JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Hilangnya Esensi Sepakbola Indonesia

JakOnline – Liga 1 Indonesia sudah berjalan lebih dari separuh musim, para peserta Liga mulai bertanding dengan semangat juang lebih karena sadar Liga ini sudah hampir diujung musim dengan minyasakan 9 pertandingan dari papan bawah yang coba keluar zona degradasi hingga papan atas yang coba berlomba menjadi juara, karena selisih poin yang tidak begitu jauh dan masih sama-sama punya kans untuk juara diakhir musim terlebih klasemen 5 besar.

Tapi selain sisi perjuangan klub dilapangan ada sisi lain yang tidak kalah dalam perjuangan klubnya, yaitu suporter. Bagaimana tidak seluruh suporter peserta liga lebih mendukung secara all out klub kebanggaannya tapi sayang ada sekelompok suporter yang coba memainkan opini diluar lapangan dengan selalu berteriak tentang mafia sepakbola.

Teriakan mafia itu tak lepas dari sanksi yang diterima klub dan juga suporternya, mereka adalah Suporter Persib Bandung. Ya mereka saat ini sedang menjalankan sanksi dari Komdis PSSI karena ulahnya sendiri yang melakukan pengeroyokan ke salah satu suporter Persija Jakarta yaitu Haringga Sirila saat bertandang ke Bandung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Persib fans saat ini berupaya memainkan opini publik bahwa sanksi yang mereka terima adalah konspirasi mafia PSSI yang tidak menginginkan Persib juara. Alih-alih membuktikan siapa mafianya justru liga kitalah yang menjadi korban opini mereka dengan kekuatan medsosnya. Mereka bersuara bahwa ada mafia di PSSI yang merugikan klubnya tapi sampai saat ini tidak bisa membuktikan siapa mafia yang dimaksud, justru hal ini berbahaya karena bisa menghilangkan esensi sepakbola Indonesia itu sendiri.

Sepertinya sepakbola Liga 1 saat ini sudah tidak menyenangkan karena banyak suporter yang tergiring opini dan coba menerka-nerka klub ini yang jadi juaranya, klub itu yang jadi juaranya dan seterusnya dan seterusnya. Sementara Persib Fans selalu bicara mafia disetiap langkah klubnya mulai dari hasil pertandingan yang tidak sesuai ekspetasi jika kalah berarti mafia yang sudah mengalahkannya tapi begitu menang tidak pernah bicara mafia yang memenangkannya. Ironi memang ketika sanksi itu dijatuhkan karena ulah dan kelakuannya sendiri tapi seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak merasa bersalah.

Mungkin untuk saat ini lebih baik Liga diberhentikan dan berikan Piala dan gelar juara itu ke Persib dari pada kita merelakan setiap klub yang kita dukung hanya berakhir dengan kata mafia, bukankah perjuangan pemain klub mana pun dilapangan harus kita hargai terlepas dari apapun hasil akhirnya, bukankah suara suporter masih berlaku mendukungnya klub kebanggaannya, kecuali mereka karena sedang disanksi. Playing Victim memang mereka yang melakukan, mereka yang disanksi tapi mereka yang merasa jadi korban.

Sudahlah kalian ini sudah banyak makan korban jiwa jangan kalian tambah lagi dengan mengorbankan sepakbola negeri ini dengan cara menggiring opini, hargailah pemain juga pelatih yang beradu strategi dilapangan juga suporter yang tak kenal lelah mendukung di tribun. Jika memang ada indikasi mafia di PSSI ayo kita bongkar dan buktikan bersama, jangan hanya teriak mafia mafia mafia tapi tanpa bukti dan teriak mafia jika hanya dalam kondisi tersanksi itu hanya menghilangkan esensi sepakbola itu sendiri, karena hasil akhir pertandingan adalah kalah, seri, menang bukan mafia, mafia, mafia. Atau jangan-jangan justru kalian lah mafianya itu sendiri?

Penulis : (Rendi Adi Pratama-JO)
Foto : (Qharry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Scores PERSIJA

1. Marko Simic (8 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (5 Gol)

3. Osas Saha (2 Gol)

4. Rohit Chand (2 Gol)

5. Rezaldi Hehanusa (2 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru