JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Romantika Jakmania

JakOn;line – Jakata, 9 April 2016. Pagi hari nya masih seperti biasa. Tanpa embun pagi dan tak ada burung bernyanyi, namun jutaan doa selalu terpanjatkan setiap pagi di Ibukota Negara ini. Doa para hamba dunia agar Jakarta selalu bersahabat di setiap langkah kakinya, doa para penghayal agar mampu sedikit saja melunakan kerasnya ibukota, dan doa para penguasa agar suatu saat Jakarta terkepal erat di tangan mereka.

Menjelang siang ada yang sedikit berbeda, ketika mulai berlalu lalang kelompok-kelompok remaja dengan berbusana serba berwarna orange, dengan bendera-bendera, dengan syal melingkar di lehernya.

Ada apa dengan Jakarta?
Apakah ini konvoi sekelompok pendukung partai politik? Salah!
DEJAVU di siang hari, pemandangan seperti ini seperti sering terjadi. Wajar saja kami hampir lupa, karena pemandangan seperti ini sudah tak pernah terlihat lagi di ibukota satu tahun lamanya. Kelompok pemuda dengan syal bertuliskan Persija, dengan lambang monas di setiap atributnya, dan dengan nyanyian-nyanyian yang mengingatkan siapapun akan jati diri Jakarta. Mereka adalah Jakmania, pemilik Ibukota yang sesungguhnya!

Trofeo Persija,
Acara tahunan perayaan ulang tahun Persija ini sekali lagi mampu menunjukan kekuatan magis nya. Acaranya yang sejatinya digelar sejak november silam, harus diundur karena berbagai kondisi ini itu.
Gelora Bung Karno menjadi titik berkumpulnya semua pendukung Persija. Bukan hanya mereka yang berada di Ibukota, berbagai Jakmania yang secara geografis berdomisili jauh dari Jakarta pun rela mengorbankan waktu dan tenaga nya demi melepas kerinduan bercinta dengan Persija di Ibukota. Tak perlu waktu lama, tribun bawah Gelora Bung Karno sudah penuh sesak bahkan jauh sebelum pertandingan dimulai.

Pertandingan dimulai,
Persija berlaga, Jakmania bergelora di tengah matahari yang membara. Ya, siang itu matahari Jakarta sedang tidak bersahabat, hampir semua tribun disengat oleh panasnya. Padahal sudah hampir semua tribun bawah penuh sesak oleh Jakmania. Entah manusia-manusia ini terbuat dari apa, mereka tak henti bernyanyi dan berteriak memberi dukungan kepada Persija. Dan lirik chants mereka buat menjadi nyata..

“Jakmania beraksi.. Walau panas terik matahari.. Berjuta kali Persija beraksi bagiku itu langkah pasti..”

“Orang bilang aku ini kesurupan.. Demi Persija apapun kulakukan..”

Langit tak bisa di tebak, setelah siang hari terbakar panas, sore hari pertandingan harus dihentikan karena hujan turun dengan sangat deras, dan terlihat jelas beberapa titik di lapangan yang mulai tergenang air.
Kalian fikir hujan mampu menghentikan Jakmania? Maaf kalian salah, Justru disini romantika Jakmania dimulai.

Red Flare, Smoke Bomb, Flash Light, Lighter Show, Mexican Wave, nyanyian, teriakan, berpadu indah menghias setiap sudut Gelora Bung Karno. Ah, romantis sekali malam ini..
Dan tanpa terasa, tribun atas sudah mulai mengikuti tribun di bawahnya, penuh sesak! Kali ini benar-benar tak ada celah sedikitpun di tribun stadion terbesar di Asia Tenggara ini.
Beruntunglah kalian semua yang berada disini malam ini, karna malam ini adalah pembalasan atas sebuah kerinduan dan penantian.

Kami bahagia! Kami bahagia! Kami bahagia!
Bukan karena sebuah piala, kami bahagia karena pada akhirnya mampu kembali merasakan romantika yang sekian lama pernah hilang. Bukan hanya tentang sepakbola, Jakmania dan Persija adalah bagian dari keluarga. Bukan selalu tentang sepakbola, Gelora Bung Karno selalu mampu menyisakan sisi lainnya, termasuk cinta.

Terima kasih Persija.. Semoga kalian faham benar bagaimana cara sederhana membuat kami bahagia.
Terima kasih Jakmania.. Atas malam indah yang pasti akan menjadi sebuah cerita.
Kalian adalah pemilik Jakarta yang sesungguhnya!

Penulis : (Vicky/JO)
Foto : (Syarif/JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru