JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Lakukan Rotasi, Camargo!

IMG_4090

JakOnline – Memasuki pekan ke-11, Persija Jakarta mulai terlihat goyah. Menunjukkan performa menjanjikan di awal musim, perlahan tapi pasti Macan Kemayoran mulai menuruni satu per satu tangga klasemen Torabika Soccer Championship 2016. Sempat mencicipi dinginnya puncak klasemen, kini Persija justru harus terlempar dari posisi sepuluh besar. Dengan mengoleksi 12 poin, klub kebanggaan Jakmania tersebut kini menduduki posisi 13, terpaut enam poin dari juru kunci. Ada yang salah dari Persija (?).

Masa kerja pelatih asal Brazil, Paulo Camargo, sudah memasuki bulan kelima. Pada masa awal kompetisi berjalan, Camargo menekankan semua pihak termasuk para fans, untuk bersabar jika ingin melihat Persija tampil pada performa puncaknya. Durasi persiapan tim yang menurutnya minim, menjadi pertimbangan mengapa Persija belum juga menunjukan permainan greget. Waktu pun berlalu, terhitung sudah 21 minggu Camargo memimpin ruang ganti Persija Jakarta, namun para fans tak juga dipertontonkan permainan atraktif. Justru yang terlihat adalah pergerakan monoton dari kaki ke kaki, permainan Persija mulai mudah terbaca oleh lawan.

Ada beberapa faktor yang mungkin bisa membuat lawan semakin mudah membaca skema Persija. Mulai dari formasi bermain, hingga susunan pemain yang jarang berubah. Satu sisi, sekilas mungkin Persija terlihat matang dengan susunan pemain tetap, namun di sisi lain bukankah Camargo sendiri yang sering mengulang-ulang masih mencari formula skema yang tepat untuk Persija.

Jika memang ia masih disibukkan mencari skema yang tepat untuk Persija, mengapa tidak coba melakukan rotasi pemain? Terutama di sektor tengah lapangan yang menjadi kunci serangan Persija. Hampir semua serangan Persija berawal dari Soon-hak/Amarzukih, mengalir ke depan ke kaki Umay, Novri, dan Ade Jantra yang terlihat belum padu untuk menopang Bepe di depan. Sesekali Syahroni dimasukkan untuk menggantikan salah satu dari tiga gelandang serang tersebut. Keputusan yang sebenarnya kurang bijak karena Syahroni sendiri terlihat tidak maksimal ketika harus bermain menyusuri garis tepi lapangan.

Pertanyaannya sekarang, kemanakah Ramdani Lestaluhu? Di awal masa jabatannya, Ramdani jarang dimainkan lantaran masih berkutat dengan cedera. Namun kini, bukankah gelandang lincah kelahiran Tulehu tersebut sudah pulih dari cederanya? Mengapa tidak terbesit sedikitpun di kepala Camargo untuk mencoba Dani sebagai starter? Keputusan Camargo untuk mempertahankan line up di atas terbukti belum mampu mendongkrak performa Persija yang berujung pada terus merosotnya posisi di klasemen.

Rotasi pemain merupakan sesuatu yang patut dipertimbangkan oleh Camargo. Selain sudah membosankannya skema permainan Persija, para pemain pun butuh dirotasi. Mereka bukan robot yang bisa terus diforsir energinya. Meskipun mereka akan selalu siap bermain jika diminta, 1000 persen mereka siap. Putaran pertama masih menyisakan beberapa pertandingan lagi. Masih terlalu ambisius jika berbicara tentang menembus papan atas sebelum putaran ini berakhir. Di sisa pertandingan jelang putaran kedua, ada baiknya jika Camargo kembali bereksperimen dengan membongkar pasang pemain. Mencoba memadukan pemain-pemain yang jarang dimaksimalkan kemampuannya sejauh ini.

Penulis : (Abdillah-JO)
Foto : (Syarif-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (1 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru