JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Pelajaran Terbaik

IMG_8090

JakOnline – Sabtu 22 Juli 2017 adalah tanggal yang sudah dinantikan khalayak pecinta sepakbola Indonesia. Karena pada tanggal tersebut digelar partai penuh gengsi yang penuh intrik baik sebelum, saat dan setelah pertandingan. Partai yang digembar-gemborkan media sebagai el classico nya Indonesia mempertemukan antara Persib Bandung vs Persija Jakarta. Walaupun sebenarnya dari 2 kubu suporter seperti tidak rela menyandingkan 2 klub besar tersebut sebagai el classico. Dari kubu Persib memang lebih menganggap PSMS lah rival klasik mereka. Sedangkan dari kubu Persija lebih menganggap PSM dan Persebaya adalah 2 klub besar yang layak disandingkan untuk partai yang disebut el classico.

Layaknya el classico edisi-edisi sebelummya. Tensi panas sudah dimulai sejak kedua klub menyelesaikan pertandingan terakhir di pekan sebelumnya. Fokus tercurah penuh untuk laga yang sangat penting bagi kedua kubu. Karena partai ini bukan hanya memperebutkan 3 poin tapi juga adanya nilai prestisius dan harga diri yang dipertaruhkan. Posisi di klasemen jadi tak berarti karena semua pemain akan memberikan yang terbaik selama 90 memit. Apalagi mengingat beberapa pertemuan terakhir yang hanya berakhir sama kuat.

Hari yang ditunggu pun tiba. 2 macan siap adu cakar di stadion GBLA. Masih sama seperti tahun-tahun lalu, Macan Kemayoran akan mendapat teror sepanjang hari di Bandung. Baik saat berangkat ke stadion, ketika di stadion maupun selesainya pertandingan. Seluruh skuad macan kemayoran sudah siap menghadapi itu semua pastinya. Pertandingan berjalan cukup panas dan penuh intrik layaknya el classico di belahan dunia eropa atau amerika latin. Perselisihan pemain di lapangan selama 90 menit pun tak terelakan. Tapi semua itu berubah saat negara api menyerang. Eh maaf maksudnya ketika suporter disana mulai melakukan lemparan botol ke laapangan. Sayang sekali pertandingan yang disajikan sejak awal sangat bagus oleh kedua tim harus dinodai oleh kejadian-kejadian yang meenyebabkan pertandingan sempat terhenti beberapa kali walaupun kembali bisa diteruskan hingga selesai.

Hasil imbang kembali tersaji malam itu. 10 penggawa Macan Kemayoran masih tidak mampu ditaklukan Maung Bandung. Hal yang sangat disayangkan pun terjadi sesaat wasit meniup pluit akhir pertandingan. Perselisihan di lapangan selama 90 menit masih berlanjut bahkan kali ini melibatkan beberapa oknum lain. Hal tersebut menyebabkan penggawa Macan Kemayoran harus dikawal keluar stadion dalam lindungan tameng polisi karena terjadi hujan botol, batu bahkan flare yang dilempar ke lapangan. Tak sampai disitu saat menuju loker room pun beberapa official Persjja menjadi korban pemukulan oknum suporter yang masuk ke area dalam stadion. Ini bukanlah hal yang patut dikatakan wajar dalam dunia sepakbola.

November nanti giliran kita yang akan menjamu mereka di kandang kita. Dengan adanya kejadian-kejadian tak mengenakan yang terjadi saat kita bertandang maka mengharuskan kita untuk bersiap lebih baik lagi. Jangan sampai saat kita menjamu mereka terjadi hal-hal yang justru menyamakan kualitas kita dengan mereka. Kita harus lebih baik, HARUS !

Untuk mencapai itu bisa kita mulai dari sekarang dengan menyebarkan virus bahwa “Kita lebih mencintai Persija ketimbang membenci klub lain”. Apalagi di dunia yang sudah modern seperti sekarang ini penggunaan sosial media perlu diperhatikan. Kejadian-kejadian tak mengenakan yang terjadi saat Persib vs Persija kemarin sudah pasti akan menjadi headline dan objek yang menarik untuk diperbincangkan, tak hanya oleh kedua kubu namun juga orang lain di luar itu. Foto, video saat kejadian sudah beredar luas. Amarah, kebencian, pembenaran, bahkan sindiran sudah pasti menyeruak ke permukaan.

Saya sendiri sebenarnya sudah “gatal” untuk berkomentar setelah melihat foto dan video bahkan meme yang beredar paska pertandingan. Tapi saya coba untuk mengontrol untuk tidak “ikut-ikutan” dalam membesarkan hal-hal tersebut. Cukup jadikan itu semua pembelajaran untuk kita menjjadi tuan rumah yang baik di putaran 2 nanti. Karena pada hakikatnya hal-hal demikian hanyalah akan mengakibatkan kerugian untuk tim kebanggaan kita bersama. Kalau memang kalian mencintai Persija, maka seharusnya kecintaan kalian itu harus lebih besar daripada kebencian kalian pada klub lain. Buktikan hal tersebut dengan cara kita menjadj tuan rumah yang baik untuk mereka.

Ketika ketua umum Jakmania Bung Ferry sudah bisa bersilaturahmi ke pentolan viking di Bandung. Ketika sang pencetak gol semalam Ramdani Lestaluhu meminta kita untuk tidak mencontoh dan mengulangi apa yang terjadi kemarin. Dan ketika media official Persija berstatement bahwa sepakbola adalah persahabatan dan mengajak kita untuk membuktikan bahwa kita bisa jadi tuan rumah yang baik di putaran ke 2 nanti. Inilah saatnya membuktikan diri pada mereka bahwa kita memang bukanlah yang terbaik, tapi kita selalu mencoba jadi lebih baik. Karena pelajaran terbaik selalu datang dari guru terbaik pula. Sebagai suporter Persija maka saya ucapkan terimakasih atas pelajaran berharganya kepada mereka yang berlabel suporter terbaik.

Penulis : (Panji Eka Sapta-JO)
Foto : (Septiar-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru