JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Udara Keruh di Penghujung Kompetisi

JakOnline – Liga 1 musim 2018 tinggal menyisakan satu pekan lagi. Dua tim teratas, Persija Jakarta dan PSM Makassar jadi yang paling disorot untuk bersaing memperebutkan gelar. Namun, ketatnya atmosfer kompetisi berbanding lurus dengan udara tak sedap yang merebak belakangan ini.

Spirit untuk membenahi persepakbolaan dalam negeri memang patut menjadi langkah bersama. Kompetisi yang bersih dan sehat merupakan dambaan seluruh insan sepak bola mulai dari pemain, pelatih, hingga tentunya, penggemar. Akan tetapi, opini tak sehat yang beberapa waktu belakangan ini mencuat, berimbas pada atmosfer yang tidak sehat pula.

Setiap kali ada momen janggal dalam sebuah pertandingan, semua kompak berpikir satu kata; mafia. Apakah secepat itu untuk menghakimi sebuah kondisi rumit dalam suatu pertandingan? Bukankah sudah lama sepak bola kental dengan kontroversi?

Mafia, harus diakui sudah menjadi hantu bersama dalam dunia sepak bola dalam negeri. Namun, apakah lantas secepat ini menghakimi dan memukul rata semua kejanggalan dalam suatu pertandingan. Legenda sepak bola Prancis, Michel Platini pernah bilang bahwa karena kontroversilah sepak bola jadi menarik. Kegondokan ketika tim favorit dirugikan juga jadi bagian dari cara menikmati sepak bola itu sendiri.

Mencuatnya isu pengaturan skor di sepak bola tanah air membuat semua pihak menaruh kecurigaan pada titik kecil di setiap pertandingan. Wabah ini bersumber dari beberapa momen kontroversial yang terjadi di Liga 2 dan pada akhirnya merembet ke Liga 1.

Perebutan tempat ketiga Liga 2 antara Persita Tangerang dan Kalteng Putra yang berlangsung Selasa (4/12) kemarin jadi contohnya. Protes Egy Melgiansyah kepada wasit jadi viral di media sosial. Komentar yang menuding ada unsur pengaturan skor pun bertebaran di dunia maya. Demikian pula dengan laga PSMS Medan menghadapi PS TIRA yang sempat terhenti karena protes dari salah satu penggawa Ayam Kinantan.

Bukan bermaksud membiarkan bahkan membenarkan tindakan curang dalam sepak bola, dalam negeri khususnya. Namun, alangkah lebih bijak jika semua pihak bisa menempatkan porsi yang tepat untuk meluapkan kekecewaan. Berani jamin, kemunculan kata mafia dalam benak tidak secepat ini ketika Liga 1 musim ini bergulir.

Jangan pula nantinya, publik terlalu cepat menggunakan kata “mafia” untuk menghakimi momen kontroversi di atas lapangan. Bisa jadi, penglihatan wasit di TKP berbeda dengan sudut pandang penonton di tribun, bahkan di layar kaca.  Bambang Pamungkas pernah mengeluarkan pernyataan di Twitter-nya, selesaikan dahulu kompetisi, baru kita berbicara yang lain. abdillah/jo

foto: JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA

1. Marko Simic (14 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (6 Gol)

3. Novri Setiawan (4 Gol)

4. Rohit Chand (3 Gol)

5. Riko Simanjuntak (3 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru