JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Mereka Pantas Juara

JakOnline – Yaa…. Mereka memang pantas juara, siapa mereka? Mereka adalah seluruh penggawa Macan Kemayoran. Semusim penuh mereka telah berjuang berpeluh-peluh keringat demi lambang Monas di dada. Jatuh dan bangkit mereka rasakan dan lalui untuk mengangkat trofi paling bergengsi seantero negeri. Dalam skuad yang pada minggu senja itu bergembira mengangkat trofi, Saya kira ada 2 orang yang memang seharusnya merasakan menjadi nomor 1 di negeri ini. Merrka adalah sang kapten kita bersama Ismed Sofyan, dalam dedikasi dan loyalitasnya untuk Persija dan seringkali langganan Timnas pada masa jayanya. Yang ke 2 adalah Maman Abdurahman. Bek no 1 Indonesia pada eranya juga, anak Jakarta yang merantau ke Semarang lalu Bandung namun pada akhirnya mencicipi juara bersama klub Ibukota.

Yaa… mereka memang pantas juara. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa dikatakan pantas juara sementara isu mafia dan settingan juara sudah beredar luas. Tapi cobalah tengok fakta dan statistik musim ini. Berapa kali mereka bermain di “rumah sendiri” didukung penuh para suporter setianya. Berapa kali mereka mampu mencuri poin bahkan memenangkan pertandingan di kandang lawan. Berapa kali para punggawanya “dipinjam” timnas. Berapa kali satu atau dua bahkan pernah lebih dari 5 penggawa mereka absen dalam 1 pertandingan. Dan faktanya mereka lalui itu semua dengan penuh perjuangan untuk menduduki puncak klasemen di akhir kompetisi. Coba jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan data statistik maka akan menemukan fakta bahwa tim ini dengan segala keterbatasannya mampu lalui itu semua dan keterbatasan itu jauh lebih sulit dilalui jika dibandingkan para rivalnya.

Kenapa mereka pantas juara? Apa karena anak papa? Banyak di bantu PSSI? Jawaba nya hmmmm iya dan enggak juga. Secara organisasi memang sudah selayaknya PSSI membantu klub-klub anggotanya. Ah kan Persija sering undur-undur jadwal. Lhoo… pengunduran jadwal justru merugikan bagi Persija. Karena di lain waktu akan ada jadwal yang sangat padat. Ah tapi kan juara karena tim lawan digembosi kekuatannya (seperti kata mantan pemain yang itu). Kalau bicara penggembosan skuad, cobalah lihat berapa pemain Persija dipanggil timnas untuk Asian Games dan AFF Cup? Lalu berapa pemain rival yang dipanggil juga? Faktanya ada 3 pemain Persija yang sibuk bolak-balik timnas, sementara berapa banyak pemain PSM dan Persib yang demikian? Jadi siapa yang digembosi?

Dimana tempat yang layak untuk mereka juara? Ya sudah pasti Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah tempat yang sangat pas untuk mereka berpesta. Tapi sebenarnya dengan data statistik musim ini, dimana mereka seringkali terusir dan main jauh dari rumah atau di kandang lawan sekalipun, mereka tetap perkasa mengumpulkan poin demi poin. Berbeda seperti klub rival yang ketika terkena sanksi (atas kesalahannya sendiri) lalu dihukum main di luar rumahnya, tak mampu berbuat banyak dan langsung menurun permainannya. Oh apa mungkin selama main di kandang ada intimidasi terhadap wasit seperti yang dilakukan saat berhadapan dengan Persija, (terbukti dan dihukum komdis) sehingga mereka sangat perkasa di kandang tapi sangat kepayahan tampil jauh dari rumah.

Yang terakhir. Apa memang pantas mereka juara? Baca lagi dari awal artikel ini. Betapa sulitnya perjuangan mereka menjadi juara. Nada-nada sumbang mengenai kepantasan mereka jadi juara hanyalah opini yang dibentuk suatu kelompok untuk menutupi kegagalan kelompok tersebut dan mengkambing-hitamkan Persija. Terlebih lagi pada musim ini Persija memiliki senjata sangat komplit yang tidak secara keseluruhan dimiliki di musim-musim lalu. Yaitu sinergi antara pemain, manajemen, suporter dan pemerintah ibukota yang turut andil dalam perjalanan Persija musim ini. Terima kasih atas segalanya untuk mewujudkan gelar ke 11 bagi klub kebanggaan ibukota.

Bukan klub yang memiliki poin banyak dan lama menghuni puncak klasemen hingga kemudian jelang akhir musim kehilangan poin penting drop poin dan tersusul di akhir musim. Bukan… bukan pula klub pecundang pula yang mengkambing-hitamkan klub lain atas kesalahannya sendiri. Bukan mereka yang pantas menyandang gelar juara apalagi menilai ketidak-pantasan suatu klub menjadi juara.

Karena sesungguhnya tidak ada yang berhak menilai atau menggugat ketidak-pantasan suatu pencapaian prestasi sebuah klub. Karena prestasi atau juara sudah ada nilai pastinya, yaitu tim yang berada di puncak klasemen pada akhir musim.

Penulis : (Panji Eka Sapta-JO)
Foto : (Jerry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA

1. Marko Simic (14 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (6 Gol)

3. Novri Setiawan (4 Gol)

4. Rohit Chand (3 Gol)

5. Riko Simanjuntak (3 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru