JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Karena Mempertahankan akan Jauh Lebih Sulit, Selamat Datang 2019!

JakOnline – Musim 2018 berjalan cemerlang untuk klub sepak bola kebangaan warga Jakarta, Persija. Bagaimana tidak, setelah belasan tahun menunggu, akhirnya Macan Kemayoran kembali mengaum di tangga tertinggi sepak bola Indonesia.

Bukan sekedar juara, sepanjang 2018, Persija menyabet tiga gelar sekaligus. Boost SportsFix Super Cup 2018 di Malaysia, Piala Presiden 2018, hingga Liga 1 2018. Pencapaian gemilang ini pun tidak lepas dari sinergi yang terbangun di semua elemen tim. Mulai dari manajemen, pelatih, jajaran staf, pemain, hingga supporter. Semuanya  saling bahu membahu menciptakan suasana kondusif sepanjang musim.

Sebenarnya, musim 2018 tidak berjalan mudah untuk Persija. Ismed Sofyan cs sempat terseok-seok di awal musim, dan berkelana mencari stadion dari kota ke kota demi bisa menggelar laga kandang.

Kala itu, Persija dianggap memiliki komposisi tim dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kapasitasnya.
Mulai dari jajaran kepelatihan yang berisi nama Stefano Cuggura dan Mustaqim selaku asisten, ditamban pelatih fisik seperti Yogi, dan pelatih kiper, Fauzi.

Untuk menunjang kesehatan ada dokter tim, Donny Kurniawan serta fisioterapis, Nizarlubis. Belum lagi ada Ahmad Aditya dan Aditya Julistiawan yang bertindak sebagai masseur. Tidak ketinggalan ada staf, perlengkapan ada Bombom dan Dhika. Komposisi manajerial klub juga tak kalah mentereng. Posisi presiden klub diisi oleh Ferry Paulus, Gede Widiade sebagai direktur, dan Marsma TNI Ardhi Tjahjoko sebagai manajer tim.

Tidak ketinggalan, para prajurit di atas lapangan. Posisi penjaga gawang diisi Andritany, Daryono dan Rizki Darmawan. Meskipun dominasi nama pertama masih sulit digeser. Pada paruh musim posisi Andri di bawah mistar mulai mendapat pesaing sepadan setelah masuknya Shahar Ginanjar.

Lini pertahanan Persija pun tidak main-main. Pemain senior macam Ismed Sofyan dan Maman Abdurahman masih mampu menunjukkan kelasnya sambil ditunjang beberapa pemain junior seperti Anan Lestaluhu, Frenky Kagoya, Vava Mario dan Rezaldi Hehanussa. Gunawan Dwi Cahyo, Michael Orah serta Valentino Telaubun jdan satu legiun asing asal Brazil, Jaimerson Da Silva membuat jaminan masyhur untuk lini belakang Macan Kemayoran.

Menjejaki lini tengah, Persija memiliki gelandang-gelandang yang mempunyai skill dan kecepatan diatas rata-rata. Ada Ramdani Lestaluhu, Rohit Chand, Novri Setiawan, Yan Pieter, Alua, Fitra Ridwan, Riko Simanjuntak, Nugroho Faturrahman, Asri Akbar, hingga Renan Silva. Mereka semua menjadi kreator di lini tengah Macan Kemayoran.

Masuk kelini depan, ada seorang legenda hidup sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas. Ia ditemani Osas Saha, Rudi Widodo, Ahmad Syaifullah, dan Marko Simic. Nama terakhir sukses menjadi predator menakutkan di lini depan Macan Kemayoran.

Semua aspek di atas, tidak akan lengkap rasanya tanpa dukungan dari suporter. Loyalitas, kesetiaan, semangat pantang menyerah, dan doa yang tak putus dari pemain ke-12, jadi suntikan moral tersendiri bagi para penggawa ibu kota. Mereka adalah aktor dibalik kesuksesan Persija musim lalu. Mereka berjuang keras tanpa kenal lelah demi kemenangan tim.

Kini 2018 telah berlalu, meninggalkan ribuan banyak cerita dan kenangan indah bagi Persija. Begitu juga pun dengan kompesisi pemain yang pastinya akan mengalami perombakan dalam menyambut musim berikutnya.

Inilah sepak bola, datang bermain lalu pergi menjadi hal yang sangat lumrah. Tapi sesungguhnya tidaklah gampang melupakan kenangan yang sangat berarti untuk tim Persija. Beberapa nama kini sudah resmi meningalkan Persija mulai dari pelatih, penjaga gawang, pemain belakang, pemain lini tengah, hingga penyerang.

Sedikit pertanyaan menganjal didalam hati, Siapakah nanti yang akan mengantikan mereka? Apakah mereka mempunyai kualitas di atas para pejuang yang telah pergi? Atau malah sebaliknya? Apakah mereka mampu bermain dengan sepenuh hati sekaligus bermain dengan rasa bangga mengenakan kostum Persija?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah dirasa mendasar di dalam hati supporter ketika akan memasuki musim baru. Bagaimana jika nanti mereka tidak seperti para pejuang yang sebelumnya? Musim 2019, Persija memiliki tantangan baru yang tentunya lebih sulit dalam kompetisinya. Tantangan apa? Mempertahankan Gelar Juara. Mengapa demikian? Karena sejatinya mempertahankan sesuatu sangat amat tidak mudah.

Seorang idola pernah mengatakan “Persija adalah tim besar dengan siapapun Pemainnya”. Dari pernyataan tersebut, kita bisa sepakat. Siapa pun pemainnya, karena Persija adalah Persija. Klub besar dengan segudang prestasinnya. Klub yang masih mencatatkan raihan gelar Liga Indonesia terbanyak. Klub yang masih selalu berada di level atas kompetisi dengan catatan belum terdegradasi. Dan klub dengan,,,ahh jika semuanya disebutkan rasanya tulisan ini tidak selesai-selesai nantinya.

Jadi, Terima kasih banyak untuk para pejuang yang kini sudah tidak berkostum Persija untuk musim 2019 nanti. Semoga kebaikan selalu menyertai dan akan selalu di kenang dalam hati para pendukung Persija di mana pun berada.

Dan selamat datang untuk para pejuang baru. Slamat berjuang, bermainlah dengan rasa bangga berseragam Macan Kemayoran. Tunjukan bahwa memang kau pantas berada di tim sebesar Persija. TUNJUKAN!!!

Penulis : (Fauzi-JO)
Foto : (Qharry-JO)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA

1. Marko Simic (14 Gol)

2. Jaimerson da Silva Xavier (6 Gol)

3. Novri Setiawan (4 Gol)

4. Rohit Chand (3 Gol)

5. Riko Simanjuntak (3 Gol)

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru