JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Jangan Asal Rasis

IMG_5060

JakOnline – Mungkin sebagian besar dari kita pernah dengar kalimat begini, “kalo nge-chants jangan rasis dong”, atau “bisa gak sih gak usah rasis jadi suporter?”. Kalimat-kalimat tadi mungkin pernah kita temui entah itu di kehidupan nyata, maupun di sosial media. Dalam dunia nyata, rasisme memang menjadi salah satu masalah klasik di dalam olahraga paling populer seantero bumi tersebut. “No Racism”, “Unite Against Racism”, hingga “Kick Racism Out of Football” adalah slogan-slogan yang bertujuan untuk mengkampanyekan musnahnya diskriminasi berbau rasial dalam sepak bola.

Namun jika kita lihat di dalam negeri, sudah tepatkah penggunaan kata “rasis” atau “rasisme” di dalam praktek sepak bola itu sendiri? Sepertinya tidak. Masih banyak yang salah mengartikan arti dari rasisme itu sendiri. Tindakan yang lebih fatal adalah menempatkan istilah tersebut tidak pada tempatnya, atau menumpangtindihkan tindakan lain yang sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan rasisme.

Rasisme, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berhubungan dengan rasialisme yang memiliki arti 1.prasangka berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan yang berat sebelah terhadap suku bangsa yang berbeda-beda; 2 paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul

Sedangkan yang terjadi di kalangan fans tim lokal Indonesia adalah istilah rasisme ditempatkan untuk hal-hal yang berbau menyerang secara verbal seperti umpatan dan hujatan terhadap satu kelompok suporter tertentu. Dalam contoh yang lebih ekstrem, umpatan menggunakan nama binatang juga dikategorikan sebagai salah satu bentuk rasisme dalam dunia sepak bola dalam negeri. Sebenarnya hal di atas merupakan contoh kekerasan verbal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan rasialisme. Belum lagi istilah lain seperti anarkisme dan vandalisme yang masih banyak sekali salah kaprah yang terjadi di kalangan fans.

Salah kaprah seperti ini jika dibiarkan akan berbuah fatal di masa depan. Jika khalayak sudah terbiasa dengan pembelokan makna seperti ini, bukan tidak mungkin generasi mendatang akan beranggapan bahwa apa yang terjadi kini merupakan hal yang bisa dibenarkan. Perlu ada edukasi lebih dalam terkait dengan penggunaan kata “rasisme” di kalangan fans.

Penulis : (Abdillah-JO)
Foto : (Syarif-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru