JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Lebih Seru Ributnya Daripada Proyeknya

JakOnline – Bagai rindu yang tak kunjung terbalaskan, saat ini masyarakat ibu kota masih setia menanti kelanjutan proyek pembangunan Stadion BMW di Jakarta sempat terhenti. Stadion yang digadang-gadang untuk mengantikan beberapa stadion yang dulu sempat ada, kini tak jelas kabarnya.

Sesuai instruksi Pemrov DKI, pembangunan stadion yang memakan dana 4,5 triliun dan waktu tiga tahun ini akan dikerjakan oleh Jakarta Propertindo. Namun, ada sedikit masalah mengenai anggaran pembangunan tersebut.

Pasalnya, di awal ketika didengungkan mengenai pembangunan stadion oleh pihak Pemprov DKI Jakarta melalui wakilnya saat itu mengatakan akan melakukan pembangunan mengunakan dana swasta. Akan tetapi saat dalam perkembangannya, pemprov meminta anggaran pembangunan dimasukan dalam Penyertaan Modal Daerah (PMD) melalui anggaran APBD DKI Jakarta tahun 2019.

Seperti gayung bersambut, kata menjawab dengan cepat pun ketua DPRD DKI tidak menyetujui apabila pembangunan stadion dilakukan oleh Jakarta Propertindo. Tak hanya itu, pihak legislatif menyarankan sebaiknya pembangunan melalui proses lelang serta menolak penyertaan modal sebesar 1,5 Triliun dalam APBD DKI 2019.

Lah emang ngapa nggak jadi pake dana swasta pak ? Emang nggapa sih nggak boleh kalo pake dana APBD 2019?

Hmmmm..hmmmm..hmmmm, menimbulkan suatu pertanyaan yang cukup besar bukan? Bukankah Pemprov dan DPRD  seharusnya saling bersinergi? Bukankah harus saling melengkapi satu dengan yang lainya? Seperti Romeo dan Juliet? Atau nasi uduk dan sambal kacangnya? Agar menciptakan sebuah harmonisasi di dalam suatu daerah yang dipimpinnya? Bukankah seharusnya seperti itu!?

Nyatanya, saat ini keharmonisan itu tidak terbentuk. Masa iya untuk rancangan pembangunan stadion aja kagak kelar-kelar? Coba obrolin rancangan stadion dengan beberapa pihak yang terkait sambil duduk ditemani beberapa cangkir kopi dan cerutu ala Che Guevara dan Fidel Castro demi terciptanya revolusi stadion untuk JAKARTA. Dengan cara tersebut mungkin ada jalan keluar yang nantinya akan kalian tempuh selaku petinggi-petinggi kota Jakarta ini, bahkan lebih indah Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.

Ketidakharmonisan tersebut bisa jadi karena jelang pergantian tahun 2019, kita memasuki musim pancaroba perpolitikan negeri ini., Dalam momen seperti ini, bisa menjadi ajang saling serang dan lempar-melempar kesalahan, dan membuka celah akan timbulnya fitnah-fitnah baru. Tapi mohon dengan rendah hati jangan bawa sepak bola ini kedalam masa pancaroba itu

Jakarta sangat susah dan seperti tidak mampu mendirikan SATU STADION di luar GBK dibandingkan dengan puluhan gedung tinggi yang seakan-akan inggin menembus awan, ataupun pusat perbelanjaan yang kita ketahui bersama-sama hampir ada disetiap daerah yang ada di Jakarta.

Lalu kami harus apa? Apakah kami harus turun ke jalan-jalan ibukota untuk sekedar menagih apa yang seharsunya engkau lakukan tanpa harus ditagih? Atau dengan cara membentangkan spanduk-spanduk “ Mana Stadion” atau “Mana Janji Manismu?”

Turun ke jalan mungkin cara terakhir dalam menagih janji stadion. TAPI, yang harus bersama-sama kita ketahui, molornya pembangunan stadion untuk Jakarta adalah hasil dari ketidakharmonisan para elit di atas. Sehingga kalangan kelas bawah merasakan dampaknya.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih sesuatu, dan jangan kau jadikan seni itu sebagai pisau yang akan melukai RAKYAT JAKARTA dan SEPAK BOLA NYA. fauzi/jo

foto: JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA

1. Marko Simic (14 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (6 Gol)

3. Novri Setiawan (4 Gol)

4. Rohit Chand (3 Gol)

5. Riko Simanjuntak (3 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru