JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

We’re All Equal

Salah satu klub tersukses di Inggris, Manchester United, mengusung slogan “All Red All Equal” ketika pelecehan rasial menimpa salah satu pemain mereka, Ashley Young.  Young mendapatkan perlakuan rasialis dari pendukung timnya sendiri. Kemudian yang terjadi setelahnya, semua pemain baik pria maupun wanita, mengambil tindakan. Mereka merekam video dengan pesan-pesan tajam, menyindir, merendahkan, serta memaki perilaku tidak manusiawi yang ditujukan dan menyalahi dasar kemanusiaan tersebut. Bagi Manchester United, ini bukan pertama kalinya pemain mereka mengalai hal serupa. Beberapa tahun lalu, Patrice Evra juga mendapatkan perlakuan rasialis, walaupun saat itu datangnya dari pihak lain.

Sejurus dengan itu, di Negeri Paman Sam, baru-baru ini tagar #BlackLivesMatter berkumandang ke seluruh negeri. Sebuah tagar yang bukan hanya respon atas satu kejadian, melainkan sudah menjadi akumulasi dari emosi yang telah lama terpendam. Protes dan unjuk rasa disajikan dalam bentuk yang mungkin sudah keluar dari batasan, kekerasan atau mungkin vandalisme.

Lalu apa kaitannya dengan Persija dan Jakmania?  Kita semua tahu, Persija adalah rumah bagi seluruh pendukung dengan latar belakang yang beragam. Wajar saja, karena sebagai ibu kota, Jakarta punya demografi yang lebih bervariasi dibanding daerah lainnya.

Warga Jakarta bisa datang dari seluruh pelosok negeri bahkan belahan dunia lainnya. Tapi apa yang menjadi fokus utama untuk masalah ini pada diri kita? Sebenarnya sederhana, terkadang kita mengotak-ngotakan sesama kita.  Membatasi diri kita dengan batas yang kita buat sendiri.  Contohnya, berapa kali teman-teman mendengar kalimat cemoohan yang dilemparkan sesama kita saat tim lawan memiliki pemain dengan perawakan yang berbeda dari mayoritas kita? Konkretnya, warna kulit.

Dahulu, saya pernah ikut nobar, Ketika pemain tim lawan dengan warna kulit berbeda tersebut memegang bola sontak ada oknum yang berteriak menghina berbau rasial kepada pemain itu. Reaksi semua orang saat itu?

Tentu saja tertawa, termasuk saya. Padahal di pertandingan itu ada Greg Nwokolo, Precious Emuejeraye dan Olivier Makor yang ada di pihak kita. Hanya karena itu tim lawan lalu dengan bebas umpatan itu hadir. Bagi saya, itu adalah pemandangan mengerikan. Sampai saya mengerti dan mengasosiasikannya pada diri saya ketika hal tersebut menimpa saya, mungkin ketika berada di belahan dunia lain. Namun hal tersebut sudah lama berlalu, rasanya hari ini tidak terjadi lagi dan tidak perlu terjadi lagi, bukan?

Belum lagi pengotakan di luar ranah itu, seperti kalimat “ah elo mah the Jak baru”, “ah elo mah outsider gak tau apa-apa” atau “ah elo mah ga ada KTA” dan semua pengotak-kotakan lainnya yang buat kita semakin terbelah.

Belum lagi isu lainnya yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan memperburuk keadaan. Jadinya capek sendiri gak sih? We need to fight for this issue. Memang kenapa kalau baru suka Persija? It’s just a matter of time kok, lalu anak kita nantinya harus mendukung tim yang berbarengan dengan tahun lahirnya.

Saya paham, tidak semua orang menjadikan ini concern. Ada yang bilang lebay, silakan saja. Ini curahan pandangan saja. “All red all equal” tidak hanya bisa diaplikasikan oleh Manchester United semata, tetapi, makna yang terkandung di dalamnya bisa menjadi pesan untuk berbuat adil sejak dalam pikiran dan tidak ada standar ganda. Bahkan tidak hanya terbatas pada isu rasial.

Ada batasan yang kita buat sebagai manusia, atau lebih tepatnya sebagai pendukung Persija. Tidak terbatas pada warna kulit, jangka waktu mendukung atau suku bangsa kita yang berbeda karena kita mencintai Persija  Semoga kita menjadi rumah yang baik untuk sesame. Seperti Jakarta yang selalu menyambut dan tak pernah melepas, terwakili oleh Patung Selamat Datang di jantung ibu kota. Bukankah kita elemen sepak bola paling murni Jakarta? Eugene Ionesco pernah bilang, “ideologies separate us. Dreams and anguish bring us together”. (rafi)

foto: JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru