JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Jak Tiket Jak, Ada Gak?

JakOnline – Puluhan ribu, bahkan ratusan ribu Supporter sepak bola ibu kota saat ini sedang menjalani kesibukanya, bukan kesibukan dalam pekerjaan, pendidikan dan yang lainnya. Melainkan tengah sibuk berjuang mencari tiket laga terakhir Liga 1 2018, antara Persija Jakarta melawan Mitra Kukar yang akan berlangsung akhir pekan ini di SUGBK.

Mengapa sampai sesibuk itu dalam mencari tiket tersebut? Pertandingan tesebut layaknya final bagi Persija jika ingin menjadi juara musim ini. Raihan poin tiga tentunya menjadi hal maksimal yang harus diperoleh jika tidak ingin bergantung pada hasil pesaing terdekat, PSM Makassar.

Ada dua cara untuk dapat memperoleh tiket tersebut. Cara konvensional adalah melalui Koordinator Wilayah tempat dimana menjadi anggota the Jakmania. Selain itu tiket juga didistribusikan Panpel dengan sistem penjualan online. Meskipun tiket yang dicetak sudah sangat maksimal dari kapasitas SUGBK namun kondisi tersebut masih belum cukup menampung animo yang ingin hadir langsung

Dari pantauan yang ada, pembelian online misalnya, sejak belum dibuka resmi para calon penonton sudah memadati laman penjualan tiket. Tidak cukup jelasnya informasi penjualan dari online baik itu dari segi waktu yang tersedia dan update kuota yang masih ada menambah keriuhan yang terjadi. Tidak sampai hitungan jam, empat kategori yang dijual melalui online sudah habis.

Cepat habisnya tiket online yang dijual oleh pihak panitia penyelengara itu berdampak mereka yang tidak mendapatkannya berbondong-bondong menyerbu korwil, bahkan banyak juga dari mereka yang beralasan apapun demi mendapatkan tiket, bahkan sampai ada juga yang berani memberi uang lebih dari harga tiket yang tertera semestinya.

Setiap Korwil pasti memiliki kebijakannya masing-masing, cara yang paling efektif dan rasional memang dilihat dari kepemilikan kartu anggota. Namun sekali lagi dari jumlah kuota yang masing-masing didapatkan Korwil memang berbanding terbalik dengan jumlah anggota yang ada. Kondisi ini juga yang membuat tidak sedikit yang sudah memiliki KTA namun tidak mendapatkan tiket.

Masalah tiket sulit bukan menjadi hal pertama bagi Jakmania dalam laga besar seperti ini. Seperti contoh ketika Final Piala Presiden 2018 saat Persija Jakarta menghadapi Bali United di SUGBK, tiket sangat susah dicari dan menjadi seperti barang langka sekalipun ada harganya bisa berkali-kali lipat. Hal-hal tersebut tentu menjadi hambatan bagi Jakmania yang ingin memberikan dukungan langsung di dalam stadion.

Persija sejatinya memang milik siapapun yang mencintainya, seyogyanya tidak bisa hanya dibatasi dengan selembar legalitas keanggotaan. Kondisi ini yang akhirnya menjadi landasan bagi para masyarakat umum diluaran sana. Dalam hal ini termasuk dalam upaya mendapatkan selembar tiket pertandingan. Hal tersebut memang tidak salah, namun juga tak bisa disebut sebagai pembenaran.

Kondisi kurang menyenangkan selanjutnya ternyata tidak hanya dialami diluar struktur, tetapi juga posisinya sebagai anggota resmi. Tidak sedikit juga para anggota yang ada memanfaatkan situasi seperti ini dengan berlindung dibalik kalimat “Gue kan ada KTA, masa bisa gak dapat tiket sih?”

Tidak semudah itu Ferguso… jangan hanya asal punya KTA supaya gampang jika ingin memiliki tiket, tapi harus benar benar sadar dalam berorganisasi dan aktif didalamya. Karena sejatinya itu organisasi bukan loket tiket, dan jangan ngegampangin karna lo anggota, lo pasti dapet tiket.

Bukan hanya sampai disitu, polemik langkanya tiket akan merambat ke hal-hal lainya seperti ajang pengakuan diri sejauh mana dan militannya seseorang dalam kapasitasnya mendukung Persija. Mengapa sampai demikian? Hal itu bisa tidak jarang dianggap bahkan kerap kali dijadikan parameter sebagai cara menentukan siapa yang lebih berhak mendapatkan tiket.

Dengan adanya lontaran-lontaran seperti itu menjadi sedikit membinggungkan, bagaimana tidak? Yang mencari tiket tersebut sama sama suka Persija bahkan cinta. Ucapan-ucapan tersebut amat sangatlah sensitif, mungkin banyak dari mereka yang mencari tiket “dadakan” mempunyai aktifitas lain.

Bahkan bisa jadi mereka – mereka adalah orang – orang yang awalnya baru mulai melihat, lalu mengagumi, hingga kemudian kelak bisa menjadi pendukung setia Persija Jakarta. Alangkah baiknya untuk kita bisa saling menghargai.

Walaupun adanya kekhawatiran yang cukup beralasan jika nantinya akan banyak yang berlomba-lomba mendaftarkan dirinya menjadi anggota resmi hanya karena demi selembar tiket pertandingan bukan dari dorongan hatinya, jika sampai ini terjadi maka nantinya mereka akan seenaknya hanya datang ataupun tegur sapa hanya perihal tiket pertandingan.

Berorganisasi itu baik, bagaimana niat awal kita. Dalam organisasi kita dapat banyak belajar, berproses diri kita hingga mempunyai keluarga baru, bukan kah itu menyenangkan??

Maka dari pada itu untuk kita semua yang belum mempunyai kartu tanda anggota sesegera memprosesnya dengan dasar niat berorganisasi, dan jadikan KTA menjadi jati diri bangga menjadi seorang Jakmania.

Dan teruntuk kamu-kamu yang sudah memiliki kartu tanda anggota berbanggalah dengan entitas yang sudah kalian miliki. Jangan hanya jadikan KTA mu sebagai simbol tiket semata. Satu hal yang perlu digaris bawahi, setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban dalam berorganisasi yang keduanya harus dijalani dengan sama baiknya.

Ngomong-ngomong masalah tiket, Jak tiket dong Jak belom ada nihh…

Penulis : (Fauzi-JO)
Foto : (Qharry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA Di Piala Presiden 2019

1. Bruno Matos (4Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru