JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

PERSIJA DAN STADION YANG TAK BERJODOH

IMG_0718

JakOnline = Dalam kompetisi sepak bola, setiap klub diharuskan bermain dengan sistem laga kandang maupun tandang. Itu dikarenakan agar setiap klub merasakan atmosfir yang berbeda. Jika dikandang mereka medapatkan dukungan penuh supporternya, namun dilaga tandang, mereka harus siap mental dengan banyaknya supporter lawan. Selain itu, diterapkannya sistem laga kandang-tandang, diharapkan kompetisi bisa berjalan dengan menarik dan kompetitif.

Namun, apa jadinya jika sebuah klub sepak bola tidak mempunyai Stadion tetap? Tentu saja itu merupakan suatu kerugian yang besar. Itulah yang tengah dialami klub Persija Jakarta. Ibarat kisah percintaan, Persija dan Stadion seperti tidak ditakdirkan untuk berjodoh. Setidaknya sudah lebih dari satu tahun sejak Juni 2016 Persija Jakarta selalu menggelar laga kandang diluar Jakarta. Ini dikarenakan markas mereka sebelumnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedang direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Akibatnya, tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus rela menjadi musafir untuk menggelar laga kandang mereka. Persija sempat menyewa beberapa stadion untuk dijadikan kandang. Sebelum Liga 1 bergulir, Ismed Sofyan dan kawan-kawan memilih Stadion Manahan Solo pada pertengahan kompetisi Indonesia Championship (ISC) musim 2016. Kemudian tim asal Ibu Kota tersebut pindah markas ke Stadion Patriot Chandrabagha di Kota Bekasi untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2017.

Pemilihan Stadion Patriot tentu mempunyai alasan tersendiri. Selain Kota Bekasi tak terlalu jauh dari Jakarta, alasan lainnya adalah agar The Jakmania tak perlu jauh-jauh keluar Jabodetabek dan merogoh kocek dalam-dalam untuk melihat tim kesayangannya bertanding. Meski begitu, kerinduan akan melihat tim kesayangannya berlaga di Jakarta tak bisa dibendung lagi oleh Jakmania. Pasalnya, terakhir kali mereka menyaksikan Persija bertanding di Jakarta pada Juni 2016, saat itu Persija menjamu Srwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada kompetisi ISC musim 2016.

Sempat mempunyai asa akan bermain di SUGBK pada laga melawan Persib, Persija kembali harus gigit jari ketika pihak pengelola Stadion tidak mengizinkan meggelar laga tersebut. Hal itu dikarenakan, kawasan SUGBK masih belum rampung dalam tahapan renovasi, dan belum siap untuk menggelar pertandingan bergengsi antara Persija vs Persib. Stadion memang menjadi masalah klasik bagi Persija. Sejak dulu Macan Kemayoran terkenal sebagai tim yang sering pindah markas. Terhitung ada empat Stadion selain SUGBK yang pernah disinggahi oleh klub Ibu Kota Tersebut.

Lapangan Petojo (Stadion VIJ)

Stadion VIJ di Pulo Pion (sekarang daerah Petojo), merupakan lapangan pertama yang dipakai tim Ibu Kota tersebut, yang dulu masih bernamakan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Pemakaian lapangan ini, tak lepas peran dari putra asli Betawi Mohammad Hoesni Thamrin. Dikabarkan putra kelahiran Sawah Besar itu mengucurkan dana sebesar 2000 gulden untuk merenovasi lapangan tersebut. Lapangan ini menjadi saksi kejayaan VIJ yang meraih empat gelar pada era perserikatan tahun 1931, 1933, 1934, dan 1938. Paska kemerdekaan tepatnya tahun 1950, VIJ yang sudah berganti nama menjadi Persija tidak lagi memakai lapangan ini. Namun kini lapangan VIJ masih berdiri kokoh sebagai sarana olahraga masyarakat sekitar.

Stadion IKADA

Setelah meninggalkan lapangan VIJ, Persija menempati Stadion Ikatan Atletik Djakarta (IKADA). Stadion ini merupakan yang terbesar dizamannya sebelum Stadion Utama Gelora Bung Karno dibangun. Sayangnya, Persija hanya meraih satu gelar selama menempati Stadion ini, yakni pada tahun 1954. Gelar itu diraih ketika Persija berhasil menundukan PSMS Medan dengan skor 2-1 di partai final kejuaraan nasional PSSI. Sempat tertinggal satu gol, Hassan cs berhasil membalikan keadaan dengan skor 2-1. Gelar tersebut bisa dibilang kontrovesial, karena PSMS lebih memilih tidak melanjutkan pertandingan karena menganggap Persija tidak bermain dengan sportif. Meski begitu, Tim Macan Kemayoran secara resmi menjadi jawara pada kejuaraan Nasional PSSI tahun 1954 tersebut.

Stadion Menteng

Stadion Menteng pernah menjadi kebanggan warga Jakarta pada zamannya. Stadion yang didirikan tahun 1921 ini, awalnya bernamakan Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld) dan dijadikan markas klub Belanda, Voorwarts Is On Streven (Vios). Stadion ini diarsiteki oleh orang berkebangsaan Belanda , F.J Kubatz dan P.A.J Moojen. Namun seiring berjalannya waktu, Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno memberikan Stadion ini kepada Persija Jakarta untuk dijadikan markas tim Ibu Kota tersebut. Stadion yang terletak di Jakarta Pusat ini juga salah satu Stadion bersejarah bagi tim Macan Kemayoran. Karena di Stadion inilah Persija melahirkan nama-nama besar seperti Anjasmara, Soetjipto Soentoro, Andi Lala, hingga Bambang Pamungkas. Bukan hanya melahirkan nama-nama tenar diatas, Macan Kemayoran berhasil meraih lima gelar juara ketika masih bermarakas di Stadion ini yakni tahun ; 1964, 1973, 1975, 1979, dan 2001. Namun sayangnya, pemerintah DKI Jakarta harus menggusur Stadion bersejarah tersebut untuk dialih fungsikan sebagai taman, yang sekarang dikenal dengan taman Menteng.

Stadion Lebak Bulus

Siapa yang tak kenal Stadion Lebak Bulus? Stadion yang berkapasitas kurang lebih 15.000 penonton tersebut merupakan stadion yang pernah disinggahi Persija Jakarta. Stadion Lebak Bulus merupakan Stadion angker bagi setiap tim tamu yang akan bertanding melawan tim Macan Kemayoran. Ya, karena setiap Persija bertanding, ribuan The Jakmania selalu memenuhi tribun Stadion untuk bernyanyi dan memberikan dukungan kepada Persija Jakarta yang membuat mental tim lawan jatuh. Stadion yang terletak di Jakarta Selatan ini, merupakan Stadion yang sangat dibanggakan oleh The Jakmania. Wajar saja jika The Jakmania sangat bangga dengan Stadion ini, karena banyak kenangan manis didalamnya. Nama-nama besar seperti Hamka Hamzah, M. Robby, Leonard Tupmahmu, hingga Ortizan Salossa pernah menghiasi rumput hijau Stadion Lebak Bulus. Liga Indonesia 2007/2008 menjadi musim terakhir Persija menempati Stadion Lebak Bulus. The Jakmania kembali dibuat sedih, setelah Stadion Menteng terkena imbas akibat program pemerintah DKI, kini giliran Stadion Lebak Bulus yang harus diratakan oleh Pemerintah DKI untuk proyek pembangunan MRT. Kini, Stadion Lebak Bulus sudah rata dengan tanah, namun kenangan manis Stadion ini tak akan pernah dilupakan oleh The Jakmania.

Miris memang tim yang mempunyai sejarah panjang seperti Persija tidak memiliki Stadion sendiri. Apalagi, Persija mempunyai basis supporter yang sangat banyak dan tentu mereka membutuhkan Stadion untuk bisa mendukung tim kesayanganya di Kota sendiri dan tak perlu jauh-jauh untuk keluar Kota. Beredar kabar, kalau pasangan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies-Sandi berjanji akan membangun Stadion untuk Persija. Tentu ini menjadi kabar baik bagi The Jakmania. Mereka berharap pembangunan Stadion segera terlaksana, bukan hanya janji semata. Semoga Persija dan Stadion segera berjodoh agar mereka tetap mesra menjalani musim bersama.

Penulis : (Hutama Prayoga -JO)
Foto : (Jerry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Go-Jek Traveloka Liga 1 - Season 2017

Top Scores PERSIJA

1. Luiz Junior (2 Gol)

2. Rudi Widodo (1 Gol)

3.

4.

Facebook

Terbaru