JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Persija Soroti Gerak Lambat PSSI

JakOnline – Persija Jakarta menyayangkan sikap kurang kooperatisf PSSI dalam mengakomodir keperluan Macan Kemayoran terkait penggunaan rekrutan anyar untuk playoff Liga Champions Asia. Seperti diketahui, beberapa pendatang baru seperti Bruno Matos, Jakhongir Abdumuninov, hingga Ryuji Utomo tidak bisa memperkuat tim ibu kota dalam lawatan ke Singapura bulan depan.

 

COO Persija, Rafil Perdana, telah melayangkan keberatan lewat rilisan terbuka. Intinya, ia merasa PSSI kurang apresiatif dalam kasus ini. Padahal, menurutnya, kiprah Persija dalam ajang ini sebagai representasi Indonesia di kancah Asia.

Berikut isi surat terbuka yang disampaikan Persija soal kegagalan memainkan para rekrutan anyar di playoff Liga Champions Asia:

 

Kegagalan ITC Kerugian bagi Persija dan Indonesia

Salam Olahraga
The Jak……Mania
Rekan-rekan media dan pecinta sepak bola tanah air yang kami hormati,

Menanggapi simpang-siur terkait berita tidak bisa bermainnya 4 (empat) pemain Persija karena terkendala International Transfers Certificate (ITC). Masing-masing Bruno Matos (Brasil), Vinicius Lopes (Brasil), Jakhongir Abdumuminov (Uzbekistan) serta Ryuji Utomo, dengan ini kami atas nama manajemen Persija akan menjelaskan kronologi tidak bisa bermainnya keempat pemain di atas.

Periode pertama Transfer Matching System (TMS) untuk klub Indonesia baru dibuka pada 15 Februari 2019. Sementara di negara lain (Asia dan Eropa) jendela transfer pemain terbuka sampai akhir Januari atau akhir Februari. Hal ini menyebabkan Persija tidak bisa mendaftarkan pemain asing atau pemain lokal yang berasal dari klub luar negeri (Ryuji Utomo) untuk bermain di babak kualifikasi Asian Champion League (ACL). Sedangkan pendaftaran pemain terakhir untuk ACL berakhir pada 21 Januari 2019.

Melalui Corporate Secretary, Darwis Satmoko kami sudah mengirimkan surat permohonan kepada PSSI untuk membuka periode transfer dalam sistem TMS. Menurut keterangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha, periode TMS paling lama dibuka maksimal selama 89 hari. Jika PSSI memajukan periode TMS artinya hari terakhir penutupan adalah awal April. Sedangkan kick off Liga 1 musim 2019 rencananya bergulir antara 1-8 Mei.

Sebelumnya, PSSI melalui Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital, Gatot Widakdo kepada media menyebut bahwa periode transfer yang diajukan PSSI yakni dua bulan sebelum kick off sudah sesuai regulasi. Mereka tidak menjelaskan regulasi yang mana.

Apa yang dilakukan manajemen sudah maksimal. Sebab, jauh-jauh hari kami sudah mengirim surat kepada PSSI untuk diteruskan ke AFC terkait tidak terbitnya ITC pemain. Melalui Press Release ini kami juga ingin menjelaskan bahwa gagalnya pemain Persija mendapatkan ITC karena kami merasa bahwa kepentingan Persija tidak terakomodir oleh federasi.

Dengan kegagalan mendapatkan ITC ini, otomatis kekuatan wakil Indonesia (Persija) di kompetisi Asia berkurang kekuatannya. Ini jelas menjadi kerugian besar bagi klub khususnya dan persepakbolaan Indonesia pada umumnya.
Kami merasa berat menghadapi kenyataan ini. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari.

Demikian yang bisa disampaikan atas nama manajemen kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada The Jakmania dan seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, Persija bukan hanya mewakili Jakarta tetapi ketika bermain di Asia Persija adalah identitas bangsa yaitu Indonesia.

Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.
Jakarta, 23 Januari 2019
COO Persija Jakarta

M. Rafil Perdana

 

foto: JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skorer PERSIJA

1.

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru