Sepanjang saya terlibat dalam dunia supporter Persija, banyak sekali orang yang bertanya, mulai dari kenapa saya menyukai sepakbola, kenapa Persija? Tidak banyak yang bisa saya jawab, hanya kata-kata ini yang biasa saya berikan kepada mereka yang bertanya.
Saya perempuan terlahir dari ibu berdarah melayu sumatera dan ayah berdarah sunda. Namun, kota saya lahir dan besar, bukan lah kota yang secara darah ada dalam diri saya. Saya lahir dan besar di Jakarta, tepatnya disebuah daerah bernama Condet, di suatu keluarga yang sangat menyukai olahraga, terutama sepakbola.
Sejak kecil, ayah sering mengajak saya melihat pertandingan sepakbola, walaupun tidak paham dengan situasi dan kondisi serta aturan-aturan dalam permainan itu. Satu hal yang saya tahu ayah sangat menggemari olahraga 11 melawan 11 ini.
Lama kelamaan, kebiasaan saya untuk melihat pertandingan sepakbola terus ada dalam diri saya, meskipun ayah sedang tidak di rumah, melihat pertandingan sepakbola sebelum pergi mengaji selayaknya anak-anak lain, saya lakukan. Apa yang saya lihat, klub berwarna oranye, yang bermain di Std. Lebak Bulus Jakarta.
Belum terpikir oleh saya tentang kejayaan tim, kemenangan, rivalitas dengan klub lain, hanya persija dan persija. Saya melakukan seperti yang ayah saya lakukan.
Namun, seiring bertambahnya umur, saya semakin sadar bahwa ini bukan hiburan semata. Ada alasan kenapa saya senang melihatnya. Bukan karena ayah saya, karena logikanya, jika karena ayah, pasti kebiasaan saya akan hilang saat ayah saya tiada beberapa tahun silam.
Saya pun menemukan jawabannya, apa? Cinta! Cinta atas apa? Jakarta dan Indonesia.
Saya yakin dengan jawaban tersebut setelah saya terlibat perdebatan dengan teman-teman mengenai kebiasaan saya menonton Persija. Menurut mereka, tidak wajar, karena melihat kualitas dari liga kita yang cenderung minim prestasi malah maksimal rusuh (baik dari pemain maupun supporter).
Ketika mereka mengeluarkan statement-statement yang lebih mengedepankan liga-liga sepakbola luar, saya hanya mampu menjawab saya orang Indonesia, saya bangga atas apa yang saya punya.
Tidak hanya itu, saya sering terlibat konflik dengan keluarga dari ayah saya yang selurunya mendukung klub rival yang asalnya dari kota bandung. Mereka selalu bertanya, kenapa? Saya hanya menjawab, Jakarta. Saya lahir, besar dan berdiri disini, bangga dan cinta lahir atas kota ini.
Jadi jika ada yang bertanya kenapa suka sepakbola, jelas karena keluarga. Tetapi, kenapa Persija? Dengan sangat jelas saya menjawab, Persija itu representasi rasa cinta dan bangga saya sebagai Pemudi Jakarta dan Indonesia atas kota dan negerinya.
(eja)

ya, PERSIJA

PERSIJA SELAMANYA !!
forza persija
persija i LOVE YOU sampay mati……….
persija sampay titik darah penghabisan BY:jakmania tangrang cymax
tak pernah lelah Dukung persija…………
I Love Persija, I LOve Bepe
samadong kakkk:”"”
tp sayangnya ortu gakada yg suka persija-,_-wakakak.
PERSIJA NEPI KA PAEH !!!