JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Full-day School Bukan Untuk Keren-Kerenan Semata

IMG-20160822-WA0004

JakOnline – Diskusi yang diadakan oleh Jakampus terkait wacana pemberlakuan Full-day School di Indonesia menuai tanggapan beragam dari beberapa pakar bidang ilmu.

Salah satu pembicara yang hadir, Psikolog Putu Widiasti mengakui, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika sistem Full-day School ingin diterapkan.

“Harus ada analisa kebutuhan, jangan cuma buat keren-kerenan tapi dilihat kebutuhannya. Sejauh apa kebutuhan guru, bagaimana dari sisi siswa, juga pihak sekolah sekolah. Jadi bisa sama-sama tahu porsi dan prioritasnya”, jelas lulusan Psikologi UI 2006 tersebut.

Lanjutnya, metode kegiatan belajar mengajar jangan lagi bersifat one-flow seperti yang sudah banyak ditemui di sekolah-sekolah di Indonesia.

“Penyesuaian metodenya harus kreatif agar tidak monoton yang bisa berujung pada cepat bosannya anak didik. Selain itu, juga harus ada asistensi dari guru sehingga dari sisi guru, bisa mengenal lebih dalam dengan siswa jika menghabiskan waktu lebih banyak”, paparnya.

Sementara itu, Psikolog Edward Andriyanto mengaku bahwa sistem Full-day School masih kurang tepat jika diterapkan nantinya.

“Berapa lama siswa SD bisa fokus dalam satu pelajaran? Otak mereka tidak bisa dipaksakan seperti itu. Saya tidak bisa bayangkan apa jadinya bila mereka dipaksa sekolah hingga sore, di dalam kelas”, terangnya.

Penulis : (Abdillah-JO)
Foto : (Zani-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru