi jika kalah kalian jadikan tradisi, dan jangan bicara materi jika piala saja enggan kalian beri.

Setiap kekalahan pasti menyakitkan. Jika ingin merasakan sakit hati yang sakitnya melebihi disakiti oleh apapun, cintailah sepakbola. Tapi, Pejuang bukanlah orang yang menyerah ketika terjatuh! Pejuang adalah mereka yang diam sejenak ketika terjatuh, mengusap air matanya, lalu kemudian mengangkat pedangnya lagi dan bertarung kembali.

Terlepas dari buruknya kepemimpinan wasit malam kemarin, gue tetep yakin dan percaya;
“Persija itu Macan! Dia tidak menangis dan merengek ketika terjatuh, dia pasti berdiri dan kembali berlari menerkam semua musuh”

Persija, untukmu kami ada.
Persija, kami tetap bangga!

Penulis : Vicky

Foto : persija.co.id



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru