JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Jadi, Siapa yang Ngebet Juara? Andai Kata….

JakOnline – Mengutip pernyataan seorang rekan, sepak bola kembali jadi menyebalkan. Dua kelompok yang seharusnya berkawan, kini saling lempar makian. Final leg kedua Piala Indonesia 2018 yang sedianya sudah bisa dirayakan, harus tertunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Kaca bus dipecahkan, saling tuding pun tak terhindarkan. Memang benar kata sang rekan, tuan rumah mengira sang tamu ketakutan. Sebaliknya si tamu menganggap kuncen tak mampu jamin keamanan. Setidaknya itulah gambaran tentang apa yang terjadi di Makassar, Minggu 28 Juli 2019.

Laga final Piala Indonesia 2018 harus dihentikan karena insiden pelemparan. Sebenarnya, teror dan atmosfer negatif yang didapat di Makassar sudah dirasakan Macan Kemayoran sejak awal kedatangan. Intimidasi fisik mau pun verbal jadi cara tuan rumah untuk menyambut Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

Sangat sangat sangat berbanding terbalik dengan sambutan yang diterima PSM Makassar ketika bertamu ke ibu kota delapan hari lalu. Entah siapa yang mulai, ekspektasi sambutan hangat dari tuan rumah tidak dirasakan Persija. Ini juga terjadi musim lalu ketika Persija bertandang ke Stadion Mattoangin di Liga 1. Masih ingat heboh gawang Persija dikoyak-koyak seorang penonton?  Tambah noraknya, seorang maskot tim terlihat tidak masalah akan hal itu.

Muncul pula narasi soal The Real Champions jelang pertandingan ini. Tudingan pengaturan skor yang selalu tertuju ke Persija sejak musim lalu, kembali diarahkan. Jika PSM mampu jadi juara di Piala Indonesia kali ini, maka mereka adalah pemenang sejati. Namun, jika Persija yang juara?

Soal ini, sebenarnya Persija tidak perlu membuktikan apa-apa lagi. Dua perebutan gelar terakhir selalu berhasil dimenangkan. Final Ligina 7 2001 silam, dan Liga 1 2018, Macan Kemayoran berhasil mengungguli Sang Ayam. Kalau terjadi hingga dua kali, bukan kebetulan namanya.

Tahun ini, permainan Persija Jakarta memang belum seatraktif musim lalu. Namun, nyatanya Macan Kemayoran mampu menyingkirkan tim sekelas Bali United di perempat final. Lagipula, sosok yang dituding sebagai dalang utama juaranya Persija pun sudah tidak lagi ada di klub.

Tapi, rumus “Persija Juara = Settingan” masih saja coba dilekatkan. Sebegitu ngebetnyakah kubu Makassar untuk juara sampai harus melempar narasi tidak bertanggung jawab serta intimidasi kepada tim ibu kota? Dibilang ngebet maklum saja, kali terakhir klub tua itu meraih gelar bergengsi adalah tahun 2000.

Manajer Persija Jakarta, Marsekal Pertama TNI Ardhi Tjahjoko sampai berikrar, “Andaikata hanya sebuah piala yang kalian minta, ambil saja”. Kalimat itu punya makna dalam jika iseng ditelisik. Ambil saja, jika memang tidak siap melihat Persija angkat piala lagi. Ambil saja kalau tidak ingin malu di kandang sendiri. Ambil saja karena sudah 19 tahun selalu gagal jadi yang terbaik di negeri. Ambil saja, karena sudah 19 tahun tidak angkat piala bergengsi. *bersambung hingga waktu yang belum ditentukan……



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru