JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

The Underrated Hero

IMG_1560 copy

JakOnline – Perawakannya kurus, kulitnya agak gelap, tendangan bebas menjadi ciri khasnya selama ini, logat Aceh masih cukup kental ketika orang ini bicara. Ya, dialah pemilik nomor 14, Ismed Sofyan. Saat semua mata tertuju pada sang kapten utama, dialah sosok yang sebenarnya selama ini juga begitu mencintai Persija. Namanya mungkin kalah mentereng dibanding sang pemilik nomor 20, namun jangan tanya loyalitasnya untuk Persija. Di saat sang kapten utama dengan segala idealisme, ketegasannya, dan alasannya beberapa kali memilih jalannya sendiri. Ismed masih berdiri di sana, memakai seragam kebesaran berlogo Monas di dada, semua demi menjaga hati Jakmania yang memang sangat ia cintai.

Dalam beberapa kesempatan ia mengaku masih sangat berat untuk meninggalkan Persija, khususnya Jakmania. Mungkin yang paling mengena kejadian beberapa tahun lalu ketika “Bang Haji” begitu biasa disapa lebih memilih bertahan di Persija daripada berlabuh bersama Sriwijaya FC. Padahal kala itu Ismed Sofyan hanya tinggal berangkat ke Palembang. Itu bisa sedikit menjadi bukti betapa besarnya pengorbanan sang deputi kapten untuk tim ini.

Atas pengorbanan di atas, sebuah hal yang mungkin cukup mengherankan ketika dirinya justru terpinggirkan ketika Persija kedatangan Fabiano Beltrame dari Persela. Mengapa Fabiano yang baru datang justru langsung dipercaya bermain dengan ban kapten di lengannya ketika Bepe memilih absen sejenak dari Persija? Mungkin, akan lebih bijak jika tim memberikan sedikit apresiasi kepada Ismed untuk menjadi kapten atas jasanya untuk Persija. Seperti yang pernah dilakukan Liverpool ketika memberikan ban kapten kepada Luis Suarez di saat Steven Gerrard absen, padahal saat itu Daniel Agger lah sang wakil kapten.

Sosoknya yang begitu membumi membuat namanya seakan kalah terang dibanding bintang-bintang lain yang pernah membela Persija. Namun tak penting seberapa besar spotlight mengarah padanya, yang terpenting adalah bagaimana perannya untuk tim. Sebagaimana pemain dunia lain di liga-liga Eropa seperti Daniel Agger untuk Liverpool, Ricardo Kaka ketika berseragam Real Madrid, atau seorang Julian Draxler untuk timnas Jerman.

Meski godaan yang datang dari tim lain luar biasa mengguirkan, namun ia tetap kukuh membela Persija, seberat apapun masalah dan cobaan, tetap ia hadapi. Saat beberapa rekannya beramai-ramai eksodus dari ibukota, Ismed tetap tinggal. Tanpa bermaksud untuk membandingkannya dengan siapapun, tapi itulah gambaran besarnya rasa cinta seorang pria, yang bahkan bukan asli Jakarta, untuk tetap bermain bersama tim Ibu Kota.

Keinginannya untuk tetap berseragam Macan Kemayoran dibuktikannya dengan totalitas, baik di atas lapangan, maupun di luar lapangan. Di dalam lapangan, Ismed menjadi sosok yang tanpa kompromi. Ia tidak ragu menjegal lawan dengan keras bila itu dirasa perlu dilakukan. Sebagai pemain paling senior di Persija saat ini, Ismed juga tidak sungkan memberikan pengalamannnya sekaligus menjadi pembimbing untuk pemain muda.

Lain di dalam, lain di luar lapangan. Ketika terjadi insiden-insiden yang menimpa Persija ketika ada di luar kota, nama Ismed nyaris tidak pernah luput dari sosok yang disorot. Insiden bus, hotel, dan mungkin masih banyak insiden yang terjadi di belakang layar yang belum kita ketahui, menjadi bukti betapa teguhnya ia membela martabat dan kehormatan timnya, ia menunjukkan bagaimana seorang pria seharusnya bersikap. Tak peduli seberapa perih luka yang dirasa, seberapa banyak darah menetes, ia akan tetap maju dan menyelesaikan permasalahan hingga akhir. Tidak ada alasan untuk memutar balik.

Ismed bukan lagi sekedar seorang pemain biasa, namanya sudah layak disejajarkan sebagai seorang legenda, atas apa yang telah diraih dan dilewatinya selama ini, untuk Persija.

Well, he definitely is an underrated hero, for Persija, for all of us………..

Penulis : (Abdilah-JO)
Foto : (Syarif-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Next Match

PSM MAKASSAR – PERSIJA JAKARTA

3. Match Day

April 30, 2017, 18:30

Andi Mattalatta

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru