JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Nikmati Saja Tontonan yang Tersaji

JakOnline – Lempar opini tetapi bukan diskusi. Malah saling menghakimi dan merasa benar dengan pendapat sediri. Merasa paling tahu tentang apa yang sedang terjadi, menjadi polisi di media sosial menindak para oposisi. Bos besar tertawa melihat semua kelucuan ini. Tidak ada yang tahu pasti. Siapa jamin informasi terpercaya yang didapat dari “orang dalem” tidak alami distorsi?

Klub-klub kontestan saja dibuat kecele tetang pengunduran kembali kompetisi. Sempat dijanjikan akan kembali bergulir awal bulan ini, ternyata rekomendasi pertandingan tidak keluar dari Pak Polisi. Ini bukan yang pertama kali. Liga 1 sempat direncanakan dimulai beberapa kali, tetapi terus mengalami penundaan karena pandemi.

Artinya, klub peserta saja masih bisa tidak mendapatkan informasi aktual dan menyeluruh tentang perubahan-perubahan yang terjadi, apalagi hanya suporter yang selama ini hanya mengandalkan informasi-informasi dari media? Tidak ada yang pantas mengklaim paling tahu rencana operator liga dan federasi di situasi seperti ini.

Suporter memang sudah seharusnya bertindak sebagai pengawas agar klub tetap berjalan sesuai koridor dan fungsinya. Namun, ada garis tegas antara mengawasi dan mencampuri. Jika tidak bisa menahan diri justru jadinya malah akan terkesan mendikte manajemen untuk berbuat itu dan ini. Harus diingat bahwa tidak mau sepak bola adalah ladang bisnis yang sarat dengan kepentingan. Jadi, tidak mungkin 100 persen keinginan suporter bisa selalu dipenuhi.

Sekarang, kompetisi yang baru beberapa pertandingan itu sepertinya masih diusahakan untuk bergulir kembali. Merekomendasikan lanjut atau tidaknya liga tentu bukan JakOnline yang punya tupoksi. Para pemuka di balik meja federasi dan operator liga lah yang paling tahu tentang langkah terbaik saat ini.

Tetapi gambaran bodohnya kira-kira seperti ini. Kalau tidak salah tahun ini Liga 1 memasuki edisi keempat, yang sepantasnya memakai 2020 sebagai tahun kompetisi. Sekarang, apa jadinya kalau Liga 1 2020 masih jauh dari setengah perjalanan sampai dua bulan terakhir di 2020?

Mungkin akan ada yang bilang ‘kan ini musim 2020/21’. Jangan lupa, selama tiga edisi sebelumnya Liga 1 selalu dimulai dan selesai di tahun yang sama. Lalu sekarang kalau molor sampai 2021, mau ada pembenaran dengan penyebutan dua tahun musim sekaligus? Ya tidak apa-apa juga. Bisa jadi sejarah tersendiri untuk Liga 1 yang pertama kali selesai tidak di tahun yang sama. Jadi ingat Piala Indonesia kalau begini.

Anyway, Persija tetap menyatakan dalam kondisi siap jika seandainya kompetisi bergulir kembali. Artinya dari klub sendiri tidak ada masalah. Presiden klub juga memastikan persiapan Macan Kemayoran tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada kendala. Sebagai penonton, langkah bijak yang bisa diambil adalah tetap mengikuti perkembangan-perkembangan kompetisi. Apa pun nanti keputusannya nanti, nikmati saja tontonan yang tersaji.

*Since we’re powerless, there is nothing we can do about it. (JakOnline)



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru