JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Masih Terlalu Dini Untuk Menghakimi Kolev

JakOnline – Sempat tampil impresif di awal tahun, Persija Jakarta akhirnya menyerah. Untuk kelima kalinya dalam kurun waktu sebulan kita dibuat tertunduk. Lima pertandingan resmi secara beruntun, tak satu pun dilewati dengan kemenangan.

Sasaran kritik dan amarah pun dilampiaskan terhadap satu nama, Ivan Kolev. Pria Bulgaria ini ditunjuk untuk kedua kalinya sebagai pelatih tim ibu kota. Mewarisi skuat juara racikan Stefano Cugurra di musim sebelumnya, ekspektasi tentu membumbung tinggi.

Status juara membuat Persija dituntut tampil tanpa cela. Itu sempat diperlihatkan oleh Kolev beberapa pertandingan awalnya menangani Macan Kemayoran. Namun, belum sampai setengah perjalanan, badai besar sudah menerpa.

Badai Terlalu Dini
Jadwal padat, materi pemain, serta menumpuknya agenda Persija membuat kekuatan tim ibu kota sedikit demi sedikit, terkikis. Perlahan tapi pasti, grafik penampilan Macan Kemayoran terbang merendah, hingga mendekati awal April.

Kolev mengakui, masalah yang dihadapi timnya saat ini bukan hanya stamina pemain. “Menurut kamu bagaimana?”, ketika ditanya soal kondisi kebugaran pemain. Dalam dua turnamen berbeda yakni Piala Indonesia 2018 dan Piala AFC 2019, Persija turun dengan pemain yang berbeda pula.

Persija harus tambal sulam dengan pemain yang ada. Rohit Chand dan Steven Paulle, tak bisa tampil di Piala Indonesia 2018. Sementara untuk Piala AFC 2019, ada Marko Simic yang tidak perlu kita bahas apa masalahnya.

Bukan Salah Kolev
Dengan agenda padat, stamina terkuras, serta tambal sulam skuat di dua turnamen, terlalu dini untuk menghakimi Kolev gagal. Dengan skuat yang ada, Persija sempat tampil impresif ketika melewati periode Februari- Maret.

Tim sekelas Newcastle Jetz pun sempat dibuat kesulitan ketika main di kandang sendiri. Mereka harus susah payah hingga babak tambahan waktu untuk menyingkirkan Persija dari preliminary round 2 Liga Champions Asia 2019.

Justru porsi kritisi lebih besar harus diarahkan ke manajemen klub sebagai penjamin dan penopang kebutuhan pelatih. Tugas pelatih hanya meminta daftar pemain yang dibuthkan tim. Saat awal kembali menangani Persija, Ferry Paulus pernah berujar, “Ferry yang dulu, bukan Ferry yang sekarang?”.

Dengan materi pemain terbatas, sudah jadi tanggung jawab manajemen mendatangkan tenaga mumpuni untuk tim juara bertahan ini. Mentalitas harus diubah. Tim juara tidak bisa lagi mengandalkan pemain kelas dua dengan harapan bisa dipoles menjadi pemain bintang.

Tapi menyalahkan manajemen pun tak elok rasanya di momen seperti ini. Dengan jadwal Liga 1 yang belum jelas kapan dimulai, rasanya manajemen punya pertimbangan tersendiri. Terutama jika menyangkut kontrak pemain, gaji yang harus dipenuhi, dan sebagainya.

Persija pernah mengalami periode serupa ketika awal kedatangan Stefano Cugurra ke tim ibu kota. Namun, dengan perlahan badai berhasil dilewati dengan baik dan berakhir manis, juara liga! Jadi, beri Kolev kesempatan. Semua butuh waktu dan proses panjang. Percaya Kolev!. abdi/jo

 

 

 



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru