JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Kau Bukan Musuhku

JakOnline – SADIS, mungkin kata ini sangat cocok untuk lingkup supporter klub sepak bola Indonesia, dari hina menghina, ejek mengejek dan  serang  saling serang hingga bunuh membunuh menjadi ritual yang ada didalam sepak bola kita.

Bagaimana tidak?, sudah puluhan orang tewas menjadi tumbal kearogasian dari fanatisme buta supporter bola Indonesia.

Kini langit hitam kembali menyelimuti persepakbolaan negeri ini, seorang pemuda harus meregang nyawa dengan tragis. Ya dia adalah Harlingga Sirla Jakmania 23 tahun yang menjadi korban pengeroyokan beberapa oknum Bobotoh (supporter Persib Bandung).

Harlingga hanyalah salah satu korban dari keganasan rivalitas berlebihan dari Persib dan Persija, dalam kurun waktu hampir tujuh tahun sudah ada beberapa  korban jiwa berjatuhan dari Rangga, Dani,Harun, Ricko hingga Harlingga, dan jangan sampai orang yang kita cintai menjadi korban selanjutnya.

Ya saat satu persatu anak bangsa ini gugur karena sepak bola pasti kita akan berteriak CUKUP INI YANG TERAKHIR !!!.

Akan tetapi apa yang terjadi dilapangan? jangan jadikan kabar duka ini hanya sebagai momentum perdamaian sementara, dimana hanya sesaat semua pihak menundukan kepalanya sebagai bentuk tanda berbelasungkawa.

Apakah harus ada duka lagi antara kita? pasti mayoritas akan berteriak TIDAK.
Lalu mau sampai kapan nyawa sebagai tumbal sepak bola? sampai kapan?!!!.

Permasalahan yang terjadi di tubuh sepak bola indonesia bukanlah hanya masalah para petinggi, akan tetapi mencakup sampai akar rumput.

Siapakah akar rumput itu? Ya akar rumput itu adalah kami yang meminta izin kepada keluarga dirumah untuk mengawal tim kebanggannya saat berlaga, meskipun rentan nyawa menjadi taruhanya.

Rivalitas berlebihan sudah banyak sekali merenggut nyawa, sudahi rivalitas kotor ini. lebih indah rasanya apabila kita bersaing dengan kreatifitas bukan dengan cacian dan makian yang akan menimbulkan konflik baru serta menumbalkan nyawa lagi.

“Habis Gelap Terbitlah Terang”  kutipan tersebut seharusnya secara langsung menyadarkan kita bagaimana kita bersama sama bangkit dari situasi ini untuk menjadi yang lebih baik lagi, memang tidak mudah untuk bangkit akan tetapi apabila kita mau berusaha tak ada yang tidak mungkin.

Bagaimana kita harus mulai bangkit? kita tanamkan dalam diri kita untuk menghormati perbedaan, bukan hanya sekedar damai diatas kertas, karena apa? lebih indah rasanya apabila kita bisa memanusiakan manusia dari pada kita harus menghardiknya.

Sebuah cara sederhana harus kita coba hentikan umpatan berbau rasis, dan bersama sama kita tanamkan kepada diri kita “KAU BUKAN MUSUHKU, DAN KAU BUKAN LAWANKU, KARENA KITA HANYALAH MANUSIA”.

Penulis : (Fauzi-JO)
Foto : (Abin-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Scores PERSIJA

1. Marko Simic (8 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (5 Gol)

3. Osas Saha (2 Gol)

4. Rohit Chand (2 Gol)

5. Rezaldi Hehanusa (2 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru