JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Jangan Menutup Mata

IMG_4167

JakOnline – Hal yang tidak diinginkan kembali terjadi bagi tim Persija dan Jakmania. Kejadian yang tidak terkendali pada pertandingan lanjutan TSC A menghadapi Sriwijaya FC akan sangat merugikan Jakmania maupun tim kebanggaannya. Sesuatu yang terjadi begitu cepat membuat sebagian para pendukung Macan Kemayoran berhamburan turun ke dalam lapangan lantaran di atas tribun stadion sudah penuh sesak dengan tembakan gas air mata. Bentrokan fisik pun tak terelakan, sebagian Jakmania yang tak terima dengan tindakan represif tersebut mencoba melawan pihak keamanan. Sebagian lainpun menyalamatkan diri karena tidak kuat dengan gas air mata.

Di atas lapangan terlihat jelas para pemain kedua tim tak mampu menahan rasa sesak nafasnya lantaran mencium gas air mata tersebut. Satu per satu pemain tumbang. Dan pertandingan yang beberapa kali sempat dihentikan, akhirnya harus diakhir dengan kemenangan tipis 0-1 tim tamu atas Macan Kemayoran.

Tak lama kemudian kejadian tersebut pun menjadi pemberitaan di media massa. Media berlomba menyampaikan kepada khalayak bahwa telah terjadi kerusuhan antar supporter di Gelora Bung Karno antara Jakmania dan pendukung Sriwijaya FC sehingga membuat pihak kepolisian terpaksa menembakan gas air mata ke arah tribun penonton. Tidak sampai di situ, mereka pun menambahkan dengan berlebihan bahwa Jakmania kian tak terkendali dengan turun ke lapangan dan melakukan perlawanan. Para pendukung Persija Jakarta tak terima tim kesayangannya kalah 0-1 melawan Laskar Wong Kito. Khalayak pun berbondong-bondong membaca dan menerima pemberitaan tersebut. Citra negatif untuk Jakmania kembali bermunculan.

Di sisi lain, sekiranya semua pihak tak semestinya menutup mata begitu juga dengan media. Pada setiap pertandingan Persija Jakarta, Jakmania tak hentinya meminta kejelasan terhadap apa yang belum lama terjadi terhadap salah satu anggota mereka. Di mana media saat Jakmania menuntut keadilan? Kita semua tidak tahu kenapa kasus tersebut begitu cepat tenggelam.

Untuk saat ini sudah tak dipungkiri bagaimana kinerja media dalam menyampaikan pemberitaan kepada khalayak. Netral? Nanti dulu, yang mereka cari adalah sebuah berita sensasional agar khalayak ramai-ramai membaca atau melihatnya. Yang terbaru dengan mudah pihak kepolisian merilis cctv kejadian pasca Persija vs SFC, sedangkan perihal kasus Fahreza kamera pengintai SUGBK terkesan buta untuk diperlihatkan.

“Bad news is a good news”, itulah sekiranya cara kerja yang dipakai oleh sebagian awak media jika ingin memberitakan tentang Persija dan juga Jakmania. Pengalaman telah banyak terjadi, bahwa hal-hal negatif lah yang sering kali masuk pemberitaan nasional. Karena dalam teori Jarum Hypodermik, media massa memiliki dampak yang kuat, terarah, segera dan langsung. Media ampuh memasukkan ide pada benak khalayaknya.

Masihkah percaya dengan kenetralan media? Yang justru harus kita ingat ialah pendapat Brian McNair dalam bukunya Cultural Chaost: Journalist, News and Power in a Globalised World terkait pendapatnya tentang media. Ia menunjukkan bahwa berita yang tersaji di media merupakan realitas media tersebut, bukan realitas sungguhan yang terjadi di lapangan. Lebih jauh, realitas yang diciptakan media massa merupakan hasil ciptaan pekerja medianya, terkait tentang latar belakang, pendidikan dan juga pandangannya melihat sebuah kejadian yang terjadi di lapangan.

Manusia tak semestinya memandang dengan sebelah mata dalam melihat suatu kejadian. Mereka harus menggali ke akar-akarnya. Mencari tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Yang boleh menutup mata hanyalah dewi keadilan, agar ia tak pandang bulu dalam menghukum pelaku kejahatan.

Penulis : (Ahmad Fauzi-JO)
Foto : (Syarif-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (1 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru