JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Espanyol dan Pulihnya Geliat Sepak Bola

persijaespanyol2

JakOnline – Persepakbolaan Indonesia sempat mati ketika pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga membekukan PSSI dan mengambil alih segala bentuk aktivitas persepakbolaan dalam negeri. Sebuah keputusan yang berujung dijatuhkannya sanksi terhadap (sepak bola) Indonesia.

Kini setahun berlalu sejak dicabutnya sanksi dari FIFA, sepak bola Indonesia perlahan menggeliat kembali. Liga, sebagai poros utama regenerasi pemain, kembali digulirkan. Tim nasional bisa kembali berlaga di berbagai level umur dan menorehkan catatan impresif termasuk Timnas U-16 yang menjadi juara di Apaan Cup gitu, di Vietnam.

Dari segi komersil, dicabutnya sanksi FIFA berdampak pada meningkatnya pemodal yang berinvestasi di bidang sepak bola. Pertandingan-pertandingan yang melibatkan tim luar negeri untuk bermain di Indonesia bisa menjadi patokan. Tim Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Jakarta setelah persepakbolaan Indonesia kembali pulih adalah RCD Espanyol. Tim asal Catalonia tersebut akan menjajal kekuatan para pemain-pemain Indonesia pada rangkaian turnya bulan Juli mendatang. Masuknya Indonesia dalam agenda tur pra musim tim asuhan Quique Sánchez Flores tersebut menandakan telah pulihnya kepercayaan pihak asing terhadap sepak bola Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Espanyol akan menurunkan dua tim sekaligus, yang salah satunya akan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Patriot Chandrabaga.

Terpilihnya Persija menjadi lawan tanding bulan depan bukan tanpa alasan. Pertama, Persija adalah tim ibu kota. Ibu kota adalah cerminan utama bagi sebuah negara berkembang seperti Indonesia. Jakarta menjadi indikator Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi, dan sepak bola. Itulah mengapa Jakarta selalu menjadi kota yang dipercaya untuk menjamu tim-tim sekelas Ajax, Liverpool, Arsenal, Chelsea, hingga AS Roma.

Indikator kedua dipilihnya Persija sebagai lawan tanding adalah karena Macan Kemayoran dianggap sebagai tim yang sangat menjanjikan dari potensi pasar. Pemasukan tiket dari laga kandang menjadi yang terbesar dibanding kontestan Liga 1 lain. Sebuah indikator lain yang menunjukkan bahwa dahaga sepak bola tanah air, terutama di Jakarta, tidak berhenti meski sudah ‘dibunuh’ selama satu tahun.

Kedatangan Espanyol ke Jakarta diharapkan bisa menjadi sinyal baik bagi tim-tim kelas dunia lain untuk ikut melakukan hal serupa. Semoga kedepannya akan semakin banyak tim dari mancanegara yang menjajal tim ibu kota. Dengan begitu, masyarakat dunia akan melihat bahwa sepak bola Indonesia, Jakarta khususnya, memiliki atmosfer yang menjanjikan bagi para pemain dunia ketika bertanding.

Penulis : (Abdillah-JO)
Foto : (Qharry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru