JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Titip Rindu Untuk Ibu, Kota

jkt490

JakOnline – Assalamu’alaikum, Ibu.. Apa kabar?
Maaf, karena banyak telepon darimu yg tak sempat kuangkat dan juga membuat ibu khawatir. Alhamdulillah aku baik-baik saja, sengaja ku kirimkan email ini agar bisa kuceritakan detail soal kota dan keriuhannya.

Sekarang aku harus berangkat lebih awal dan pulang terlambat dari jam biasanya. Kota ini semakin padat, waktu tempuh semakin melebar. Sarana transportasi massal tak menjadi solusi. Kalaupun harus konsumtif, mungkin sudah sering aku memesan ojek atau taksi online. Semua serba mudah saat ini, hanya janji dan jadwal yang sulit kompromi.

Ibu, kota ini sangat pesat perkembangannya. Gedung-gedung pencakar langitnya makin menjamur. Padahal kalau kita lihat kondisi perekonomian masyarakatnya tidak bisa dibilang terlalu baik. Atau mungkin apartemen dan hotel itu dibangun untuk “sesuatu yang lebih besar” atau masyarakat Jakarta dipaksa “menjamu” tamu yang tidak pernah mereka kenal kenal. Menjadi seorang office boy atau cleaning service terpaksa. Karena kandang-kandang ternak mereka terkena jalur hijau.

Tata kotanya makin rapih, bersih dan hampir tidak berbau lagi. Apalagi jika kita melewati daerah-daerah yang dulunya zona merah. Mereka bilang ini maju, Bu. Saat mereka membangun Indomaret dan Alfamart ditiap station yang dulunya jadi tumpuan puluhan pedagang. Mereka bilang ini bersih, Bu. Sejak para nelayan kehilangan tempat menjemur ikan asinnya dan peternak ayam dan kambing skala kecil dipaksa mengontrak di rusun bersubsidi itu. Mereka bilang ini nyaman, Bu. Saat pasar-pasar berubah bentuknya. Dipasang AC, diberi CCTV perubahan yang secara tidak sadar mengusir pedagang sayur dan daging dengan nilai kontrak yang wadaw.

Ohya, Bu.. puasa kali ini pencernaanku tak mengalami masalah. Aku jarang mengkonsumsi sambal. Ya Ibu tahu sendiri, harga bawang dan cabai yang makin tak masuk akal. Kadang geli aku bertanya ; Apa lahan kita sudah tak bisa ditanami cabai? Ataukah petani sekitar Brebes tak lagi mau menanam bawang? Aku juga lebih bijak mengkonsumsi listrik, mengingat listrik yang sekarang “bertarif interlokal”. Sesuai anjuran Pejabat itu, aku ingin mencabut meterannya. Tapi aku takut dengan Ibu Kos.

Ibu..ingatkah saat kita berbincang soal “kotor”nya kota ini? Sekarang sudah berubah Bu. Seperti komplek Kali Jodoh yang tadinya tempat maksiat, sekarang menjadi ruang terbuka hijau dan skate park yang siap melahirkan Powel Peralta dari Jakarta. Ya..ya..ya.. memang Kali Jodoh tak selegenda Kramat Tunggak yang telah lebih dulu hijrah menjadi Islamic Center. Sayang saat itu tak ramai diperbincangkan. Pasti karena Gubernurnya tidak mesra dengan media. Ya sepertinya tidak adil saja.

Jangan terlalu menghawatirkan aku Ibu, aku sudah terbiasa membelah langit malam di kota yang tak pernah tidur ini. Masyarakat disini, cenderung lebih takut dibilang Fasis karena berpakaian tertutup dan berbicara yang haq. Seiring waktu, masyarakat dengan mudah menjatuhkan hukum kepada orang yang tak sependapat. Seakan tak ada lagi ramah tamah dan ta’dzim kepada orang yang lebih tua.

Ibu, tim sepakbola kota ini juga sedang naik daun. Tim yang telah aku bela sejak aku kecil saat ini sedang diatas angin. Berkah Ramadhan katanya, Persija menang beruntun. Dan kita semakin yakin menatap papan atas.

Pesan singkatku Ibu. Jika nanti di kampung kita banyak orang yang menawarkan pekerjaan dengan upah besar, tolong jaga generasi ranum agar tak tergiur. Sebab Kota ini sudah mewabah gerai pijat maksiat. Yang menantang menunggu adzab.

Kalau sudah waktunya Aku akan pulang membayar rindu. Kembali bersimpuh dalam peluk hangat rumah kita. Ditemani makanan sederhana dan teh poci kampung kita. Biar kumanja lidahku yang terbiasa dengan kopi mahal berlogo putri duyung hijau itu.

Banyak teman-temanku berkata “Yaudah pulang kampung, jangan kembali lagi ke Jakarta!”. Lelucon itu sangat lucu ya.. Jika para urbanisasi itu tak kembali lagi, siapa yang berjualan bakso sekitar kontrakan, yang menjual mie instan di ujung komplek? Siapa yang menjadi pejabat di kota besar ini? Masa Presiden ga bisa ke Istana lagi?

Penulis : (Saif Atsalist-JO)
Foto : (Jerry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru