JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Satu Per Satu

img-20161015-wa0025

JakOnline – Alhamdulillah akhirnya sang macan kembali mengaum. Menunjukan kegagahan serta jati dirinya untuk selalu disegani setiap lawan-lawannya. Tak tanggung-tanggung. 3 kemenangan beruntun diraih sang macan dalam lanjutan TSC 2016 ini. 3 kemenangan beruntun ini terasa spesial dikarenakan sang macan sudah berpuasa kemenangan dalam kurun waktu yang cukup lama. Puasa kemenangan sang macan dimulai sejak terakhir kali meraih kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Kala itu sang macan berhasil menundukan para serdadu TNI yang pada malam itu juga bertepatan dengan ulang tahun sang pemberi assist dari gol tunggal yang di cetak Ade Tjantra pada malam itu.

Sejak saat itu satu per satu masalah mulai berdatangan menerpa sang macan. Mulai dari permasalahan para supporter dengan pihak keamanan yang berimbas hilangnya satu nyawa supporter. Satu masalah lain datang ketika taring sang macan sudah dinilai tumpul untuk merobek dan mengoyak-ngoyak jantung pertahanan lawan. Karena hal tersebut sang macan jadi sangat sulit mencetak gol, seakan dewi fortuna menjauhi sang macan. Dan tentu saja masalah itu menimbulkan masalah yang sangat pelik. Sang macan puasa kemenangan terhitung sejak ulang tahun si pemilik no 20.

Manajemen bergerak cepat untuk menyelesaikan satu per satu masalah tersebut. Dimulai dari mundurnya pelatih kepala yang disinyalir penyebab merosotnya performa di lapangan. Tapi penunjukan pelatih kepala yang baru pun menuai satu keraguan bagi para supporter. Melihat track recordnya yang terbilang medioker alias biasa-biasa saja. Masuk ke jeda kompetisi yang berarti dibukanya kembali jendela transfer, maka inilah kesempatan manajemen untuk berbenah. Sang macan segera mengganti “taringnya” yang dirasa tidak terlalu tajam untuk merobek jala lawan dengan “taring” yang bisa dikatakan sudah pernah digunakan sebelumnya.dan inipun kembali menuai keraguan.

Kebijakan transfer manajemen pada jeda kompetisi ini pun menurut saya pribadi awalnya tiak begitu special. Sampai pada detik-detik akhir transfer akan ditutup manajemen mendatangkan satu “cakar” baru (eh lama juga deh) yang dulu pernah menjadi kebanggaan sang macan. Dulu sih terkenal tajam dan kuat untuk merobek jala lawan. Sekali lagi, itu dulu. Karena “cakar” tersebut sudah dicoba oleh klub lain namun gagal. Lagi-lagi satu keraguan muncul. Apakah manajemen hanya ingin mengembalikan euforia para supporter, dengan mendatangkan pemain-pemain yang pernah mereka cintai? Hanya ingin sekedar bernostalgia dengan masa lalu kah?

Namun seperti kata pepatah lama, hanya waktu yang mampu menjawab segala keraguan serta masalah-masalah yang kita hadapi. Sejak mundurnya pelatih kepala, permainan sang macan yang tadinya terlihat loyo pun berubah. Walaupun kemenangan tak kunjung jua datang, namun satu masalah terselesaikan. Permainan meningkat. Satu masalah lagi pun terpecahkan. Sang macan yang puasa merobek jala lawan pun akhirnya mampu menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan. Namun kembali dewi fortuna belum berpihak, karena kemenangan tak kunjung jua datang.

Kemenangan baru datang ketika jendela transfer resmi ditutup. Tak tanggung-tanggung sang macan meraih hasil positif di 3 laga beruntun sejak mempunyai “taring” dan “cakar” baru rasa lama. Yang membuatnya spesial lagi, 3 kemenangan tersebut diraih dari hasil comeback alias tertinggal lebih dahulu. Satu masalah pelik ini akhirnya terselesaikan. Dengan selesainya masalah utama ini yang bahkan diraihnya dengan 3 kali comeback maka sudah menjawab satu oer satu keraguan yang ada. Pertama, keraguan akan kapasitas pelatih kepala yang baru. Menurut saya pribadi, pelatih yang bagus salah satu indikatornya dilihat dari bagaimana cara ia menyikapi masalah yang sedang dihadapi timnya di lapangan. Ia harus segera mengambil keputusan dengan bijak, cepat dan tepat untuk merubah permainan guna meraih hasil positif pada pertandingan. Dan coach Mamak (biasa disapa demikian) berhasil membuktikan kapasitasnya serta menjawab keraguan yang ada. Yap… coach M Zein Al hadad sukses merubah permainan sang macan yang tadinya tertinggal dan berhasil comeback untuk meraih kemenangan.

Satu keraguan lainnya adalah keputusan manajemen menggunakan “taring” dan “cakar” yang bisa dikatakan bukan barang baru untuk sang macan. Apakah mereka masih setajam yang dulu? Dan kembali waktu menjawan itu semua. 3 kemenangan beruntun tak lepas dari andil kuatnya “taring” Emanuel “Pacho” Kenmogne dan juga terkaman “cakar” Greg Nwokolo. Ternyata memang bukan soal seberapa kuat serta tajamnya, namun bagaimana sang macan menggunakan mereka sebagai senjata utama untuk menaklukan lawan-lawannya. Dan terbukti sang macan tak perlu “taring” dan “cakar” benar-benar baru

Seiring terselesaikannya satu per satu masalah dan terjawabnya satu per satu keraguan, maka satu per satu The Jakmania yang tadinya sudah mulai kehilangan euforia, kini mereka dapat merasakannya lagi. Satu per satu lawan sang macan pun kini sudah mulai segan dan gentar. Dan semoga mulai sekarang kita sudah dapat berhitung satu persatu gol-gol tercipta ke gawang lawan sang macan. Dan tak lupa pula kita berhitung satu per satu kemenangan yang diraih sang macan. Dan bukan tak mungkin, satu per satu sponsor mulai berdatangan untuk mengawal sang macan di kompetisi sesungguhnya tahun depan. Dan jikalau ini terus konsisten, maka saya akan melihat satu per satu senyum terkembang dari kawan-kawan The Jakmania ketika menyaksikan sang macan mengaum dengan gagahnya di puncak Indonesia sambil mengangkat piala.

Penulis : (Panji Eka Sapta-JO)
Foto : (Jerry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (1 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru