JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

I’m not backpacker, I’m travelling fans

Part 2 (kereta itu membawa kita kemana saja)

JakOnline – “Awas pegaden siap-siap, brakkkkkkkk!!!” Belum sempat menoleh kaca disamping sudah retak dihantam batu, perlahan mencoba beranikan diri untuk mengintip kondisi diluar apa daya batu semakin banyak bertebangan. Pegaden adalah nama daerah di Subang, daerah tersebut menjadi terkenal karena setiap tour tandang daerah itu menjadi arena “lempar jumroh” pendukung tim dari Bandung.

Selepas Pegaden semua saling mengecek kondisi, beberapa ada yang terkena pecahan kaca, ada juga yang pelipisnya sobek, penumpang umum sudah lebih dahulu dipindahkan ke gerbong depan karena takut jadi korban. Masa itu adalah masa indah dan seru menaiki kereta dalam lawatan “travelling fans”, tiket murah, bisa dibeli on the spot, duduk semaunya termasuk di dalam WC dan bordes, menjadi seru karena baik pergi dan pulang kaca kereta pasti “disambut”.

Kereta jadi moda transportasi favorit supporter bola di Jawa karena bisa menghubungkan satu kota ke kota lain. Malam itu ada sekitar 5 (lima) gerbong menuju Solo dalam rangka 8 besar Liga Indonesia. Di sudut-sudut gerbong beberapa orang masih asik bercerita, tentang pasangannya yang ditinggal tandang, mereka yang sudah diberi peringatan dari kantornya karena terlalu sering bolos atau remaja tanggung yang ditelpon orang tuanya karena tak izin untuk pergi tandang. Sesekali mereka tuang minuman dan pembicaraan menjadi semakin cair, “eh jak darimana?” Tanya pemuda dari Priok, pertanyaan seperti itu menjadi pembuka pembicaraan. “mainlah ke daerah gua kalo lagi lewat” hal tersebut hanya contoh kecil jika bertandang bukan soal dukung-mendukung, loyal atau tidak loyal saja, lebih dari itu tandang menyatukan kita semua.

“Kopi-kopi, susu, pop mie, kacang, tarahu” ucap penjual asongan, beberapa memesan kopi dan yang lain tidur dalam suasana hangat di kolong-kolong bangku, dan beberapa “nemplok” di atas kabin. Waktu masih menunjukan pukul 03.00 dini hari dan kereta terus melaju menuju kota tujuan. Tiba di stasiun semua diangkut dengan beberapa truk yang nampaknya lebih modern daripada truk yang biasa mengangkut supporter Persija di Semarang, mengingatkan truk-truk di film warkop DKI.

Di Solo supporter Persija ditempatkan di sebuah pendopo untuk beberapa hari ke depan, makan minum dan tidur semua dilakukan di pendopo dekat keraton solo. Angkringan jadi menu favorit karena harganya murah, selepas pertandingan pertama ada yang pulang ke Jakarta adapula yang lanjut dengan modal yang semakin pas-pasan. Saling subsidi adalah konsekuensi logis dari kantong yang cekak, menu makanan pun semakin hari makin ala kadar demi tetap bertahan.

Lagi-lagi Travelling Fans bukan sekedar bentuk kesetiaan pada tim dukungan, lebih dari itu. Sayup-sayup nyanyian terdengar lantang “berjuta kali Persija beraksi bagi ku itu langkah pasti…” Ya dengan langkah pasti kami berangkat ke Sidoarjo entah seberapa lama uang di kantong dapat bertahan…..

Sidoarjo here we come! ….. bersambung

Penulis : (Veranto-JO)
Foto : ist



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru