JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Selamat Jalan Fahreza

JakOnline – Beberapa hari belakangan menjadi hari-hari yang sangat memilukan bagi Jakmania. Bagaimana tidak, belum genap satu bulan kompetisi berlangsung, kabar penyerangan terhadap anggota Jakmania yang dilakukan oleh beberapa pihak tertentu menjadi ‘sarapan’ sehari-hari. Mulai dari penyerangan oleh pihak yang diduga berasal dari kelompok suporter lain, hingga kabar kematian salah seorang anggota Jakmania yang disinyalir justru berasal dari tangan oknum aparat.

Muhammad Fahreza, seorang anggota Jakmania yang berasal dari Ciganjur, Jakarta Selatan, harus pergi ke pangkuan Yang Kuasa setelah berjuang selama dua hari melawan koma. Besar dugaan, almarhum tewas di tangan petugas kepolisian saat hendak menyaksikan laga Persija melawan Persela Lamongan di SUGBK, Jumat (13/5) lalu.

Menurut kakak almarhum Suyatna, dirinya bersama adiknya yang sudah memiliki tiket hendak masuk ke dalam stadion. Namun pada saat yang bersamaan sedang terjadi kericuhan antara petugas kepolisian dan beberapa orang yang mencoba masuk tanpa memiliki tiket. Almarhum yang panik, sontak lari dan terpisah dari kakaknya, menuju petugas dengan maksud meminta perlindungan. Namun naas, petugas kepolisian malah mengira almarhum adalah provokator dari kericuhan tersebut. Korban sempat mendapat pertolongan dari salah satu Jakmania asal Bekasi dengan membawanya ke ambulans.

Ketika ditemui kakaknya, almarhum Fahreza sudah berada dalam kondisi luka parah. Almarhum sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit di Jakarta, namun karena keterbatasan alat yang memadai, pihak keluarga terpaksa mencari alternatif rumah sakit lain. Terakhir almarhum dirawat di Rumah Sakit Marinir, Cilandak selama dua hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (15/5) kemarin.

Pihak keluarga mengaku mendukung pengusutan tuntas kasus ini. Akan tetapi seperti yang diutarakan Suyatna “Kami keberatan jika sampai membongkar mayat untuk keperluan penyidikan”. Jika ada pihak yang mau membantu memfasilitasi kasus ini ke ranah hukum, tentu pihak keluarga akan sangat mengapresiasi inisiatif tersebut.

Kejadian ini tentu menjadi pukulan telak bagi pihak kepolisian. Pihak yang seringkali memperumit syarat terkait izin penggunaan GBK ketika Persija bertanding, pihak yang selalu berprasangka buruk terhadap Jakmania, justru menjadi pihak yang berenang di ludahnya sendiri dengan gagal total menjamin keamanan bagi seluruh unsur pertandingan, salah satunya supporter. Petugas keamanan seharusnya bisa menjaga para suporter yang datang ke stadion untuk menonton tim kesayanganya bertanding, memberikan rasa aman dan menunjukkan sikap yang bisa dipercaya. Bukan justru terkesan ‘menjaga’ stadion dari para suporter.

Tindakan dari pihak keamanan yang mungkin tujuan awalnya adalah preventif menjadi kebablasan. Perlakuan yang diluar nalar dan terkesan menjadi “raja” sehingga dapat berbuat seenaknya. Semoga musibah ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk semua unsur yang terkait mulai dari pihak keamanan, panitia, dan supporter itu sendiri. Selamat jalan, Fahreza. Semoga engkau tenang di sisi-Nya. Percayalah, semangatmu untuk mendukung dan mencintai Persija akan selalu ada bersama kami, dan tidak akan pernah mati hanya dengan hantaman tongkat T. Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi.

“Karena tidak ada satu kemenangan pun yang sebanding dengan Nyawa!” -bepe20-

Berikut Foto dan Video Kunjungan Pemain, Manajemen, dan Panpel Persija Jakarta.

JOVLOG 05 Selamat Jalan Fahreza

 

Penulis : (Abdillah/Zani-JO)
Foto : (@Persija_jkt dan Zani -JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru