JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Semoga Tetap Seperti Ini

JakOnline – Hari itu datang juga. Untuk pertama kalinya sejak 2014, Persija Jakarta bisa menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelahnya bisa ditebak, animo publik tuan rumah sebagai yang punya hajat pun, melambung tinggi. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, pihak keamanan memberi izin pertandingan. Sesuatu yang hampir menjadi kemustahilan untuk terjadi bahkan hanya untuk terbesit di angan-angan.

Dua hari sebelum pertandingan, CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus, menggelar pertemuan di kantor klub. Datang pula Ketua Umum the Jakmania, Bung Ferry. Serta dua orang perwakilan dari panitia pelaksana. Ada Dicky Milan dan Hanifditya di sana.

Keempatnya dengan tegas mewanti, pertandingan harus berjalan kondusif di luar lapangan. Tekan sebisa mungkin potensi-potensi perusak susu sebelanga. Bukan tanpa alasan jika faktor keamanan menjadi sorotan utama. Apa lagi kalau bukan hubungan benci tapi rindu yang terjalin di kalangan suporter kedua tim.

Hingga hari pertandingan, semuanya tetap berjalan kondusif. Penukaran tiket di Lapangan Blok S pun berlangsung lancar meski massa yang datang luar biasa banyak. Beberapa jam sebelum laga, massa pendukung mulai bergerak mendekati GBK. Lagi-lagi, tidak ada yang menegangkan dari prosesi ini. Semuanya berjalan dengan lancar, smooth!

Apa yang sedari awal dipikirkan, terjadi juga. Pada pertengahan babak kedua, tak lama setelah Marko Simic mencetak gol, terjadi sedikit insiden di tribun Sektor 21-22. Penonton di area itu mendapati ada sejumlah orang yang diketahui merupakan pendukung tim tamu.

Korlap pun bergerak cepat ditemani aparat kepolisian. Pada saat bersamaan, sebagian besar penonton di area itu menenangkan sejumlah orang yang kelewat emosi melihat “musuh bebuyutannya” muncul di dalam rumah sendiri. Hingga akhirnya, para illegal alien itu pun dibawa keluar kawasan GBK agar tidak menjadi korban pelampiasan amarah yang tidak pada tempatnya.

Setelah pertandingan, Kabid Korlap the Jakmania,Ahmad Syaifullah, menceritakan kronologi kejadian di tribun tenggara stadion tersebut.

“Tadi memang ada sekitar 9-10 orang yang memang datang. Mereka tidak memakai atribut memang, namun setelah diperiksa ponselnya baru kami tahu mereka suporter tim tamu. Akhirnya langsung kami amankan agat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata pria yang akrab disapa Aspal tersebut.

“Kemudian diantar Korlap sampai keluar ring 4 stadion. Selanjutnya mereka jalan ke arah TVRI, sepertinya menuju Stasiun Palmerah,” katanya melanjutkan.

Kesigapan dan profesionalisme Korlap mendapat banyak apresiasi. Termasuk dari akun-akun penting suporter Persib Bandung di media sosial. Tidak jarang, mereka berharap Persija bisa mendapatkan hal yang sama ketika bertandang ke Bandung di putaran kedua.

Bahkan, kapten tim tamu, Supardi Nasir juga memuji sikap panitia pelaksana pertandingan yang menjaga dan menjamin keselamatan tim Maung selama berada di Jakarta.

“Apa yang kami dapatkan selama di Jakarta tidak ada masalah. Pengamanan yang kami dapatkan sudah maksimal. Saya berharap ketika nanti di Bandung, pengamanan bisa lebih baik daripada ini. Maksudnya bukan yang ini tidak baik, ini sudah baik tapi semoga di Bandung bisa sama,” katanya.

Apresiasi yang datang anggap saja sebagai buah dari kerja keras semua pihak untuk mewujudkan kondusivitas. Namun, jangan pula kita jadi lupa diri dan terbang terlalu tinggi. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan yang sudah ada untuk musim-musim mendatang.

Terlepas dari apa pun yang akan didapatkan tim saat tandang di putaran kedua nanti, tetaplah seperti ini. Setidaknya kita sudah bisa memulai apa yang selama ini tidak dimulai. Semoga apa yang terjadi di GBK pada Rabu sore bisa jadi tonggak awal untuk angan-angan bernama perdamaian. abdi/jo



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru