JakOnline Supporting PERSIJA Through Cyber World

Sudahlah, Kesehatan Lebih Penting

JakOnline – Baru-baru ini, pemerintah Inggris melalui FA, kembali melarang seluruh kegiatan sepak bola level bawah dalam bentuk apa pun. Namun demikian, Premier League masih tetap diusahakan berjalan. Sepertinya mereka tahu mana yang harus menjadi prioritas. Itu pun masih kebobolan dengan munculnya varian virus baru dan membuat beberapa pertandingan terpaksa dibatalkan.

Di Indonesia, justru terbalik. Kompetisi utama dihentikan, tetapi di level bawah hingga amatir, tidak dipedulikan atau lebih tepatnya, dibiarkan. Hal ini sempat mengundang komentar dari pemain paling senior di Persija Jakarta, Ismed Sofyan. “Saya tidak mengerti mekanismenya bagaimana. Seperti yang dikatakan tadi bahwa kompetisi resmi tidak ada izin, sementara tarkam malah mendapatkan izin,” kata Ismed di berbagai berita online arus utama.

Terlalu muluk jika kita membandingkan diri dengan kompetisi top macam Premier League atau Bundesliga. Tidak usah jauh-jauh, Vietnam sempat hanya butuh waktu dua bulan untuk menjalankan kembali kompetisi domestik di sana. Meski dua bulan kemudian kembali ditangguhkan.

Dari fakta itu kita bisa melihat bahwa Vietnam tahu apa yang harus dilakukan dalam menangani krisis. Hal ini bisa menjadi refleksi bersama bagi kita semua. Menerapkan protokol kesehatan saja belum maksimal, tapi sudah menuntut liga kembali dijalankan. Kita tahu, menjalankan kompetisi artinya melibatkan banyak orang dengan skala besar.

Meskipun tanpa penonton, tetap saja elemen-elemen yang dilibatkan tidak sedikit. Selain itu, memaksakan kompetisi akan terlihat sangat vulgar karena kita semua tahu pandemi ini belum berakhir. Negara lain sudah bersiap-siap menghadapi gelombang kedua. Sementara kita, masih berkutat di hal yang itu-itu saja.

Apa pun alasannya, kesehatan tetap yang utama. Menjalankan kompetisi sama saja mengorbankan keselamatan orang banyak. Herannya, masih ada saja yang bersikeras kompetisi harus digulirkan lagi. Berbagai argumen dikemukakan, mulai dari “menyelamatkan ekonomi” hingga pilih kasih dengan agenda politik.

Tidak akan ada ekonomi sehat jika manusianya, sebagai komponen utama penggeraknya saja tidak sehat. Sekarang, langkah konkret menekan angka pandemi pun belum maksimal dilakukan. Tes-tes yang dilakukan sejauh ini belum merata dan hanya menunggu bola.

Di Eropa, tes-tes secara masif dilakukan pada kompetisi level profesional. Dari sana, monitoring terhadap pemain atau staff lain juga bisa terukur. Sehingga, apa pun langkah yang diambil memang didasari data pergerakan angka positif. Bukan hanya mengandalkan insting dan keinginan mendulang keuntungan secara finansial.

Bandingkan dengan situasi di Indonesia. Jangankan untuk mengawasi para komponen kompetisi dengan baik, petugas kesehatan pun kewalahan menghadapi gelombang pasien tiada henti karena pada saat bersamaan, di luar sana orang-orang mulai tidak peduli dengan pandemi. jakonline



You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Log In

Top Skor PERSIJA Di Liga 1 2019

1. Marko Simic (1 Gol)

2.

3.

4.

5.

Instagram @JakOnline01

Facebook

Terbaru