JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

11 Kunci Persija Juara Liga 1 2018

JakOnline – Persija Jakarta berhasil menambah koleksi gelar juara liga untuk ke-11 kalinya sepanjang sejarah. Torehan tersebut menjadikan Macan Kemayoran tim dengan raihan gelar liga terbanyak di Indonesia.

Kemenangan yang patut disyukuri mengingat perjalanan Persija menuju tangga juara tidak mudah musim ini. Sempat berada di dasar klasemen, perlahan tapi pasti Stefano Cugurra meracik timnya sedemikian rupa.

Hingga pada akhirnya tim ibu kota mulai menapaki papan atas, udara keruh sempt dihembuskan jelang kompetisi berakhir. Namun, faktanya Persija mampu bertahan dari berbagai tuduhan dan fitnah yang dikemas secara sistematis, terstruktur, dan masif tersebut.

JakOnline merangkum 11 faktor kunci keberhasilan Persija memboyong kembali supremasi tertinggi sepak bola domestik ke ibu kota.

Persiapan Matang Sejak Pramusim
Kerangka tim sudah mulai terbentuk bahkan sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir. Manajemen mengambil langkah cepat dan efektif kala berbenah menyambut musim baru bergulir.

Beberapa laga uji coba serta turmanen pemasan pun dijalani Persija. Kesempatan itu digunakan Stefano Cugurra selaku pelatih untuk bereksperimen dengan pemain-pemain yang dimiliki.

Hasilnya, Persija sukses memboyong dua trofi pramusim yakni Boost Sportsfix Supercup 2018 di Malaysia, serta Piala Presiden 2018. Keberhasilan ini menjadi bekal untuk menjaga mental Ramdani Lestaluhu dkk.

Kekompakan Skuat
Matangnya persiapan Persija selama jeda kompetisi mau tidak mau berimbas pada sinergi antarpemain di dalam tim. Skema matang yang mengandalkan Riko Simanjuntak dan Marko Simic sempat membuat Macan Kemayoran tampil garang di awal musim.

Dari segi materi pemain, skuat Persija dihuni pemain-pemain top pada posisinya. Mulai dari Andritany di bawah mistar, Riko Simanjuntak di flank, hingga Marko Simic di depan jadi komposisi ideal tim ibu kota di awal musim.

Manajemen Konflik
Hampir tidak pernah terdengar isu kurang sedap terkait udara di ruang ganti Persija musim ini. Macan Kemayoran bisa tampil kompak sepanjang musim depan pemain-pemain yang ada.

Apresiasi patut diberikan kepada manajemen yang mampu mengelola konflik internal dengan baik. Kehadiran Mustaqim di posisi Asisten Pelatih pun jadi faktor yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Pria yang dicapa Abah Taqim tersebut sempat melontarkan pernyataan bahwa dialah yang menjembatani komunikasi antara pelatih dan pemain. Wibawa sebagai seorang ayah mampu merangkul semua pemain tetap dalam satu visi.

Transfer Pemain
Kejelian manajemen dalam mengincar pemain juga jadi kunci penting penampilan Persija sepanjang musim. Masuknya Marko Simic, Riko Simanjuntak, dan Jaimerson Xavier harus diakui merupakan transer brilian musim ini.

Sudah lama Persija tidak punya penyerang tajam yang konsisten seperti Simic. Salah satu bukti konkret efektivitasnya sebagai seorang ujung tombak adalah torehan 11 gol dari tujuh laga di Piala Presiden 2018.

Jaime mampu menutup dengan baik lubang yang ditinggalkan Willian Pacheco. Bahkan, bisa dibilang dalam versi lebih baik karena yang bersankutan punya kemampuan eksekusi tendangan bebas yang mumpuni.

Dukungan Para Pemangku Kepentingan
Peran para pemangku kepentingan di atas tidak bisa dihilangkan begitu saja dari keberhasilan Persija juara musim ini. Sejak kedatangan manajemen baru, perlahan tapi pasti tim ibu kota melakukan pembenahan di segala lini.

