JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Dua Sisi Koin Perkembangan Teknologi

JakOnline – Perkembangan teknologi memungkinkan arus informasi bergerak lebih cepat dari waktu ke waktu. Dalam konteks suporter, informasi mengenai tim kesayangan bisa tersampaikan lebih cepat seakan tidak ada pembatas ruang dan waktu.

Jika mundur satu dekade ke belakang, sumber yang dituju untuk mencari informasi tentang Persija Jakarta masih bisa dihitung jari. Namun, tidak dengan hari ini. Dengan akses internet yang semakin terbuka dan menjangkau setiap individu, semua orang bisa membuat medianya sendiri.

Semua orang, bisa punya persepsi sendiri tentang sebuah kabar, dan kemudian menyebarkannya ke khalayak yang lebih luas lewat medium yang dimiliki. Lumrahnya sih lewat akun-akun media sosial yang bisa dengan sangat mudah dibuat.

Ada pemain unggah ucapan “terima kasih” di akun media sosialnya, diterjemahkan hengkang. Ada pemain dari luar unggah foto kota Jakarta, dianggap selangkah lagi gabung Persija.

Memang ini adalah dinamika yang muncul dengan sendirinya dan tidak sepenuhnya salah, selama tidak berlebihan. Masalahnya, saking bebasnya menentukan arah berita lewat medium yang dimiliki, terkadang menimbulkan polemik dan perdebatan tidak penting yang berlarut-larut.

Di satu sisi memang, interaksi yang terjalin di dunia maya terus menunjukkan grafik meningkat karena kemudahan akses informasi jadi lebih bisa didapat.

Salah satu bukti bahwa interaksi di dunia maya semakin meningkat dari masa ke masa adalah ketika sebuah badan penyedia data media sosial asal Spanyol, Deportes y Finanzas, merilis 20 besar tim olahraga dunia dengan interaksi paling tinggi sepanjang April 2020.

Dalam daftar tersebut, Persija menduduki peringkat ke-19. Hanya satu tim sepak bola dari Asia yang ada di atas Persija yakni tim asal Iran, Persepolis FC (peringkat ke-17). Siapa yang ada di peringkat ke-20? Paris Saint-Germain. Iya, yang ada Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria itu.

JakOnline lahir pada 2001 dan para penggagas mengusung slogan “Supporting Persija Through Cyber World”. Jika melihat fenomena yang ada sekarang, harapan yang terselip dari slogan itu sudah terlihat. Artinya, sudah banyak orang-orang yang berhasil mendukung tim ini lewat dunia maya.

Kembali ke poin semua orang bisa membuat medianya sendiri, informasi yang tersaji bisa lebih beragam, tergantung karakter pembuatnya. Setiap produsen berita (seharusnya) bisa berjalan dengan ideologinya masing-masing. Toh, semuanya bermuara pada satu tujuan, mendukung Persija, lewat pemberitaan.

Artinya, JakOnline bisa menjadi JakOnline sebagaimana mestinya, Abidin-Side bisa tampil dengan data sejarahnya, dan Jacatranet bisa dengan leluasa mengeksplorasi hal-hal baru. Bahkan Infokom Jakmania sebagai kepanjangan tangan dari organisasi resmi suporter, bisa berjalan sesuai fungsinya.

Ini jelas kabar baik bagi keberagaman di ranah media informasi Persija itu sendiri. Tidak perlu ada kompetisi. Justru, semua bisa mewarnai scene ini jadi semakin semarak, dengan menampilkan karakter masing-masing.

Jakarta sebagai kiblat peradaban Indonesia, harus bisa menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain, bukan sebaliknya. Setidaknya, kemajuan teknologi informasi bisa digunakan untuk semakin menunjukkan bahwa di Jakarta, keberagamanlah yang menjadikan kota ini istimewa.

Salah satu rekan sempat berujar, “Jakarta terbentuk karena heterogenitas. Bukan dari satu ideologi homogen yang sudah terlanjur mengakar di wilayahnya.” Kira-kira begitulah. Sekian. JakOnline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru