JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Keresahan Yang Masih Sama

JakOnline – Tulisan ini gue tulis berdasarkan akumulasi emosi yang tertumpuk, Keresahan lama yang seketika muncul karena ada pemicu. Pemicunya masihs ama, sepakbola. Ketika gue memutuskan keluar dari kamar, sebenarnya gue selesai nonton salah satu recorded match di kanal youtube yang semalam gak sempat ditonton.

Adalah partai semifinal leg 2 antara Semen Padang vs Pusamania Borneo yang berlangsung di Padang, dimana tuan rumah butuh menang besar untuk mengamankan asa ke GBK. Pertandingan berjalan alot, jual beli serangan hingga hujan kartu sampai memunculkan SPFC sebagai pemenang sehingga berhak berlaga di semifinal turnamen tersebut, turnamen yang juga diikuti Persija, namun harus puas hanya sampai di fase 8 besar.

Gue lahir dan besar disini (walaupun tepatnya di pinggirannya), Di kota dimana Persija bernaung, The City of Tigers. Hati gue pun terikat disana, persis disamping Macan Kemayoran, sebagai pendukungnya yang setia.

Bukan kebetulan juga, gue bersuku Chaniago, suku dari Peranakan asli Minangkabau, sehingga Semen Padang punya kedekatan emosional yang dekat. Selain Persija Jakarta dalam diri gue. Dan bukan kebetulan juga gue merupakan Mahasiswa tingkat akhir dari salah satu universitas di Padang, rumahnya Kabau Sirah. Tapi, bukan ini yang jadi fokus tulisan.

Pertandingan semalam (atau yang baru saja selesai gue tonton di youtube) berhasil membuat gue tertegun. Dimana tim tuan rumah mampu membalikkan keadaan menjadi berada diatas angin dan memastikan lolos. Riuh rendah suara supporter dan pacuan semangat mereka benar-benar terefleksi dalam pertandingan. Suatu sinergi yang indah, dan penawar dahaga bagi para penikmatnya.

Sekali lagi gue tertegun, dimana M. Nur Iskandar dan James Koko Lomell yang pernah memperkuat Persija di turnamen sebelumnya bermain dengan spirit yang lain, berbeda ketika mereka mengenakan lambang monas yang juga kita kenakan. Ada apa? Ada apa denganPersija kita?

Gue tertegun bukan sekali ini saja, sebelumnya gue pernah mengirimkan artikel dengan bahasan yang serupa ke jakonline.asia dengan judul “Maafkan kami kawan, Kami Juara!!”, artikel yang gue angkat 2013 silam (saat itu juaranya Persipura Jayapura). 3 tahun sejak tulisan itu, keresahan gak serta merta berubah pada hari ini. Gak peduli ada tagline-tagline penyemangat seperti akan mengembalikan kejayaan Persija yang tiap musim didengung-dengungkan.

Terlepas memang penyelenggaraan kompetisi yang tidak jelas dalam waktu belakangan. Bahkan, saat gue buat tulisan itu, gue gak pernah menyangka kalau akhirnya tim tetangga kita nyalip dengan jadi juara di akhir liga yang membuat gue tertegun sekali lagi karenanya.

Nyangka mereka juara? Mikirin aja gue ogah! Tapi, Apa ya rasanya juara? Atau setidaknya hampir juara seperti tahun 2005 yang pada akhirnya kita hanya jadi runner-up di dua kompetisi? Apa gue yang lahirnya kelamaan? Atau kelamaan suka bola? Sehingga telat liat Persija pas lagi garang-garangnya?

Gue udah bukan resah lagi, udah bukan sedikit cemas banyak rindunya lagi, gue gregetan. Mungkin kalau ada kategori supporter Persija yang paling banyak nuntut tapi gak ngelakuin apa-apa, mungkin gue masuk nominasinya, atau bahkan jadi pemenangnya. Tapi gue rasa, bukan gue doang yang ngerasa kaya gitu, jadi kita pemenang nominasinya bareng-bareng lah ya. Keresahan kita bareng-bareng yang sebenernya tanda cinta yang nyata ke klub kebanggaan.

Pada akhirnya, tulisan gue ini bukan tulisan ilmiah, gak ada fakta-fakta menarik didalamnya. Isinya Cuma uneg-uneg bocah yang gatau apa-apa. Bocah yang bangga menjadi bagian dari salah satu organisasi supporter terbesar di tanah air, juga bocah yang punya mimpi besar terhadap klubnya, Persija.

Sedikit ngutip apa yang gue tulis di 2013 lalu, “If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done”. Kutipan dari Thomas Jefferson ini bakal gue sedikit ubah jadi “Kalau Persija mau dapetin apa yang diinginkan, ya harus rela berkorban ngelakuin apa yang gak pernah tuntas.” Apa yang gak pernah tuntas? Tergantung perspektif dan pandangan pembaca masing-masing.

Penulis : Rafi Fauzan
Foto : JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru