JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Persembahan David Nurbianto untuk Tanah Kelahiran

rupr

JakOnline – Selama empat hari, area Amphiteater Situ Babakan mendadak sibuk. Maklum, ada yang spesial selama tanggal 14, 15, 16 dan 17 September 2016 kemarin. Dalam rangka ulang tahun Situ Babakan ke-16, sebuah gelaran yang mengusung semangat pelestarian budaya betawi diadakan. Ruparupa Jakarta, diadakan untuk pertama kalinya. Segala hal berbau betawi mulai dari pernak-pernik hingga makanan khas memanjakan pengunjung selama tiga hari tersebut.

Rangkaian acara yang digelar selama empat hari mencapai puncaknya pada hari empat. Pada hari terakhir, sebuah pertunjukan spesial dari David Nurbianto menjadi yang paling ditunggu-tunggu sejak Rupa Rupa Jakarta digaungkan. Sempat ada kekhawatiran mengenai cuaca. Betapa tidak, lokasi acara yang digelar di luar ruangan membuat semua yang hadir khawatir acara bisa berantakan karena hujan. Terlebih menjelang David menguasai panggung, tetesan air dari atas sudah mulai terasa. David terlihat duduk terdiam di belakang panggung. Entah mencoba fokus atau karena resah karena hujan akan turun. Acara terus berlanjut hingga David naik panggung.

David membuka pertunjukan dengan mantap. Sebagai anak betawi, ia mengungkapkan keresahannya terhadap segala permasalahan yang menggerogoti kota Jakarta, kota kelahirannya. Mulai masalah macet, banjir, hingga degradasi budaya di kalangan anak betawi yang mulai meninggalkan kebetawian mereka. Tetesan air dari langit terasa semakin banyak seiring David menyampaikan monolognya.

Blaaarr!!!!! Ledakan petir tepat di atas gedung Amphiteater Setu Babakan membuat penonton panik. Sangat dekat sampai-sampai malam itu terasa seperti siang. Entah apa jadinya kalau tidak ada penangkal petir, mungkin semua yang hadir di lokasi akan menjadi headline berita hingga hari ini. Penonton, panitia, dan David sendiri tidak goyang, acara terus berlanjut.
Namun alam memang tidak bisa dilawan. Hujan yang sedari awal dikhawatirkan benar-benar terjadi. Penonton sontak meninggalkan tribun amphiteater untuk berteduh.

Tidak terbayangkan rasanya dari David. Acara yang sudah dari jauh hari dirancang dan disusun hingga menguras tenaga dan biaya, justru berantakan tepat pada giliran David naik pentas. David tetap berdiri di atas panggung. Sendiri. Tak peduli seberapa basah jaket yang dikenakannya. Tak peduli air yang semakin menutupi kacamatanya. Tak peduli ketika air mulai memasuki sepatu melalui rembesan kaus kaki. Kojek sampai harus ikut naik ke atas panggung, mencoba meyakinkan untuk turun panggung sejenak. Setidaknya untuk menunggu apakah hujan akan mereda, atau bahkan berhenti.

Sekitar setengah jam, hujan pun mulai mereda. Perlahan penonton kembali memenuhi tribun. Tidak lama, David kembali naik ke panggung. Acara dilanjutkan! Naiknya Afif dan Dicky ke atas panggung semakin memanaskan pertunjukan. Seakan lupa bahwa acara hampir berantakan karena hujan. Tidak diragukan, Afif dan Dicky menjadi salah satu faktor mengapa gelaran malam itu menjadi semarak. Dengan menampilkan pertunjukan ala Lenong, penonton berhasil dibuat tertawa terpingkal dan pegal rahang akibat celetukan keduanya.

Hingga David kembali lanjut pada monolog tentang rasa khawatirnya terhadap Jakarta, acara berlangsung sukses hingga akhir. Acara ditutup oleh penampilan Kojek yang membawakan single terbarunya. Malam itu ditutup sempurna oleh Kojek dengan pantun, “Tukang sawi namanya Bang Saman, jangan ngaku anak betawi kalo cuma jadi preman”.

Malam itu menjadi pembuktian bagi sekumpulan anak muda Jakarta yang resah akan permasalahan kotanya sendiri. Permasalahan yang mau tidak mau menyinggung dunia perpolitikan Jakarta yang bagi sebagian pihak masih menjadi hal tabu untuk disangkutpautkan dengan hal lain. Kesenian misalnya.

Namun apapun itu, tampaknya mereka puas mengeluarkan isi hati mereka. Mereka sukses menggelar pertunjukan meski di tengah guyuran hujan. Semua demi tanah kelahiran mereka, rumah mereka, kota mereka, kota Jakarta.

Penulis : (Abdillah-JO)
Foto : Rupa Rupa Jakarta



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Next Match

GRESIK UNITED – PERSIJA JAKARTA

12. Match Day

July 4, 2017, 15:00

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru