Jakarta News

GBK yang Semakin ke Sini, Semakin ke Sana

JakOnline – Penggunaan Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk kampanye partai politik oleh pengelola GBK adalah tindakan yang sangat tidak tepat dan patut dikritisi. Sebagai stadion sepakbola yang terkenal dan bersejarah di Indonesia, GBK seharusnya didedikasikan sepenuhnya untuk pertandingan sepakbola dan kegiatan olahraga, bukan untuk kepentingan politik.

Penggunaan GBK untuk kampanye partai politik menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap olahraga dan insan sepakbola. Stadion sepakbola seharusnya menjadi tempat yang suci dan disakralkan bagi penggemar dan para pemain yang berjuang untuk menghadirkan pertandingan yang berkualitas. Namun, dengan mengutamakan kampanye politik, pengelola GBK mengesampingkan kepentingan sepakbola dan mengecewakan penggemar setia yang berharap untuk menyaksikan pertandingan.

Selain itu, penggunaan GBK untuk kampanye politik juga mengganggu jadwal pertandingan yang sudah direncanakan sebelumnya. Persija Jakarta dan penggemarnya telah menantikan pertandingan pembuka mereka di Liga 1 dan telah mempersiapkan diri secara matang. Namun, dengan mendahulukan kampanye partai politik, pertandingan harus dipindahkan atau dibatalkan. Hingga mengakibatkan ketidakpastian dan kerugian bagi semua pihak yang terlibat.

Penggunaan GBK untuk kampanye politik juga mencerminkan penyalahgunaan kekuasaan dan ketidaktelitian dari pihak pengelola. Stadion GBK merupakan aset publik yang seharusnya dikelola dengan transparan. Namun, apa yang terjadi saat ini justru memperlihatkan bahwa pengelola GBK gagal menjalankan tugas dengan baik.

Dampak negatif lainnya adalah penurunan citra GBK sebagai tempat olahraga yang profesional. Dengan digunakannya tempat tersebut untuk kepentingan kampanye politik, stadion ini kehilangan integritas dan martabatnya sebagai tempat yang mengedepankan olahraga dan semangat kompetisi. Hal ini dapat merusak reputasi GBK baik di tingkat nasional maupun internasional, serta mempengaruhi keputusan tim sepakbola untuk memilih tempat lain sebagai kandang.

Terakhir, penggunaan GBK untuk kampanye partai politik menciptakan konflik kepentingan yang tidak seharusnya ada di dalam dunia olahraga. Stadion sepakbola seharusnya netral dan bebas dari campur tangan politik. Dengan memberikan preferensi kepada partai politik tertentu, pengelola GBK memicu perpecahan dan ketidakadilan di antara para pemain dan penggemar sepakbola. Ini bertentangan dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam olahraga. Warras-JO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X