Dari segi finansial, bisa dikatakan tidak pernah terdengar lagi soal keterlambatan kewajiban bagi pemain. Selain itu, sikap kooperatif dari pejabat daerah setempat juga mampu membuat para pemain bisa fokus ke pertandingan.

Fasilitas
Baru pada musim ini Persija kembali punya tempat latihan yang pasti. Lapangan Sutasoma di Halim, Jakarta Timur dipilih menjadi laboratorium eksperimen Stefano Cugurra sebagai pelatih.

Tidak hanya sampai di situ, setelah sekian lama tim ini kembali dimanjakan dengan bus yang selalu membawa para pemain pada setiap laga kandang. Belakangan, bus tersebut tidak terlihat seiring berakhirnya kerja sama dengan pihak terkait.

Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas
Dua nama angker ini bisa masuk ke dalam salah satu faktor penting Persija Jakarta ke tangga juara. Sosok panutan yang ada dalam diri mereka membuat para pemain junior merasa termotivasi bermain satu tim bersama dua pemain kawakan tersebut.

Apalagi, sebelum musim bergulir, keduanya sempat berkelakar Liga 1 2018 akan menjadi musim terakhir mereka jika Persija juara. Jelas, motivasi para pemain untuk memberikan penghormatan untuk Ismed dan Bepe cukup tinggi.

Inkonsistensi Pesaing di Papan Atas
Persija Jakarta sempat hanya menghuni papan tengah ketika Liga 1 2018 tinggal menyisakan dua bulan lagi. Seiring kemenangan-kemenangan yang diraih tim ibu kota, para pesaing di papan atas juga mengalami inkonsisten.

Beberapa tim seperti Bali United hingga Bhayangkara FC mulai sulit meraih kemenangan. Praktis, hanya PSM Makassar yang tetap bermain konsisten hingga pekan terakhir dan bersaing ketat dengan Macan Kemayoran.

Supporter
Pembenahan internal supporter bisa jadi langkah penting untuk mengelola pergerakan massa yang besar. Kembalinya Bung Ferry ke tampuk kepemimpinan organisasi membuat rekan-rekan supporter lebih terorganisir.

Beberapa pembenahan pun dilakukan. Salah satunya adalah pendataan anggota resmi the Jakmania, yang berkesinambungan dengan koordinasi ketika melakukan tur tandang ke berbagai daerah.

Kemenangan di Laga Krusial
Asa Persija untuk menjadi juara musim ini sejatinya muncul setelah kekalahan di GBLA. Perlahan tapi pasti, Macan Kemayoran mulai mengancam ketenangan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi.

Meski sempat terpeleset beberapa kali, nyatanya sejumlah kemenangan di laga krusial mampu mengatrol posisi Persija di klasemen. Kemenangan atas Madura United, Persipura, Sriwijaya FC hingga Bali United mampu mengantarkan tim ibu kota ke pucuk klasemen.

Hingga pada akhirnya berhasil menuntaskan perlawanan Mitra Kukar di GBK pada Minggu (9/12) sore kemarin. Tiga poin berhasil diraih karena pada saat bersamaan, Persija harus bersaing dengan PSM Makassar yang hanya tertinggal satu poni.

Motivasi Tinggi Akhiri Puasa Gelar
Sejak menjadi juara pada 2001 silam, Persija mengalami pasang surut prestasi. Sempat menapaki final Liga Indonesia 2005, langkah tim ibu kota saat itu saat itu kandas oleh Persipura Jayapura.

Memasuki era Indonesia Super League, Macan Kemayoran sempat memulai kompetisi cukup baik dengan materi pemain mumpuni. Akan tetapi, tim ibu kota tidak bermain konsisten jelang akhir kompetisi.

Sehingga wajar jika motivasi para pemain untuk mengakhiri puasa gelar cukup tingi. Berbekal dukungan dari berbagai pihak, akhirnya Persija bisa kembali menjadi yang terbaik di kancah domestik untuk ke-11 kalinya. jakonline

foto: jakonline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru