JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Bangun Dong Macan!

JakOnline-Menjelang pelaksanaan Indonesian Super Competition (ISC) Persija Jakarta melakukan persiapan yang kurang maksimal. Jika dilihat dari hasil Piala Bhayangkara yang diikuti oleh Macan Kemayoran hasilnya masih jauh dati sebuah tim yang siap untuk memenangkan pertandingan. Dari empat laga yang dimainkan, anak-anak asuh dari Paolo Camargo ini hanya menghasilkan satu kemenangan, dua kekalahan dan satu kali hasil imbang dengan hanya mencetak dua gol. Ini menunjukkan bahwa persiapan tim masih jauh dari harapan.

Jika mengingat Persija Jakarta merupakan tim yang memiliki sejarah panjang yang cukup kuat. Torehan prestasi mentereng di masa lalu rasanya kurang pantas jika melihat tim asal ibu kota tersebut selalu gagal meraih hasil maksimal. Ditambah lagi oleh dukungan supporternya yang tiada henti mendukung Persija dimanapun mereka berlaga merupakan kebanggaan tersendiri bermain di sebuah tim yang memiliki supporter yang fanatik dan loyalitas tinggi.

Dari tiga turnamen yang diikuti Ismed Sofyan cs selama pembekuan PSSI, cukup tampak bahwa permainan tim masih dibawah perform sesungguhnya. Prestasi terbaik hanya mencapai babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman, setelah tersisih oleh Mitra Kukar dan Semen Padang.

Apa yang sedang terjadi dengan tim yang pernah meraih sepuluh gelar tertinggi sepak bola di tanah air ini? Kinerja manajemen kerap kali dikritisi oleh para supporternya karena dianggap gagal membangun tim yang kuat dan siap juara. Masalah-masalah lain pun muncul akibat ketidak siapan manajemen dalam mengurus sebuah tim. Bukan rahasia lagi kalau para pemain kerap kali mengalami keterlambatan pembayaran hak para pemainnya. Dan hal terakhirlah yang bisa jadi salah satu alasan kuat kenapa Persija kerap gagal menjadi juara.

Saat ini bukan hal mustahil jika ingin berprestasi harus memiliki dana yang banyak dan skuad yang mewah. Jika melihat apa yang sedang terjadi di Liga Inggris saat ini, Leicester City mampu menjadi penyihir di musim 2015-2016. Klub tersebut berhasil berprestasi di salah satu liga terbaik di dunia. Padahal menurut pemberitaan di banyak media massa, para pemainnya tak ada yang digaji cukup mahal, masih kalah jauh dengan klub-klub lainnya. Tapi mereka selalu bermain layaknya seorang pemenang, dan hasilnya pun tak cukup mengecewakan. Sampai saat ini Leicester berada di puncak tertinggi.

Untuk saat ini, mungkin anak-anak muda Macan Kemayoran akan lebih memotivasi diri mereka untuk terus berlatih dan berlari membangun kepercayaan diri. Harusnya mereka percaya, bahwa Persija tim kuat dengan sejarah yang panjang. Semua pemain bisa mengukir prestasinya, tapi tidak semua anak muda mampu mengukir sejarah untuk sebuah tim yang memiliki nama besar.

Banyak yang mengatakan, bahwa seorang ksatria tak pernah ada di negeri yang sudah merdeka. Mereka berkelana untuk berjuang dan memerdekakan negeri-negeri yang terjajah. Jadilah ksatria di atas lapangan, yang mampu mengembalikan segala ketidakmungkinan. Bangun dong Macan!!!

Penulis : (Ahmad Fauzi-JO)
Foto : persija_jkt



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru