Persija Artikel

Kabar Baik yang Belum Tentu Baik dari Simic

JakOnline – Hubungan sebagian besar fans Persija Jakarta dengan Marko Simic tampaknya perlahan membaik. Meski baru satu pertandingan, tetapi hal tersebut menjadi sinyal positif terutama bagi permainan tim ibu kota secara kolektif. Menghadapi Bhayangkara PIFC di Stadion Patriot (16/7), Simic mencetak dua dari empat gol Persija di pertandingan tersebut.

Gol kedua Simic pada laga tersebut terbilang istimewa karena merupakan golnya yang ke-100 untuk Persija di semua pertandingan. Ia menjadi penyerang asing pertama tim ibu kota yang melakukan hal tersebut. Selain itu, catatan 100 gol Simic membuatnya berada di urutan kedua setelah Bambang Pamungkas sebagai pencetak gol terbanyak klub.

Setelah mencetak dua gol, Simic pun berharap ini menjadi awalan yang baik bagi perjalanannya musim ini. “Saya senang akhirnya saya bisa kembali,” ucapnya. “Semoga saya dijauhkan dari cedera dan bisa memberikan banyak hal untuk Persija. Karena kami mempunyai target besar di akhir musim, saya harap kami bisa merasakan kesenangan bersama pada saat itu.”

Tetapi, keberhasilan Simic mencetak brace di laga tersebut bisa juga ditafsirkan sebagai sinyal bahaya bagi Persija. Sepeninggal Simic, belum ada penyerang yang memiliki kemampuan dan kinerja setara dengan pria asal Kroasia tersebut.

Kini, dengan kembalinya Simic ke Persija, memang sedikit memunculkan optimisme soal lini depan Macan Kemayoran. Namun di sisi lain, juga menjadi contoh mandeknya rekrutmen untuk sektor penyerangan.

Produktivitas Simic jelas menjadi hal menguntungkan bagi Persija. Meski demikian, jika Simic absen, belum ada sosok lain sejauh ini yang bisa diandalkan untuk mencetak gol. Memang, musim masih panjang dan terlalu dini untuk menilai. Kalau pun memang Simic kembali produktif, mau sampai kapan fans bertumpu pada sosok pria Kroasia tersebut?

Tahun ini, usianya sudah menginjak 35 tahun. Fase umur yang tentu tidak bisa dikatakan muda lagi. Persija harus bisa mencari skema alternatif untuk tetap mendulang gol tanpa Simic. Bahkan, mencetak sosok baru sebagai tumpuan mencetak gol. abdillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X